
Satu Minggu Kemudian
Tuan Simon semakin kecewa terhadap semua anak buahnya, karena tidak pernah menemukan sama sekali tentang keberadaan Albert.
Ia semakin frustasi, kala mendapat informasi kalau saat ini cucu kesayangannya tersebut telah tiada. Namun, walaupun begitu Ia tak akan pernah menyerah sedikitpun untuk mencari keberadaan Albert. karena dirinya sangat yakin dan percaya bahwa Albert akan baik-baik saja.
" Albert, kamu berada di mana sekarang? Kakek sangat merindukanmu," ucapnya. Tanpa terasa air matanya menetes dari kelompok matanya.
****
Berbeda dengan Tania. Gadis cantik itu kini merasa hidupnya seakan tak berguna. Ia hanya mengurung diri di dalam kamar, tanpa keluar sama sekali. sehingga membuat pak Reno yang melihat keadaan putrinya, Ia merasa sangat bersalah karena telah memperbolehkannya untuk berlibur.
" Seandainya aku tidak mengijinkannya untuk berlibur waktu itu, kejadian ini tidak akan mungkin terjadi," batinnya merasa sangat sedih.
Disaat dirinya sedang memikirkan keadaan Tania, tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu yang ternyata itu adalah Robert.
Pak Reno langsung menyuruh Robert untuk segera masuk. Dan dirinya begitu heran atas kedatangan Robert ke rumahnya.
" Untuk apa dia datang ke mari, apa Tania membuat kesalahan selama di Bali," batin Pak Reno tidak tenang.
Kemudian Ia dengan sangat ramah, mempersilahkan Robert untuk duduk di atas Sofa.
" Silahkan duduk Tuan Robert, Anda mau minum apa?" tanya Pak Reno basa-basi.
" Pak Reno tidak perlu repot-repot, karena aku datang ke sini hanya untuk mengetahui keadaan Tania. Bagaimana keadaannya sekarang Pak?" tanya Robert dengan sangat ramah.
Sedangkan Pak Reno yang mendengar pertanyaan Robert barusan, membuat dirinya mengubah pandangannya terhadap Robert selama ini.
Pasalnya, Ia sempat mendengar rumor kalau Robert adalah seorang pria yang sangat dingin, angkuh, dan terkenal sangat menakutkan. maka dari itu, pada saat Tania hendak melamar pekerjaan di perusahaan Albert, Ia sempat memperingatkan putrinya tersebut untuk tidak dekat dengan Robert.
Namun, ketika Ia melihat langsung sifat Robert, Ia bahkan tidak percaya kalau Robert bisa berkata selembut itu.
__ADS_1
" Pak Reno, bagaimana keadaan Tania sekarang," tanya Robert untuk kedua kalinya. karena dirinya belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya sebelumnya.
" Maaf Tuan Robert, aku sempat melamun. karena diriku belum percaya bahwa kau datang berkunjung ke rumahku," ucap Pak Reno.
Kemudian Ia menceritakan keadaan Tania saat ini yang masih sama seperti sebelumnya, dan dia juga mengatakan kalau putrinya itu ternyata belum bisa menerima kenyataan kalau Albert benar-benar sudah tiada.
Sedangkan Robert yang mendengar hal itu, sempat terlintas di dalam pikirannya, seberapa jauh hubungan antara Albert dan Tania di masa lalu. Namun, untuk saat ini Ia belum bisa mencari informasi terkait hubungan adik tirinya itu, karena Ia sendiri belum siap untuk patah hati.
" Jadi bagaimana rencana Pak Reno kedepannya untuk kesehatan Tania," tanya Robert.
" Kalau untuk saat ini, aku belum mempunyai rencana, biarkan dulu pikirannya sedikit tenang, setelah itu barulah aku bisa mengirimnya ke rumah Kakakku yang berada di kota J. Dan aku berharap setelah pulang dari sana, Ia langsung bisa menerima kenyataan kalau Albert benar-benar sudah tiada, dengan demikian dirinya akan menata kehidupannya kembali," jelas Pak Reno.
Kemudian Robert menarik nafasnya dalam, setelah mengetahui rencana Pak Reno tersebut. Namun, tidak dapat di pungkiri bahwa di dalam lubuk hatinya yang paling dalam Ia merasa berat atas keputusan pak Reno itu.
