Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 54


__ADS_3

Tanpa menjawab pertanyaan Will sebelumnya, kemudian Albert kembali menatap kearah Pria yang berada di hadapannya.


" Will bawa dia ke gudang, aku ingin membalaskan dendam ku sekarang juga," ucapnya tanpa ekspresi.


" B...baik Tuan muda," jawab Will. kemudian Will melaksanakan perintah Albert.


Sedangkan Albert, dia mulai memperbaiki Jasnya yang tampak sedikit berantakan. Lalu dia berjalan kembali menghampiri Tania.


" Tania Ayo kita pulang," ajak Albert.


" B... baik."


Sepanjang perjalanan, Tania hanya diam saja tanpa berniat menanyakan apa yang sedang terjadi sebenarnya. Kemudian Gadis cantik itu mulai mengikuti kemana langkah kaki Albert berhenti.


Albert pun berhenti di depan mobilnya, lalu dia membuka pintu mobil dan menyuruh Tania untuk segera masuk.


Tania pun masuk ke dalam mobil. Kemudian Albert mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Tania.


Tanpa butuh waktu lama, mobil sport Albert sudah sampai di depan rumah Tania.


" Tania, aku berterima kasih padamu, karena kau sudah mau datang memenuhi undangan ku," ucap Albert tanpa basa-basi.

__ADS_1


" Iya sama-sama," ucap Tania. Sambil membuka pintu mobil.


Namun, saat Tania hendak turun dari dalam mobil, kemudian dia kembali melihat kearah Albert.


" Apa kau tidak ingin masuk kedalam rumahku?" tanya Tania.


" Tidak. lain kali saja," jawab Albert tanpa ekspresi.


" Baiklah, kalau begitu aku permisi," ujar Tania. kemudian diapun langsung turun dari dalam mobil.


💦💦💦


Setelah Tania keluar dari dalam mobil, Albert pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan tujuannya sekarang adalah gudang tempat penyekapan Zay.


Will mulai menyiksa Zay dengan mencamb** tubuhnya hingga beberapa kali.


" Cepat katakan, dimana lokasi persembunyian Zen, dan jika kau belum berbicara juga, maka jangan salahkan aku memberikan kematian yang sangat menyakitkan bagimu," teriak Will.


Kemudian dia kembali mencamb** tubuh Zay. Yang sudah tidak berdaya itu.


Namun, disaat Will mencamb** tubuh kekar Zay kembali, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

__ADS_1


" Pasti itu Tuan muda," tebak Will. Kemudian dia langsung berjalan menuju pintu dan membukanya.


Setelah pintu terbuka


Tampak Albert sudah berdiri di depan pintu.


Tanpa basa-basi, kemudian Albert menanyakan, Apakah Zay sudah memberitahukan dimana letak persembunyian Zen.


Will menunduk, kemudian dia menggelengkan kepala.


" Rupanya Zay itu anak buah Zen yang cukup setia. Tapi, bagaimana pun caranya kita harus bisa memaksanya untuk segera mengatakan dimana tempat persembunyian Zen," ujar Albert. kemudian dia berjalan menghampiri Zay yang sudah terkapar tidak berdaya itu.


Albert berjongkok, kemudian dia memegang rahang Zay dengan sangat kencang.


" Aku tau kalau kamu itu anak buah Zen yang paling setia, dan aku juga tau kalau keluargamu itu berada di bawah lindungan Zen. Tapi, jangan salahkan aku jika semua keluarga mu akan kami habisi satu-persatu. jika kau belum memberitahukan dimana letak persembunyian Zen," ujar Albert dingin.


Kemudian Albert menghempaskan wajah Zay dengan sangat kencang.


Zay tersenyum manis mendengar ucapan Albert barusan.


" Persembunyian Zen saja kau tidak tau Tuan Albert Bridam, bagaimana dengan keluargaku, dan jika kau ingin menghabisi nyawa ku silahkan saja, aku tidak keberatan," ucapnya meremehkan kemampuan Albert.

__ADS_1


Albert yang tadinya memasang wajah datar tanpa ekspresi, kemudian dia menatap kearah Zay dengan sangat tajam.


__ADS_2