
Setelah selesai makan siang.
Albert dan Tania berdiri dari tempat duduknya, kemudian mereka berdua serempak berjalan beriringan keluar dari ruangan privat itu.
Namun, saat Albert baru saja melangkah beberapa meter, tiba-tiba netranya menangkap wajah seseorang yang tidak terlalu asing baginya.
Kemudian Albert berhenti sesaat, dan mengingat- ingat dimana dia pernah bertemu dengan orang itu.
Hingga sepersekian detik berlalu, Albert pun mulai mengingatnya, Lalu dia melirik sekilas kearah Tania yang berada disebelahnya.
" Tania, tunggulah disini dan jangan kemana-mana," ujar Albert terdengar seperti perintah bagi Tania.
Tania hanya mengangguk.
Sebab, dia menyadari kalau Albert saat ini sedang marah. Dan Tania tidak tau apa penyebabnya, maka dari itu, ia lebih memilih diam tanpa berniat menanyakan apapun.
Albert mulai melangkah kakinya dengan sangat cepat, bahkan terlihat seperti berlari kecil, hingga tanpa butuh waktu lama Albert pun sudah sampai di depan tempat duduk orang tersebut.
__ADS_1
Tanpa basa-basi, Albert langsung meraih kerah baju orang tersebut. Hingga membuat anak buah Zen itu terkejut melihat keberadaan Albert. Bahkan bola matanya hampir keluar dari dalam sarangnya.
" K... Kamu, bukankah kau sudah mati?" ujar anak buah Zen dengan sangat terbata.
Tanpa menjawab pertanyaan anak buah Zen, kemudian Albert melemparkan tubuh itu keatas meja yang berisikan kumpulan berbagai macam makanan, hingga makanan itupun tumpah dan mengenai wajah anak buah Zen.
" Katakan siapa namamu?" bentak Albert bergema di seluruh ruangan restoran mewah itu. Lalu dia kembali menghampiri anak buah Zen, kemudian dia menarik kerah bajunya.
" B... baiklah Tuan, aku akan mengatakannya. Tapi lepaskan dulu tanganmu dari kerah bajuku," tawar anak buah Zen.
" Namaku Zay, keponakan dari Zen," ucapnya sambil menatap kearah Albert tajam.
" Rupanya kau benar-benar anak buah Zen, dan aku tidak salah mengenali wajah jelekmu itu," balas Albert datar.
Kemudian Albert merogoh kantong Jasnya, lalu Ia men-dial nomor telepon Will.
" Will, cepat datanglah ke mari, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu," ucap Albert.
__ADS_1
" Baik Tuan muda."
Kemudian Albert langsung mematikan sambungan Ponselnya. Begitu Will mengatakan kalau dia akan datang.
Sedangkan Will yang tidak jauh dari lokasi restoran, kemudian Ia langsung meluncur secepat kilat, begitu Albert menelponnya barusan.
Beberapa menit kemudian, Will sudah sampai dan dia langsung masuk ke dalam restoran.
Namun, begitu dia sampai di dalam restoran, Will tampak sangat terkejut melihat ruangan itu sangat berantakan. Sedangkan pemilik restoran ia hanya berdiri tidak jauh dari tempat Albert saat ini.
" Apa yang terjadi? apakah Tuan muda baik-baik saja," ucap Will sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah Albert.
Setelah sampai di depan Albert, Will kembali di kejutkan dengan sosok pria tinggi besar yang sudah tampak babak belur dengan darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya.
Will tampak sangat cemas, hingga dia langsung mendekat ke arah Albert dan memeriksa keadaannya.
" Kau tidak apa-apa Tuan muda? Pria itu siapa? apa dia membuat masalah denganmu?" tanya Will. kemudian dia mulai mengepalkan tangannya dan hendak menghajar Pria itu.
__ADS_1