Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 61


__ADS_3

Reyboy yang mendengar ucapan Will barusan, membuat dirinya kembali menatap pengawal itu dengan sangat tajam.


Pengawal itupun sampai gemetar kala melihat tatapan Reyboy yang baginya sangat menakutkan, hingga membuat dia kembali menunduk. Dan tak berani melihat kearah Reyboy.


Reyboy melangkah setapak demi setapak, untuk menghampiri pengawal itu. Lalu dia menarik kerah bajunya, hingga membuat pengawal itu hampir kencing di celana sangking takutnya.


Dengan suara lantang, Reyboy pun menanyakan kemana arah mobil itu membawa Zen pergi. Tanpa berani mengucapkan sepatah katapun, pengawal itu hanya menunjuk kearah selatan.


Reyboy mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh pengawal itu. Namun, betapa terkejutnya dia setelah menyadari satu hal.


" Bukankah jalur itu menuju Bandara? Oh... tidak! apa jangan-jangan mereka akan keluar dari kota ini," sarkas Reyboy. Kemudian dia melepaskan tangannya dari kerah baju pengawal itu dengan secepat kilat.


" Tuan Albert, Tuan Will. Ayo kita kejar Zen, sebelum dia benar-benar keluar dari kota ini," ucap Reyboy.


Albert, Will dan juga Botak. Kemudian mereka semua masuk kembali ke dalam mobil. Dan tujuan mereka saat ini adalah Bandara.


Sedangkan Nyonya Amarta yang ditinggal pergi begitu saja oleh Albert bersama dengan yang lainnya, diapun berdecak kesal, kemudian Ia kembali masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


💦💦💦


Dalam perjalanan menuju bandara, Reyboy tampak sibuk menelpon seseorang.


Ya, dia adalah Tuan Hans.


Dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Tuan Hans, Bandara pun akhirnya ditutup. Dan tidak boleh satu orang pun yang boleh keluar, ataupun meninggalkan Bandara.


Pesawat yang tadinya mau lepas landas, terpaksa harus menunda keberangkatannya. Hingga membuat Zen dan Gery yang berada di dalam pesawat sampai melirik satu sama lain.


Gery yang tidak tau apa-apa, dia hanya mampu menggelengkan kepala.


Namun, saat mereka berdua sedang kebingungan, tiba-tiba seorang Pramugari menginformasikan bahwa semua penumpang harus turun dari pesawat. Sebab, ada seorang yang berkuasa di kota itu sedang melakukan kunjungan.


Zen dan Gery kembali melirik satu sama lain. Dan perasaan mereka berdua saat ini sudah tidak karuan.


" Ini bukanlah kunjungan, apa mungkin...?" ucap Gery melirik kearah Zen dengan penuh arti.

__ADS_1


Zen yang mengerti apa maksud ucapan Gery, kemudian dia berlari keluar dari dalam pesawat bak kilat menyambar. Begitu juga dengan Gery, dia mengikuti kemana arah tujuan Zen berlari. Hingga keduanya sampai di ruang tunggu barulah keduanya beristirahat sejenak.


Zen dan Gery mulai memperbaiki Jas hitam mereka yang saat ini sedang berantakan, kemudian keduanya mengatur nafas, setelah itu barulah mereka mulai berjalan seperti biasa.


" Kita harus bisa keluar dari Bandara, bagaimanapun caranya," ucap Zen.


Kemudian keduanya mulai menerobos kerumunan massa, yang terlihat sedang kesal karena perjalanan mereka terganggu.


Sedangkan Albert, Will dan Reyboy beserta kelompoknya yang sudah tiba di Bandara, kemudian mereka mulai mencari keberadaan Zen.


Namun, saat mereka baru saja melewati kerumunan massa, tiba-tiba sebuah Mobil sport berwarna hitam menerobos keluar dari Bandara dengan menabrak beberapa penjaga.


Hal itu membuat Albert dan Reyboy melirik sekilas, dan betapa terkejutnya Reyboy setelah melihat plat nomor mobil tersebut.


" Itu adalah mobil Zen, dan sepertinya dia ingin melarikan diri," teriak Reyboy dengan sangat kencang. Hingga anak buahnya yang mendengar teriakkan Reyboy tersebut langsung mengejar mobil Zen.


Sehingga kejar-kejaran pun tak dapat di hindarkan, dengan sesekali terdengar suara tembakan yang menyuruh Zen untuk berhenti. Namun, Zen yang mendengar teriakkan itu tak menghiraukannya. Sebab, menurutnya lebih baik mati dari pada tertangkap.

__ADS_1


__ADS_2