Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 27


__ADS_3

Sementara itu, Rindu yang sudah menyelesaikan urusannya dengan pria tersebut, kemudian Ia kembali masuk kedalam Mobil.


" Huh...! Akhirnya selesai juga," ucapnya sambil menutup pintu Mobilnya dengan sedikit keras, hingga membuat Tania yang sedang melamun, bahkan hampir terlonjak, karena kaget mendengar suara keras yang ditimbulkan oleh pintu Mobil tersebut.


" Ada apa? kau melamun ya," tebak Rindu kemudian. Dan tidak lupa pula Ia memasang senyum devil nya.


" T.. tidak," jawab Tania terbata, kemudian Ia kembali memperbaiki posisi duduknya.


" Jangan bohong, karena ekspresi yang kau tunjukkan barusan padaku, aku bisa menebak kalau saat ini dirimu sedang melihat hantu, benar atau tidak?" tebak Rindu kembali sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Ah...! Kau ini, masa di siang bolong begini ada hantu," kilah Tania. kemudian Ia memperbaiki rambut panjangnya yang tampak sedikit berantakan. karena hembusan angin.


" Baiklah, baiklah, aku percaya dengan ucapan mu. Dan sekarang lebih baik kau pasang sabuk pengaman mu, karena aku ingin cepat-cepat sampai pada tujuan kita," ucap Rindu.


Kemudian, Ia kembali menyalakan Mobilnya. Dan melajukan nya dengan kecepatan sedang.


Dalam perjalanan Tania tampak diam membisu, karena Ia tidak ingin mengganggu konsentrasi Rindu saat mengemudikan mobil.


Tanpa menunggu lama. Akhirnya, Mobil sport itupun berhenti di depan sebuah kafe. Yang tampak sangat menyejukkan mata dengan pemandangannya yang sangat begitu indah.


" Wah...! Indahnya," ucap Tania tanpa sadar.


Kemudian Tania dengan semangatnya keluar dari dalam mobil. Namun, saat Ia hendak masuk kedalam kafe, tiba-tiba Ia menghentikan langkahnya. lalu Ia mundur beberapa langkah kebelakang.


Sebab, saat ini dirinya sangat begitu kaget, sekaligus penasaran. ketika melihat Motor gede yang terparkir di depan kafe tersebut.


" Bukankah itu adalah, motor yang dikendarai oleh orang yang begitu mirip dengan Albert," batin Tania. Dan disaat dirinya sedang melamun, tiba-tiba sebuah tepukan lembut mendarat di pundaknya.


" Ada apa lagi? Kenapa kau tiba-tiba menghentikan langkahmu? ayo kita masuk ke dalam," ajak Rindu. tanpa tau penyebab apa yang membuat Tania menghentikan langkah kakinya.


" Tidak apa-apa, aku hanya sedang tidak enak badan, jadi aku minta padamu, kau masuklah duluan, nanti aku akan menyusul mu," pinta Tania. sambil mendorong tubuh Rindu untuk segera masuk kedalam kafe.


Namun ternyata, apa yang dilakukan oleh Tania tersebut, mengundang sedikit pertanyaan didalam benaknya, karena sebelumnya Ia sempat melihat, kalau Tania sangat begitu bersemangat untuk masuk kedalam kafe. Tapi, kenapa sekarang Ia malah berhenti di depan kafe? bukankah hal itu aneh!


" Tidak bisa Tania, bukankah kita berdua datang ke mari untuk bersenang-senang, dan didalam juga ada karoke nya, nanti kamu bisa bernyanyi, dan melepaskan semua keluh kesah mu dengan sebuah lagu," ucap Rindu, sembari menarik tangan Tania.


" Tapi...!" ucap Tania sambil melepaskan genggaman tangan Rindu.

__ADS_1


" Ayolah Tania, tidak ada tapi-tapian," jawab Rindu sambil menggenggam tangan Tania kembali, lalu Ia menariknya dengan sedikit paksa.


" Baiklah, tapi lepaskan dulu genggaman tangan mu, aku merasa sedikit sakit, karena kau menariknya dengan sedikit paksa," ucap Tania sambil tersenyum manis.


" Oh... Iya, kenapa aku sampai lupa? kamu kan bukan anak kecil lagi, yang apa-apa harus di paksa," cengir Rindu. Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian Ia tersenyum masam ke arah Tania.


" Bukan seperti itu Rindu, aku hanya penasaran dengan pemilik Motor gede yang terparkir tidak jauh dari Mobil sport kita," ucap Tania. Sambil menunjuk kearah Motor gede yang berwarna hitam tersebut.


Sedangkan Rindu yang sangat penasaran dengan Motor gede yang ditunjuk oleh Tania, kemudian Ia langsung mengarahkan pandangannya kearah tersebut.


