
Sementara di belahan bumi lainnya. Will yang diperintahkan oleh Tuan Simon untuk mencari keberadaan Albert, kini mulai mendapat titik terang. Pasalnya, sejak Albert hilang di Pulau Bali, Tuan Simon tak pernah membiarkan anak buahnya untuk berhenti mencari keberadaan cucunya.
Sebab Ia sangat percaya kalau cucunya itu tidak mungkin mati secepat itu, karena di dalam tubuh Albert mengalir darah murni keturunan keluarga Bridam, yang Ia yakini darah itu akan melindungi Albert dari marabahaya. walaupun itu hanya kemungkinan kecil, mengingat saat itu tubuh Albert yang hilang terbawa arus ombak.
" Bagaimana Will, apa kau sudah mendapat informasi tentang keberadaan cucuku?" tanya Tuan Simon datar tanpa melihat kearah Will, sama sekali.
Will yang melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Tuan Simon padanya, sebenarnya hatinya sangat merasa sedih, tapi apa boleh buat, ini semua karena kesalahan yang Ia lakukan sendiri.
" Tuan, menurut informasi dari salah satu anak buahku, keadaan Tuan muda Albert saat ini baik-baik saja. Namun untuk saat ini mereka belum tau dimana sebenarnya tempat tinggal keluarga yang membawa Tuan Albert.
Tuan Simon, terdiam sejenak mendengar penjelasan Will, tapi di dalam hatinya Ia merasa sedikit lega, karena masih ada orang yang peduli terhadap keadaan cucunya.
" Will, keluarga seperti apa yang menolong cucuku itu?" tanya Tuan Simon kemudian.
" Menurut penyelidikan kami, suami istri itu tidak mempunyai anak. Dan mereka juga berasal dari keluarga terpandang," jelas Will.
Tuan Simon menarik nafasnya dengan sangat lega sekaligus bahagia mendengar penjelasan yang di utarakan oleh Will barusan. Lalu Ia kembali menatap kearah Will. Dan sejurus kemudian Ia berdiri dari tempat duduknya untuk menghampiri Will.
" Terima kasih banyak Will atas kerja kerasmu selama ini, kalau tidak ada dirimu mungkin sampai sekarang aku belum bisa menemukan keberadaan cucuku Albert. Dan aku juga minta maaf kepadamu karena diriku mungkin terlalu keras kepadamu," ucap Tuan Simon sambil menepuk pundak Will.
Sedangkan Will yang mendengar ucapan permintaan maaf dari Tuan Simon, hatinya merasa sangat lega, bahkan Ia sampai meneteskan air mata karena dirinya sendiri tidak percaya mendengar hal itu. secara...Tuan Simon kan termasuk orang terkaya nomor tiga di dunia, mana mungkin Ia mau minta maaf kepada bawahannya.
Namun, apa yang Ia dengar barusan membuat dirinya percaya satu hal. bahwa, tidak semua orang kaya itu kejam dan sombong. bahkan di antara mereka ada yang memiliki hati yang sangat lembut. contohnya seperti Tuan Simon. Yang tidak malu mengungkapkan permintaan maaf kepada bawahannya.
Will langsung mengusap air matanya yang sempat jatuh di atas pipinya, kemudian Ia menatap kearah Tuan Simon yang sudah duduk kembali pada kursi kebesarannya.
" Tuan," panggilnya.
" Ada apa Will?"
" Seharusnya Tuan tidak perlu minta maaf padaku, karena Tuan tidak pantas meminta maaf kepada orang seperti diriku ini, sebab di sini akulah yang melakukan kesalahan. Dan karena diriku juga, Tuan sampai berpisah kembali dengan cucu Tuan," ucap Will dengan sangat sedih, mengingat kelalaian yang Ia perbuat.
__ADS_1
Mendengar ucapan Will barusan, membuat hati Tuan Simon merasa bersalah atas tindakan yang dilakukannya selama ini terhadap Will.
" Will, kau jangan berkata seperti itu, bukankah kau juga sudah aku anggap sebagai cucuku sendiri," ucapnya sambil tersenyum.
