Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 94


__ADS_3

Beberapa jam kemudian


Albert yang sedang menemani Tania tidur, tiba-tiba dikejutkan dengan suara nyaring ponselnya yang berada di atas Nakas. Takut istrinya terganggu, kemudian Albert secara perlahan turun dari atas ranjang dan berjalan menuju balkon kamarnya.


" Hallo ada apa Botak?" tanya Albert setelah dia sampai di balkon.


Tanpa basa-basi, Botak langsung menceritakan kepada Albert bahwa dia dan Liam sudah mengetahui tempat persembunyian anak buah Zen dan Dion.


" Benarkah, apa yang kau katakan itu?" tanya Albert begitu bersemangat.


" Benar Tuan, aku dan Liam sudah memastikannya sendiri, bahkan saat ini kami berdua sedang berada di depan markas mereka, dan ternyata anak buah Zen sangatlah banyak, dan menurut penyelidikan kami kelompok itu di pimpin oleh Rifki," jelas Botak.


Albert terdiam beberapa saat, mempertimbangkan apa yang harus dia lakukan sekarang. Sebab, dia tidak mungkin menyuruh Botak dan Liam menangkap Dion, bisa-bisa anak buahnya itu mati konyol di hajar oleh kelompok kalajengking yang dipimpin oleh Rifki.


" Tuan muda, apa kau masih mendengar suaraku?" tanya Botak, karena dia tidak mendapat respon dari Albert.


" Ya... aku masih mendengar suaramu," jawab Albert. Kemudian Albert menyuruh Botak, Liam kembali ke gudang dan menunggu kedatangan dirinya di sana.


" Baik Tuan muda," jawab Botak patuh. Lalu ia mematikan sambungan telepon selulernya.

__ADS_1


Setelah selesai berbincang dengan Botak di telpon, kemudian Albert kembali masuk ke dalam kamar dan melihat Tania masih tertidur pulas. Lalu dia memandang sejenak wajah istrinya sambil mengusap lembut kepala Tania.


" Mudah-mudahan setelah bangun, kamu akan melupakan semua kejadian buruk yang menimpa dirimu," batin Albert. Kemudian dia berdiri dan berjalan keluar dari dalam kamarnya.


Setelah keluar dari dalam kamarnya, Albert kemudian memanggil kepala pelayan Eric untuk menjaga Tania di depan pintu.


" Baik Tuan muda, anda tidak perlu merasa cemas, aku akan menjaga Nona Tania dengan baik," ujar pelayan Eric sambil membungkuk.


Albert pun langsung pergi menuju mobil, setelah dia memerintahkan pelayan Eric untuk menjaga Tania.


Di Mobil


Will ternyata sudah menunggu kedatangan Albert sejak tadi, dan begitu melihat kedatangan Albert Will langsung membukakan pintu mobil untuk Albert.


Tanpa menjawab ucapan Will sebelumnya, Albert malah memerintahkan Will untuk segera melajukan mobil itu ke gudang.


" Will, kita akan pergi ke gudang, Botak dan juga Liam sudah menunggu kedatangan kita di sana," ujar Albert.


" Baik Tuan muda," jawab Will.

__ADS_1


Kemudian Will masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobil itu bak pembalap internasional, Dan tanpa butuh waktu lama, akhirnya Mobil itupun berhenti tepat di depan tempat tujuan mereka.


Albert bergegas Turun memasuki gudang, sedangkan Will ia hanya mengekor dari belakang.


💦💦💦


Namun berbeda dengan Botak dan Liam yang sedang berbincang di dalam gudang, ketika mendengar suara derap langkah kaki, mereka berdua langsung berdiri dari tempat duduknya.


" Itu pasti Tuan muda Albert, mari kita menyambutnya," ucap Botak pada Liam.


" Baik," jawab Liam.


Keduanya pun hendak berjalan


menghampiri Albert. Namun, baru juga beberapa langkah Albert sudah berada di hadapan mereka.


" Tuan muda," ucap Botak dan Liam serempak. Kemudian mereka berdua membungkuk hormat.


" Sudah-sudah, kalian berdua kembalilah pada tempat duduk kalian, biar kita membicarakan rencana untuk segera menghancurkan kelompok kalajengking itu," ujar Albert.

__ADS_1


****


Cukup lama mereka semua membicarakan tentang rencana penyerangan terhadap kelompok kalajengking, hingga membuat mereka lelah dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.


__ADS_2