
Hari berganti hari, bulan berganti bulan.
Keadaan Tania masih sama seperti sebelumnya, hingga pada akhirnya Pak Reno yang
tidak tega melihat keadaan putrinya, kini Ia memutuskan untuk mengirimkannya ke rumah kakaknya di kota J. Dan Ia berpikir, siapa tau setelah tinggal di sana, Tania akan bisa menerima kenyataan kalau sebenarnya Albert sudah tiada.
Dengan demikian, Pak Reno berharap setelah kembali dari kota J, putrinya itu akan melanjutkan kembali kehidupannya seperti sedia kala.
Di Kota J
Tampak seorang gadis yang bernama Rindu, sedang membujuk Tania untuk Ia ajak jalan-jalan bersama dengan temannya.
" Ayolah Tania, kau sudah berada disini, selama satu bulan, tapi kau tidak pernah keluar sama sekali, bagaimana bisa kau melupakan masa lalu mu yang tampak suram itu," sarkas Rindu. sambil mengerucutkan bibirnya hingga beberapa senti ke depan.
Namun, Tania yang mendengar ocehan Rindu, Ia tidak bergeming sama sekali, dirinya bahkan tidak merespon ucapan Rindu. hingga akhirnya Rindu yang merasa di acuhkan oleh Tania, Ia kembali menggoyangkan pundak Tania hingga beberapa kali.
" Ayolah Tania, Aku berjanji padamu sekali ini saja kau ikut bersama denganku, setelah itu aku tidak akan pernah memaksamu lagi," ujar Rindu sambil mengangkat tangannya membentuk
sebuah huruf V.
Kemudian Tania melepaskan genggaman tangan Rindu dari pundaknya, dan menatap lekat kearah manik mata Rindu.
Sedangkan Rindu yang mendapat tatapan tajam dari Tania, gadis itu hanya membalasnya dengan tersenyum manis.
" Kau janji, setelah ini kau tidak akan pernah mengganggu ku lagi," tanya Tania.
" Ya, aku janji," ucap Rindu.
" Baiklah, ayo kita berangkat," jawab Tania singkat, kemudian Ia langsung berdiri dari tempat duduknya.
Bukannya berdiri dari tempat duduknya, Rindu malah memperhatikan penampilan Tania dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" Dengan penampilan seperti ini? tanyanya tiba-tiba.
__ADS_1
" Ya," jawab Tania singkat.
Rindu yang mendengar jawaban Tania barusan, membuatnya geleng-geleng kepala. sebab dirinya sendiri sangatlah bingung melihat tingkah laku Tania belakangan ini. Ia kadang berpikir, bagaimana seorang Tania yang dulu Ia kenal sangatlah memperhatikan penampilannya, tapi sekarang, jangankan memoles wajahnya dengan makeup, bajunya saja tidak Ia ganti.
" Rindu, apa yang sedang kamu pikirkan, kita jadi berangkat atau tidak," sarkas Tania sedikit kesal, karena sejak tadi Ia melihat kalau Rindu tidak bergeming sama sekali dari tempat duduknya.
Rindu baru tersadar dari lamunannya, kala mendengar pertanyaan Tania tersebut. kemudian Ia mengarahkan pandangannya kembali kearah Tania yang tampak sedikit kesal.
" Baiklah, baiklah, kau tidak usah merasa kesal seperti itu, Ayo kita berangkat," jawab Rindu. Sambil menarik tangan kanan Tania. kemudian mereka berdua serempak berjalan menuju kearah Mobil.
Sedangkan Ibunda Rindu yang berada di taman depan rumahnya, ketika Ia melihat, kalau anaknya pergi bersama dengan Tania, Ia kemudian berteriak.
" Sayang...! kalian berdua hati-hati dijalan ya, dan ingat, jangan ngebut," ucap Ibunda Rindu.
" Iya, Bun," jawab Rindu. kemudian Ia menoleh sekilas kearah Bundanya sambil tersenyum.
Setelah itu, barulah mereka berdua masuk kedalam Mobil sport berwarna kuning keemasan tersebut.
Di Dalam Mobil
" Haduh, bagaimana ini," ucap Rindu sambil menepuk jidatnya sendiri.
Sedangkan orang yang ditabrak Mobilnya oleh Rindu, saat ini sedang berjalan kearah mereka, dan tampaknya orang tersebut sangat begitu marah.