Will, melihat kembali ke arah Tuan Simon. Dan di dalam hatinya Ia sangat bersyukur. Karena Tuhan telah mempertemukannya dengan orang yang sangat baik seperti Tuan Simon.
" Terima kasih Tuan, karena selama ini kau juga sudah menolongku. Dan menjadikanku sebagai orang kepercayaan mu sendiri," ucap Will.
" Sudahlah Will, tidak usah kau membahas tentang kejadian itu lagi, lebih baik sekarang kita membicarakan tentang pertemuan yang akan berlangsung besok siang di negara K. Karena Albert tidak ada di sini, maka untuk sementara waktu aku yang akan menggantikan tanggung jawabnya di perusahaan ini," ucap Tuan Simon.
" Baiklah Tuan," ucap Will.
Kemudian Will keluar dari dalam ruangan Tuan Simon dengan hati yang sangat lega. Lalu Ia kembali berjalan menuju kearah ruangannya.
Di Dalam Ruangannya
Seperti yang dikatakan oleh Tuan Simon sebelumnya, bahwa besok akan ada pertemuan dengan seorang klien mereka yang ada di negara K. Untuk membicarakan tentang barang yang akan mereka ekspor ke negara tersebut.
" Akhirnya selesai juga," ucap Will merasa sangat lega.
💦💦💦
Pagi Harinya
Sesuai waktu yang telah ditentukan. Will dan Tuan Simon mulai berangkat ke negara K menggunakan Jet pribadi.
Namun, sepanjang Jet pribadi itu mengudara di atas awan. Tampaknya, tidak ada satupun yang mau memulai perbincangan, sehingga Jet pribadi nan mewah itupun tampak sepi.
Setelah beberapa Jam Jet pribadi itu mengudara di atas awan, kini tibalah saatnya Ia kembali menapakkan rodanya di atas bumi.
" Perjalanan jauh seperti ini, cukup melelahkan bagiku, karena umurku saat ini sudah tidak muda lagi," ucap Tuan Simon.
__ADS_1
Sedangkan Will, yang mendengar ucapan Tuan Simon barusan, kemudian Ia menuntunnya untuk keluar dari dalam Jet pribadi itu.
Di Salah Satu Perusahaan Terbesar Di Negara K
Tampak semua karyawan baik itu Pria ataupun Wanita, semuanya terlihat sangat sibuk. Menyambut kedatangan yang menurut kabar yang mereka dengar Ia adalah salah satu pebisnis terkenal di seluruh dunia.
Will dan Tuan Simon yang sudah sampai di depan perusahaan di negara K tersebut, kemudian Will turun dari dalam mobil. Lalu Ia membukakan pintu untuk Tuan Simon.
" Silahkan Tuan," ucap Will.
" Terima kasih Will," Jawab Tuan Simon. Sambil turun dari dalam mobil mewahnya.
Sedangkan sekretaris pribadi Tuan Hadi yang melihat kedatangan tamu istimewa itu. Kemudian Ia segera mengabari Tuan Hadi untuk mempersiapkan semuanya di dalam ruang meeting.
Setelah memberitahukan tentang kedatangan Tuan Simon kepada Tuan Hadi, sekretaris pribadi Tuan Hadi pun mulai menghampiri tamu istimewa perusahaan mereka.
" Selamat siang Tuan, senang bisa bertemu dengan anda," ucap sekretaris Tuan Hadi. Sambil membungkuk dengan hormat.
" Siang," Jawab Tuan Simon.
" Mari Tuan, biar saya antarkan kedalam ruang meeting," ucap sekretaris Tuan Hadi dengan ramah.
" Baiklah."
Kemudian mereka berjalan perlahan masuk kedalam perusahaan tersebut. Dan di sepanjang perjalanan menuju ruang meeting tampak semua karyawan kantor itu menyambut kedatangan Tuan Simon sambil menundukkan kepala.
Di Dalam Ruang meeting
Tuan Hadi yang sudah menunggu kedatangan Tuan Simon sejak tadi, begitu Ia melihat pintu terbuka lebar, Iapun langsung berdiri dari tempat duduknya.
" Selamat datang di perusahaan ku Tuan Simon," ucapnya sambil mempersilahkan Tuan Simon untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
__ADS_1