
Setelah Albert selesai membuka kancing baju pengantin Tania, diapun kembali masuk kedalam kamar mandi. Dengan wajah yang bersemu merah.
Lalu dia mengunci pintu kamar mandi itu dengan sangat rapat.
" Huh... kenapa jantungku serasa mau copot, padahal aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, apa lagi saat berduaan dengan Albert, tapi sekarang kenapa rasanya berbeda?" batin Tania sambil menyandarkan punggungnya di belakang pintu.
Lalu dia tersenyum manis sambil memegang dada dan merasakan kalau saat ini jantungnya semakin berdegup kencang.
Kemudian Tania menutup mata, dan mulai menetralkan gejolak yang bergemuruh di dalam hatinya.
" Huh... tenangkan dirimu Tania, tenanglah dirimu," ucapnya terus berbicara pada dirinya sendiri.
Lalu dia menarik nafas dalam, dan menghembuskan nya secara perlahan. Dan Tania melakukan hal itu hingga beberapa kali, barulah dia merasa tenang.
Setelah Tania merasa tenang, kemudian dia membuka baju pengantin yang melekat pada tubuhnya satu persatu. Lalu dia mulai memasuki bathub dan berendam di dalamnya.
Sedangkan Albert yang berada di luar, tiba-tiba Ia merasakan kalau saat ini dirinya ingin buang air kecil, tapi sudah hampir dua jam Tania belum juga keluar dari kamar mandi.
" Apa yang dia lakukan di kamar mandi? apa mungkin dia tertidur," pikir Albert. Kemudian Albert berjalan menuju pintu kamar mandi dan mengetuknya.
Tok...tok...tok
" Tania... Tania," panggil Albert sambil mengetuk pintu. Namun tak ada sahutan sama sekali dari dalam, hingga membuat Albert merasa cukup khawatir.
Kemudian Albert memutar kenop pintu kamar mandi tersebut. Namun, sudah beberapa kali Ia coba tapi pintu itu tetap tidak bisa di buka.
" Apa mungkin Tania menguncinya dari dalam," ucap Albert. Lalu diapun mundur beberapa langkah kebelakang dan hendak mendobraknya.
Namun, saat Albert sudah melangkah dan hendak mendobrak pintu tersebut, tiba-tiba Tania membukanya dari dalam. Dan hal itu membuat Albert tak sanggup lagi mengendalikan tubuhnya.
__ADS_1
Dan....
Bruk..
Albert pun menabrak Tania hingga terjatuh ke atas lantai, lalu Tania menutup mata, sebab dia baru sadar kalo dia hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian sensitifnya.
" Aw....!" teriak Tania saat merasakan benda kenyal miliknya tertekan oleh tubuh atletis Albert.
Namun berbeda dengan Albert, dia merasa sangat panik saat mendengar teriakkan Tania.
" Apa kau merasa sakit," tanya Albert panik. Kemudian diapun memeriksa seluruh tubuh Tania.
Satu...
Dua...
Tiga...
" Tania, kenapa kau tidak memakai baju," pertanyaan konyol itupun lolos begitu saja dari bibir Albert.
Sedangkan Tania yang mendengar pertanyaan konyol Albert, akhirnya dia merasa kesal. Dan memungut kembali handuk yang sempat terlepas dari tubuh seksinya. Kemudian dia kembali melilitkan handuk itu pada tubuhnya.
" Kau itu aneh sekali, bukankah aku baru saja mandi. Dan kau, apa yang ingin kamu lakukan? kenapa kau tiba-tiba berlari ke arahku?" tanya Tania dengan sedikit kesal.
" A....aku...aku," ucapnya terbata. Kemudian Albert menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu dia kembali mendekat ke arah Tania dan langsung memeluknya.
" Aku ingin mandi bersamamu," bisik Albert di telinga Tania dengan sangat lembut.
" Albert... aku sudah mandi. Jika kau ingin mandi silahkan saja kau mandi sendiri," ujar Tania seraya berjalan meninggalkan Albert.
__ADS_1
Namun, rencana Tania yang hendak meninggalkan Albert, justru membuatnya terjatuh ke pelukan Albert.
Ya. Tania tiba-tiba terpeleset, karena mungkin tetesan rambutnya membasahi lantai. Hingga membuat lantai itu licin.
" Aw...!" pekik Tania yang terjatuh tepat didalam pelukan Albert.
Lalu mata keduanya saling beradu pandang, hingga menimbulkan getaran yang membuncah di dalam diri mereka masing-masing. Dan Albert pun mulai terbawa suasana. Kemudian dia mulai membungkam bibir Tania dengan bibirnya.
Sedangkan Tania, ingin rasanya dia menolak atas perlakuan Albert padanya. Namun tubuhnya merespon lain. Dan sekarang dia mulai merasakan kalau tubuhnya seakan tersengat aliran listrik tegangan tinggi.
Gelegar...
Dan tanpa sadar, ******* mulai lolos dari bibir seksi Tania.
Sementara Albert yang mendengar ******* Tania, dia tampak tersenyum puas dan mulai memperdalam ciumannya, dan kini ciuman mereka semakin liar.
Tidak hanya itu, Albert pun mulai melepas bibirnya dari bibir Tania dan berpindah ke leher jenjang Tania.
Hingga beberapa menit berlalu, Albert pun mulai melihat ekspresi istrinya yang sudah mulai ngos-ngosan.
Kemudian dia mengangkat tubuh Tania dan membawanya ke atas ranjang.
" Apa kau sudah siap untuk melakukan malam pengantin denganku?" tanya Albert. Kemudian dia meletakkan tubuh Tania di atas ranjang dengan sangat lembut.
Tania tidak mengucapkan sepatah katapun, melainkan dia hanya menganggukkan kepala.
Kemudian terjadilah malam panas nan panjang antara Albert dan Tania.
***
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote ya.
Sampai jumpa di episode selanjutnya 😊😊😊