
Seharian ini Albert hanya berdiam diri di dalam kamar, tidak melakukan pekerjaan ataupun yang lainnya. Dia hanya tidur di atas ranjang dan setelah bosan tidur akhirnya ia berjalan menuju balkon kamarnya.
" Lama-lama aku bisa gila, kalau berdiam diri terus di dalam kamar," ujar Albert. Lalu dia mengambil sebatang rokok dari atas meja.
Namun, saat Ia hendak menyalakan rokok, tiba-tiba sebuah ide terbesit di dalam benaknya, kemudian Albert kembali meletakkan rokok itu di atas meja. Dan berjalan keluar dengan sedikit tergesa menuju kamar Tania.
Begitu juga dengan Tania, gadis cantik itu rupanya sedang bosan di dalam kamar, hingga dia berniat untuk pergi ke taman untuk refreshing sejenak.
Namun, saat dia membuka pintu, ternyata Albert sudah berdiri di depannya, hingga membuat Tania merasa heran, dan menimbulkan pertanyaan didalam benaknya.
" Untuk apa Albert datang menemui ku," batin Tania. Lalu dia menatap kearah Albert.
Untuk sesaat mata keduanya saling beradu, dan menimbulkan debaran jantung yang tidak bisa.
" A... Albert, sedang apa kau disini," tanya Tania terbata. kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
Sedangkan Albert yang mendengar pertanyaan Tania, pemuda tampan itu tampak kelabakan mencari alasan yang tepat, dan dia juga mulai terlihat salah tingkah.
" A..aku...aku. Hanya ingin bicara denganmu. Ya, Hanya ingin bicara denganmu, apakah kau ada waktu?" tanya Albert. Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tania mengerutkan kening. Sebab dia merasa cukup heran dengan sikap Albert. Dan dia juga tidak menjawab pertanyaan Albert, melainkan sekarang tangang kanannya sudah bertengger manis di kening Albert.
" Apa kau sakit?" tanya Tania.
Albert tidak menjawab, melainkan dia hanya menggelengkan kepala. Namun, sejurus kemudian Albert segera melepaskan tangan Tania dari keningnya, lalu dia mendekat kearah Tania. Sebab, Albert melihat kalau saat ini seekor semut sedang menari-nari di leher Tania.
Albert semakin mendekatkan wajahnya ke leher jenjang Tania. Sedangkan Tania, untuk pertama kalinya dia kembali merasakan jantungnya semakin berdegup kencang.
" Nah...! akhirnya kau ketangkap juga semut," ucap Albert. Sambil meletakkan semut hitam kecil itu pada tangan Tania.
Tania kembali membuka mata, saat mendengar ucapan Albert barusan. Kemudian dia mengarahkan pandangan ke arah telapak tangannya, lalu Tania menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar.
__ADS_1
" Aku pikir kamu mau mencium ku, ternyata hanya seekor semut," ujar Tania. Seraya membuang semut hitam itu dari tangannya.
Albert terdiam, lalu dia kembali mendekat ke arah Tania. Dan tatapannya kali ini benar-benar intens. Dia melihat tubuh Tania dari ujung kaki sampai tatapannya berhenti tepat di bibir ranum Tania.
" Apa kau ingin aku mencium mu?" tanya Albert. Sambil mendorong tubuh Tania dengan lembut ke arah tembok.
" T... tidak Albert, jangan lakukan itu, aku hanya bercanda," ujar Tania.
Namun, Albert tidak menghiraukan ucapan Tania, kemudian dia memegang tangan Tania dan menekannya kuat-kuat ke tembok.
" Albert, aku mohon jangan lakukan itu padaku, bukankah kita belum menikah," ujar Tania. Sambil menutup mata.
Albert terdiam beberapa saat.
" Bukankah, pernikahan kita akan di langsungkan seminggu lagi, apa salahnya kalau kita berciuman," ujar Albert. Sambil mendekatkan kembali wajahnya kearah Tania.
__ADS_1
Namun, saat Albert hendak menautkan bibirnya ke bibir ranum Tania, tiba-tiba seseorang memanggil Tania. Yang ternyata itu adalah bi Ojah.
" Nona Tania, Nona Tania," panggil Bi Ojah.