
Setelah mengetahui persembunyian Zen. Albert, Will dan juga Botak langsung meluncur secepat kilat menggunakan Jet pribadi milik Keluarga Bridam.
Tampak wajah Albert memancarkan sinar kebahagiaan. Sebab, sudah lama dia ingin membalaskan dendam terhadap Zen, namun belum kesampaian, karena dia dan kakeknya Tuan Simon tidak pernah tau dimana lokasi persembunyian Zen.
" Inilah saatnya aku membalaskan dendam atas perbuatannya dulu padaku," batin Albert.
Kemudian dia bersama Will mulai masuk kedalam Jet pribadi. Keduanya tampak membicarakan tentang rencana mereka saat tiba di rumah Amarta. Atau lebih tepat penjara bagi ibu tirinya itu karena sudah bekerja sama dengan Zen untuk menghabisi nyawa Albert pada waktu itu.
Pesawat Jet pribadi itupun terus melaju kencang membelah awan. Sedangkan Albert, Will dan juga Botak tampaknya mulai merasa lelah, hingga mereka bertiga pun akhirnya mengistirahatkan tubuh mereka sesaat.
Cukup lama Jet pribadi milik keluarga Bridam itu mengudara di atas awan. Hingga akhirnya tibalah saatnya untuk mendarat kembali.
Pramugari nan cantik seksi, datang untuk menghampiri Albert dan mengatakan kalau sebentar lagi mereka akan sampai.
" Baiklah, terima kasih," ucap Albert.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian, Jet pribadi itupun sudah menapakkan roda di atas aspal. Dan itu tandanya Jet pribadi itu sebentar lagi akan berhenti.
Albert mulai bersiap-siap, begitu juga dengan Will. hingga sepersekian detik kemudian Jet pribadi itupun benar-benar telah berhenti.
Albert pun turun. Namun, baru saja Albert turun dari tangga dan hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Ponsel yang berada di saku Jasnya berbunyi. Yang ternyata itu adalah panggilan dari kakeknya Tuan Simon.
" Ada apa Kakek," jawab Albert sambil masuk ke dalam mobil.
Lalu Tuan Simon berbicara kepada Albert, sekaligus mengingatkan cucunya kalau lawan mereka kali ini bukanlah orang sembarangan.
" Iya kakek aku mengerti," jawab Albert kemudian.
" Baiklah Kakek," jawab Albert.
Kemudian Tuan Simon mematikan sambungan telponnya terhadap Albert.
__ADS_1
Setelah Albert selesai berbicara terhadap kakeknya, tiba-tiba sekelompok orang berpakaian serba hitam datang menghampiri Albert.
Hingga membuat Albert sampai mengerutkan kening, pasalnya dia baru juga sampai, dan tidak mengenal sekelompok orang yang menghampiri mereka satu orang pun.
" Siapa mereka," batin Albert. Lalu dia kembali keluar dari dalam mobil. Sebab, salah satu pria tinggi besar datang menghampirinya dan sejak tadi tidak berhenti mengetuk pintu kaca mobil. Hingga mau tidak mau akhirnya Albert pun keluar dari dalam mobil.
" Anda siapa? Kenapa kau mengganggu perjalanan ku?" tanya Albert kemudian.
Tampak raut wajah Albert merasa tidak senang, karena sekelompok orang berbaju hitam itu telah mengganggu perjalanannya.
Namun, hal yang tidak disangka-sangka Albert terjadi di hadapannya. Sekelompok orang berbaju hitam itu semuanya kini telah membungkuk hormat kepada dirinya.
" Maaf Tuan Albert, kami adalah orang suruhan Tuan Hans, dan kami semua ditugaskan untuk menjemput anda ke mari, dan aku juga minta maaf karena telah mengganggu perjalanan mu," ucap orang suruhan Tuan Hans itu yang ternyata namanya adalah Reyboy.
" Oh... ternyata kau suruhan Tuan Hans, baiklah tidak masalah," ucap Albert.
__ADS_1
Kemudian Albert menyuruhnya untuk memperkenalkan namanya.
" Namaku Reyboy, Tuan," ucapnya sambil membungkuk hormat.