Sedangkan Tania yang melihat orang tersebut berjalan menuju kearah mereka, kemudian Ia mau keluar dari dalam mobil, Namun, Rindu yang melihat Tania hendak mau keluar, lalu Ia melarangnya.
" Kau jangan kemana-mana, biarkan aku saja yang menghadapinya," ucap Rindu.
" Tapi...!" ucap Tania merasa tak tega, membiarkan Rindu menghadapi orang itu sendirian.
" Kau tidak perlu merasa khawatir, bukankah ini adalah kota kelahiran ku sendiri, jadi untuk apa aku merasa takut," ujar Rindu sambil tersenyum manis kearah Tania.
" Rindu, lihatlah dia itu seorang laki-laki, sedangkan kau hanya seorang perempuan, jadi biarkan aku membantumu, dan kita menghadapi orang itu bersama-sama," jelas Tania.
__ADS_1
Namun, Rindu yang mendengar ucapan Tania barusan, tampaknya Ia merasa kesal, karena secara tidak langsung Tania meremehkan kemampuannya.
" Tania dengarkan aku, walaupun aku ini seorang perempuan, bukan berarti aku ini lemah. jadi, aku mohon sekali lagi padamu, biarkan aku menyelesaikan kesalahan yang aku perbuat sendiri," sarkas Rindu.
" Baiklah," jawab Tania pasrah. sambil menundukkan kepalanya mendengar ucapan Rindu barusan.
Setelah Rindu berhasil meyakinkan Tania, bahwa dirinya mampu menghadapi orang tersebut sendirian, kemudian Ia langsung membuka pintu mobilnya. Dan tampaklah seorang pria yang terlihat sangat marah menatap tajam kearah Rindu.
Namun, sepertinya Rindu tidak takut sedikitpun, melihat kegarangan pria yang berada di hadapannya, malah Ia tersenyum manis berjalan perlahan mendekati pria tersebut.
" Kenapa kau malah tersenyum sendiri, lihatlah apa yang kamu lakukan terhadap Mobilku, ini semua karena kecerobohan mu," ucap pria tersebut, dengan sedikit membentak.
" Bisakah kau pelankan sedikit suaramu, aku ini seorang perempuan, tidak baik berbicara kasar seperti itu. lagi pula aku akan bertanggung jawab dengan ke salahan yang aku perbuat," ucap Rindu dengan sangat datar.
Sedangkan pria yang berada di hadapan Rindu, dengan melihat ke tenangan yang ditunjukkan olehnya, membuat pria itu merasa sedikit malu.
" Baiklah, baiklah, kita tidak perlu basa-basi lagi, kalau kamu mempunyai uang, berikan padaku sekarang, dan aku menganggapnya sebagai ganti rugi," ucap pria tersebut.
" Baiklah," ucap Rindu sambil mengeluarkan uang yang berada di dalam dompetnya, lalu Ia menyerahkan semuanya kepada pria tersebut.
Setelah itu, barulah pria tersebut terdiam, kemudian Ia mengajak Rindu untuk berbincang-bincang sebentar. karena dirinya tadi sempat mengira, kalau Rindu tidak akan mau tanggung jawab. Namun, apa yang dipikirkannya itu ternyata salah. sehingga membuat dirinya merasa malu dan meminta maaf kepada Rindu.
" Maaf aku," ucap pria tersebut. Sambil menundukkan kepalanya karena malu.
" Hum...! kau tidak perlu minta maaf, karena jika aku dalam posisimu, aku juga pasti akan marah," jawab Rindu sambil tersenyum.
💦💦💦
Sedangkan Tania yang merasa sedikit bosan, karena sejak tadi Ia hanya sendirian di dalam Mobil. Kemudian Ia membuka jendela kaca mobilnya. Sambil melihat kemacetan yang berada tidak jauh dari lokasi Mobil mereka terparkir.
Namun, saat dirinya sedang asik melihat pemandangan kemacetan itu, tiba-tiba Ia terkejut melihat seseorang yang begitu mirip dengan Albert. Bahkan Ia sampai beranjak dari tempat duduknya.
" Bukankah itu adalah Albert," ucapnya sambil mengucek matanya hingga beberapa kali, karena Ia sendiri tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
__ADS_1
Namun, ketika Ia hendak membuka matanya, tiba-tiba orang yang mirip dengan Albert, sudah tidak berada lagi ditempatnya.
" Mungkin, aku hanya salah lihat," lirih Tania.