" Yang mana?" tanya Rindu.


" Itu, yang di sebelah kanan Mobil warna merah," jawab Tania.


" Oh...Yang itu," ujar Rindu.


" Iya," jawab Tania singkat.


Kemudian Rindu memperhatikan sekilas Motor gede yang ditunjuk oleh Tania sebelumnya, lalu Ia berpikir sejenak, lalu dirinya mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di kening.


Sedangkan Tania yang mendengar ucapan Rindu barusan, Ia bahkan kaget bukan kepalang, kala mengetahui kalau Rindu ternyata mengenal nama orang tersebut.


💦💦💦


Flashback


Disaat Zen mengikat tubuh Albert. Dan membuangnya ke laut, rupanya Zen pada saat itu lupa memeriksa denyut nadi Albert.


Karena Zen pikir, kalau Albert sudah benar-benar tidak bernyawa, sebab pada saat mereka menarik tubuh Albert dengan tali, kepala Albert sampai beberapa kali terbentur ke karang.


Ha...ha..ha


" Aku tidak menyangka, kalau pekerjaan kita akan selesai semudah ini, bahkan tidak ada halangan sama sekali, ini semua berkat ombak itu," ucap Zen kepada anak buahnya, kemudian Ia kembali tertawa terbahak.


Setelah mereka membuang tubuh Albert ke dasar laut, Zen beserta anak buahnya meninggalkan tempat itu dengan secepat kilat, karena mereka khawatir, anak buah Will akan mengetahui keberadaan mereka.


Namun ternyata, dugaan mereka sebelumnya benar, sebab setelah Zen dan anak buahnya meninggalkan tempat tersebut, dalam kurun waktu lima menit, anak buah Will, sudah sampai di tempat mereka membuang Albert tadi.

__ADS_1


" Untung saja, kita cepat bergegas meninggalkan tempat itu, kalau tidak? aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi terhadap kita semua," ucap Zen.


" Tapi Bos, Apakah mereka akan menemukan keberadaan Albert," Tanya salah satu anak buah Zen.


Zen terdiam sejenak, mendengar pertanyaan anak buahnya. Dan sejurus kemudian Iapun kembali tertawa.


Ha...ha..ha


" Kau tidak perlu merasa khawatir begitu, karena aku sangat yakin, saat ini tubuh yang sudah tidak bernyawa itu, kini telah di hempaskan oleh gelombang ombak ke tempat yang sangat jauh," ucap Zen. sambil menepuk pundak anak buahnya dengan sedikit kasar.


Ternyata apa yang dikatakan oleh Zen terbukti benar, kalau tubuh Albert sudah di bawa oleh ombak, sampai ke daratan. Dan ke betulan, tubuh yang tidak berdaya itu, telah di temukan oleh sepasang suami istri paruh baya.


Kemudian suami istri itu, memerintahkan Pelayan mereka untuk membawa Albert masuk kedalam Villa mewahnya.


Lalu menyuruh salah satu asisten pribadi mereka, untuk segera memanggil seorang Dokter.


Tidak kurang dari sepuluh menit. Dokter itupun sudah datang ke Villa mewah mereka untuk memeriksa keadaan Albert.


Setelah selesai memeriksa keadaan Albert, kemudian sang Dokter langsung menghampiri sepasang suami istri itu, sambil menjelaskan keadaan Albert yang sebenarnya. Dan Dokter itu pun mengatakan kalau saat ini Albert sedang lupa ingatan.


" Pah, mungkin ini adalah kesempatan kita untuk memiliki seorang anak," ucap Rianti.


" Tapi Mah, bagaimana kalau suatu saat nanti, Ia kembali mengingat semua tentang dirinya, apa Mama tidak merasa sakit hati," ucap Tuan Hadi. sambil menatap lekat kearah manik mata istri tercintanya.


" Tidak Pah, kalau sampai hari itu tiba, Mama sudah siap menerima konsekuensinya, walaupun nanti Ia akan memarahi ku, membentak ku," aku akan menerimanya dengan lapang dada," ucap Bu Rianti. dengan sangat lembut.


" Yasudah, kalau itu memang sudah menjadi keputusan Mama, Papa hanya bisa mendukung Mama," jawab Pak Hadi. sambil tersenyum kearah istrinya.


" Baiklah Pah, kalau begitu kira-kira Nama anak kita, siapa?"


" Hum...! Bagaimana kalau kita memanggilnya dengan nama Adrian."


" Nama yang bagus," ujar Bu Rianti sambil tersenyum manis.


Kemudian Bu Rianti menghampiri Albert yang sedang terbaring tak berdaya di atas ranjang, lalu Ia mengusap rambut Albert dengan penuh kasih sayang.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2