Namun, mau bagaimana lagi? Jika itu untuk kesehatan Tania. Ia akan siap untuk berpisah sementara dengan Tania. Dan berharap setelah pulang dari sana, keadaan Tania akan membaik, dan akan menerima cintanya.
" Baiklah Pak Reno, itu adalah rencana yang baik, tapi apa boleh aku bertanya satu hal padamu? sedikit saja," ucap Robert.
" Maaf sebelumnya Pak, sebenarnya sejauh mana hubungan Albert dengan Tania," tanya Robert. karena pada saat di Villa Robert juga sudah menanyakan hal itu kepada adiknya, tapi Albert sepertinya tidak mengatakan yang sebenarnya. dia hanya mengakui kalau saat itu dirinya tidak mempunyai hubungan apapun dengan Tania.
Namun, Robert begitu heran, jika Tania dan Robert tidak mempunyai hubungan apapun, bagaimana bisa gadis itu merasa sangat kehilangan Albert, dan mengurung dirinya di dalam kamar sampai berminggu-minggu.
Sedangkan Pak Reno yang mendengar pertanyaan Robert tersebut, dirinya sangat bingung, bagaimana cara menjelaskannya kepada Robert.
" Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya," batin Pak Reno kemudian.
" Pak Reno," panggil Robert kembali.
Tanpa bisa berbuat apa-apa lagi, kemudian pak Reno menceritakan sedikit sekuel tentang kisah cinta antara Albert dan Tania.
" Begini Nak Robert. Awalnya, mereka sangatlah saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka menjalin hubungan asmara sampai dua tahun lamanya, tapi...!" ucap Pak Reno menghentikan kata-katanya, kemudian Ia melihat kearah Robert.
__ADS_1
" Tapi apa Pak," tanya Robert. dengan sangat penasaran.
" Sudahlah Nak Robert, itu hanya masa lalu, dan mungkin Tania juga sudah sangat menyesal dengan kejadian itu, bahkan dirinya juga sudah meminta maaf kepada Albert," jawab pak Reno.
" Oh...!" ujar Robert singkat.
Kemudian Ia berdiri dari tempat duduknya. Sambil merapikan Jasnya.
" Apa boleh, sebelum aku pergi aku ingin melihat keadaan Tania," tanya Robert.
" Silahkan Tuan Robert," jawab pak Reno.
Kemudian Pak Reno, membawa Robert menuju kamar Tania.
Setelah sampai di depan pintu kamar Tania, lalu Pak Reno mendorong pintu tersebut, yang ternyata tidak di kunci sama sekali. Dan terlihatlah oleh Robert, keadaan Tania yang sebenarnya.
Gadis itu, keadaannya masih sama seperti di Villa, menangis dipojokan sambil membenamkan wajahnya di kedua lututnya. Dan rambut panjangnya di biarkan tergerai begitu saja.
Robert, yang melihat keadaan Tania, hatinya merasa sangat begitu miris. dan tak tega melihat gadis pujaan hatinya merasa sangat terpuruk begitu.
" Apa perlu kita membawanya ke Dokter, aku takut dengan keadaan hatinya yang terguncang seperti ini, Ia akan melakukan hal yang tidak kita inginkan," ujar Robert sangat pelan, tapi masih terdengar oleh Pak Reno.
" Kalau mengenai hal itu, kau tidak perlu merasa khawatir, aku yakin kalau putriku tidak akan melakukan hal yang sangat di larang dan di benci oleh Tuhannya," ucap Pak Reno. menenangkan hati Robert. Sambil memberanikan diri untuk menepuk pundak Robert dengan sangat pelan.
Robert yang mendengar ucapan Pak Reno, kemudian Ia menundukkan kepalanya. Sambil menarik nafasnya dalam.
" Kalau begitu, aku permisi dulu Pak Reno, soalnya aku masih ada janji dengan klien," ujar Robert.
" Hum...! Tidak apa-apa Tuan Robert, kau sudah menyempatkan diri untuk datang menjenguk putriku Tania, itu saja sudah cukup bagiku, terima kasih banyak," ucap Pak Reno dengan sangat ramah.
Kemudian Ia mengantarkan Robert sampai ke Pintu.
__ADS_1