
Tiga Hari Kemudian
Untuk pertama kali. Dion kembali menapakkan kaki di kota kelahirannya. Sejak hampir Dua Tahun terakhir ini dia tinggalkan. Sebab, ia telah mendapat kabar kalau adiknya Gani sudah Tiga hari tidak pulang ke rumah, dan hal itu membuat ayah Gani merasa cemas. Hingga dia menelpon Dion dan menyuruhnya untuk segera pulang ke rumah.
Sekarang. Disinilah Dion berada, tepat di dalam ruang keluarga, dan kini dia sedang berbincang-bincang bersama dengan ayahnya.
" Ayah, coba ingat-ingat, apakah sebelumya Gani memberitahumu kemana dia pergi?" tanya Dion.
Ayahnya terdiam sesaat, sambil memikirkan apakah Gani memberi tau atau tidak.
Namun, sejurus kemudian dia menggelengkan kepala, pertanda Gani benar-benar tidak memberi taunya sama sekali.
Dion kembali menarik nafas dalam. Lalu dia menghembuskan nya dengan perlahan.
" Kalau seperti ini bagaimana kita tau kemana dia pergi," ujar Dion dengan sangat lemah. Lalu dia menundukkan kepala, karena dirinya merasa sedikit putus asa.
" Apa yang harus kita lakukan Nak, Ayah sudah Tiga hari ini menghubungi nomor Ponselnya. Namun, dia tidak pernah mengangkatnya sama sekali, tapi....!" ucapnya tiba-tiba berhenti karena dia mengingat sesuatu.
" Tapi kenapa? Apa Ayah mengingat sesuatu?" tanya Dion dengan cukup semangat.
" Iya Nak, kalau tidak salah, sebelum dia berangkat ke kantor. Pada saat kami melakukan sarapan pagi dia sempat pamit pada ayah, katanya dia akan terlambat pulang. Karena ada salah satu temannya yang berulang tahun, dan mereka merayakannya di sebuah Club malam," ujar tuan Baskara.
Dion terdiam sesaat, mendengar penjelasan Ayahnya, kemudian dia berdiri dari tempat duduknya.
Melihat hal itu, membuat tuan Baskara juga ikut berdiri dari tempat duduknya.
" Kau mau kemana Nak?" tanya tuan Baskara. Sambil menahan lengan Dion yang hendak meninggalkannya di ruang tamu.
Kemudian dia berhenti, lalu Dion melepaskan genggaman tangan ayahnya dengan perlahan.
" Ayah, tenanglah. Aku akan memulai pencarian Gani dari Club malam itu, dan mungkin dari sana kita bisa mendapat petunjuk dimana keberadaan Gani saat ini," ucap Dion sambil meraih jaketnya yang berada di atas Sofa.
" Baik Nak. Tapi ingat, kamu harus hati-hati dan jangan gegabah, sebab kita tidak tau apa motif dibalik hilangnya Gani," ujar tuan Baskara.
" Iya Ayah."
__ADS_1
Kemudian Dion bergegas keluar rumah, dan sekarang tujuannya adalah Club malam yang terakhir kali di kunjungi oleh Gani.
Mobil yang dikendarai oleh Dion pun terus melaju kencang membelah jalanan ibukota, hingga akhirnya berhenti di depan sebuah Club malam yang di bicarakan oleh ayahnya tadi, dan kini diapun memasang kaca mata hitam, berharap tidak ada satupun yang mengenalnya, karena Ia akan fokus mencari informasi keberadaan Gani.
Dion mulai berjalan memasuki Club malam itu dengan sangat santai.kemudian dia langsung masuk ke dalam ruangan VIP.
Di Dalam Ruang VIP
Dion mulai memperhatikan tamu yang berkunjung. Namun, dari sekian banyak pengunjung Club malam itu tidak ada satupun yang gelagatnya cukup mencurigakan.
Sehingga dia memutuskan untuk keluar dari dalam ruangan VIP itu, dan berbaur dengan pengunjung lainnya.
Tanpa Dion sadari, ternyata sejak tadi seorang perempuan berparas cantik nan seksi sedang memperhatikan dirinya. Dan kini wanita itupun sudah mulai berjalan anggun ke arah Dion, sambil membawa sebotol minuman.
" Apa kau mau minum tuan?" tanya wanita itu dengan lembut.
