Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 56


__ADS_3

" Sumi...!" teriak Zay kembali. Namun, lagi-lagi Sumi tak mendengar teriakan suaminya.


Albert mendekat kearah Zay, kemudian dia tersenyum sinis.


" Bagaimana? apa kau masih bungkam, dan tidak ingin memberitahukan kepada kami dimana lokasi persembunyian Zen?" tanya Albert datar. Kemudian dia duduk di atas kursi. Sambil menyilangkan kakinya.


Zay mulai merasa bingung apa yang harus dia lakukan sekarang. Pasalnya nyawa anak dan istrinya sekarang berada dalam bahaya jika dia tidak memberitahukan dimana lokasi persembunyian Zen.


" Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan," batinnya.


Melihat kebingungan yang melanda Zay, kemudian Will mendekat dan menodongkan senjata api tepat di kening Sumi, hingga membuat Zay langsung berteriak dengan sangat kencang.


" Jangan lakukan itu Tuan Will. Baiklah, baiklah. Aku menyerah, dan akan memberitahukan dimana lokasi persembunyian Zen sekarang," ucapnya dengan sangat cepat. Hingga membuat Albert dan Will tersenyum puas.


" Cepat katakan dimana?" bentak Albert kemudian.

__ADS_1


Zay mulai menceritakan dimana lokasi persembunyian Zen sekarang. Yang ternyata Zen bersembunyi di Amerika bersama dengan Nyonya Amarta, dan Zen menyamar sebagai Soni.


Albert dan Will yang mendengar penuturan Zay barusan, membuat keduanya sama-sama tersentak kaget, mereka berdua tidak menyangka kalau selama ini Zen bersembunyi di Amerika bersama dengan Nyonya Amarta.


" Bagaimana ini bisa terjadi? bukankah Ibu tiri ku itu dijaga dengan sangat ketat di sana?" tanya Albert kepada Will.


Kemudian Will menoleh ke arah Albert.


" Iya Tuan muda, mungkin karena dia menyembunyikan identitas aslinya, maka dari itu para penjaga tidak mengenal Zen. Dan mungkin hal itulah yang membuat ia bisa masuk dengan mudah," jawab Will kemudian.


Kemudian Albert dan Will mulai berbincang sebentar, dan akan memutuskan apa yang harus mereka lakukan kepada Zay.


Diskusi Albert dan Will akhirnya berakhir. Albert memutuskan kalau anak dan istri Zay di biarkan hidup, sesuai perkataan Albert kemaren.


Namun, berbeda dengan Zay, Albert memutuskan untuk menembak mati Zay saat ini juga.

__ADS_1


Albert mulai menyuruh Botak untuk membawa kembali Sumi ke dalam Mension Keluarga Bridam, dan dia akan dibiarkan bekerja seperti biasa. Agar bisa menghidupi anak-anaknya.


Sedangkan Zay, Albert menyuruh Will untuk menembak mati Zay sekarang juga. Dan begitu Sumi dan Botak benar-benar sudah keluar dari dalam gudang itu. Will langsung menembak Zay.


Namun, sebelum Zay di tembak mati oleh Will. Dia sempat mengajukan permohonan, agar tidak memberitahukan kepada Zen bahwa dirinyalah yang mengatakan dimana tempat persembunyian Zen.


Will pun menyetujui permintaan terakhir Zay, dan dia berjanji tidak akan menyebut nama Zay ketika suatu saat Zen benar-benar tertangkap.


" Benar-benar anak buah yang paling setia," ujar Albert pada Will setelah tubuh Zay sudah tidak bernyawa lagi.


Will pun membenarkan apa yang dikatakan oleh Albert, dan dia juga memuji kesetiaan Zay kepada Zen.


Tidak lama berselang datanglah Botak menghampiri Will dan juga Albert. Dan dia mulai melaporkan pekerjaannya.


Albert yang mendengar laporan Botak, dia kembali memuji kemampuan Botak yang selalu bisa di andalkan. Dan sekarang, Albert pun memerintahkan Botak untuk membuang Zay ke pulau ***** yang di tempati binatang buas.

__ADS_1


" Baik Tuan muda."


Kemudian Albert dan Will meninggalkan gudang itu disertai dengan senyum yang mengembang. Sebab, sekarang mereka sudah tau dimana sebenarnya persembunyian Zen. Yang selama beberapa tahun terakhir ini mereka cari ke seluruh penjuru dunia. Namun, mereka tidak pernah menemukannya.


__ADS_2