Dion yang sebelumnya tidak menyadari kedatangan wanita itu langsung membuka kaca mata hitamnya karena dia merasa cukup kaget.
Lalu keduanya saling beradu pandang, menikmati sejenak pesona dan karisma yang keluar dari dalam tubuh mereka masing-masing.
" Hm...! Boleh," ucap Dion dengan sedikit terbata.
Dengan memasang senyum termanisnya, wanita itupun kini menuangkan minuman itu kedalam gelas Dion.
" Apa kau pernah datang kesini sebelumnya," tanya wanita itu basa-basi.
Bukannya menjawab pertanyaan wanita itu, Dion malah menarik tangan, dan membawa masuk ke dalam ruangan VIP yang sebelumnya dia pesan.
Wanita itu tidak berontak, dan dia hanya mengikuti langkah kaki Dion sambil menyunggingkan senyuman.
Di Dalam Ruangan VIP
" Sepertinya kau sudah tidak sabar, menikmati tubuh indah ku ini," ucap wanita itu dengan tersenyum menggoda.
Dion berdecak kesal mendengar ucapan wanita itu, meski tidak dapat di pungkiri bahwa sebenarnya dia sangat tergoda dengan wanita yang berada di sampingnya. Namun, hal itu dia urungkan karena ada pekerjaan yang lebih penting dari apapun.
__ADS_1
Tanpa basa-basi lagi, Dion segera merogoh kantong Jas yang dia pakai dan mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya. Kemudian dia duduk di samping wanita itu, sambil memperlihatkan foto Gani.
" Apa kau mengenal Pemuda ini," tanya Dion kemudian.
Wanita itu sedikit terperanjat ketika melihat foto yang ditunjukkan oleh lelaki yang tidak dia kenal tersebut. Lalu dia menoleh ke arah Dion dengan sangat serius.
" Apa kau punya hubungan dengannya?" tanya wanita itu.
" Nanti saja aku menjawab pertanyaan mu, yang lebih penting jawab dulu pertanyaan ku sebelumnya, dan jika kau memberikan informasi padaku, aku bisa memberimu hadiah," ucap Dion sambil meletakkan Uang segepok di atas meja.
Jiwa matre wanita cantik itupun langsung bergetar hebat melihat jumlah uang yang bernilai lumayan fantastis itu, dan tanpa sadar Ia membuka mulutnya agak sedikit lebar, karena merasa cukup kaget melihat uang yang berada di atas meja. Dan sejurus kemudian, Iapun langsung mengambilnya.
" Baiklah, informasi apa yang kamu inginkan dariku, tapi sebelum itu, aku ingin mengetahui siapa nama anda," tanya wanita dengan sangat cepat.
Kemudian Dion mengulurkan tangannya, dan memperkenalkan namanya pada wanita itu.
" Tolonglah... Aku hanya ingin kamu menceritakan tentang kejadian tiga hari yang lalu, dimana Pemuda yang di foto ini sedang merayakan hari ulang tahun bersama dengan temannya di Club malam ini," jawab Dion.
Wanita itu terdiam sesaat, lalu dia melirik sekilas ke seluruh sudut ruangan, dan memastikan kalau ruangan itu benar-benar aman, sebab dia takut kalau ada orang yang mendengar perbincangan mereka.
Setelah memastikan kalau ruangan itu benar-benar aman, kemudian wanita itu menggeser posisi duduknya kearah Dion.
" Tuan Dion, memang Tiga hari yang lalu, ada kejadian dimana seorang pemuda di seret paksa oleh seseorang yang bertubuh kekar keluar dari dalam Club malam ini, tapi aku tidak melihat jelas wajahnya," ucap wanita itu dengan sedikit berbisik.
Dion terdiam sejenak, lalu dia mengajukan kembali pertanyaan kepada wanita itu.
" Apa kau melihat wajah orang yang menyeret pemuda itu?" tanya Dion kembali.
Lalu wanita itu, mendekatkan wajahnya ke telinga Dion dan berbisik.
" Kalau aku tidak salah lihat, dia itu Bodyguard nya tuan Albert, cucunya tuan Simon," ucap wanita itu.
Dion yang mendengar nama itu, langsung tersentak kaget.
" Apa...!" ucapnya dengan sedikit berteriak.
__ADS_1