Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 60


__ADS_3

Cukup lama Will bersama yang lainnya menggeledah tempat tinggal Nyonya Amarta. Namun, mereka tidak menemukan sama sekali ciri-ciri orang yang disebutkan oleh Zay sebelumya. Dan Botak juga sudah mencari ke seluruh sudut penjuru rumah itu, bahkan ke atas genteng sekalipun Botak sudah mencarinya. Tapi lagi-lagi usaha yang dilakukannya itu nihil.


Sedangkan Reyboy dan anak buahnya saat ini sedang memeriksa satu persatu pengawal Albert yang selama ini ditugaskan oleh Tuan Simon untuk menjaga Nyonya Amarta.


Kadang-kadang dia menarik jenggot para pengawal, yang Reyboy pikir mungkin itu adalah palsu.


Namun, ternyata apa yang dia pikirkan itu salah. Semua para pengawal yang berkumpul di halaman rumah itu ternyata jenggotnya asli semua.


Will dan Botak juga sudah kembali, dan kini mereka sedang melaporkan pekerjaannya kepada Albert. Albert yang sedang duduk di atas kursi sederhana itupun langsung berdiri, begitu Will dan Botak mengatakan kalau mereka tidak menemukan ciri-ciri yang disebutkan oleh Zay tempo hari.


" Bagaimana mungkin, apa dia sudah tau kedatangan kita ke mari?" tanya Albert akhirnya. Dan wajahnya kini tampak tidak bersemangat, begitu mendengar laporan Will barusan.


Sedangkan pengawal yang menghampiri Albert sebelumnya, kini diapun kembali mendekat ke arah Albert, dan dia menanyakan bagaimana ciri-ciri orang yang dimaksud oleh Albert.

__ADS_1


Albert mulai menceritakan ciri-ciri orang yang dia cari kepada pengawal tersebut.


" Orangnya tinggi besar, rambutnya juga agak panjang, dan jenggotnya juga panjang, tapi aku rasa jenggotnya itu adalah palsu," jelas Albert.


Pengawal yang mendengar penjelasan Albert barusan, membuatnya sangat terkejut.


" A... apa? mungkinkah dia itu S...Soni?" ujar pengawal itu dengan sangat terbata. Pasalnya dia belum bisa menetralkan keterkejutan dirinya


" Iya, kau benar. Nama samarannya adalah Soni, dan nama aslinya itu adalah Zen. Sekarang apa kau tau dia berada dimana ?" tanya Albert.


" Aku tidak tau Tuan. Sebab, Lima menit yang lalu baru saja dia meninggalkan rumah ini lewat pintu belakang, bersama dengan seseorang, dan kami semua juga minta maaf, karena tidak menyadari kalau Zen yang Tuan muda cari selama ini bersembunyi bersama kami," ucapnya yang masih menunduk.


" Tidak apa-apa," ucap Albert lesu. kemudian dia kembali duduk di atas kursi sederhana itu, sambil memikirkan apa yang dia lakukan sekarang.

__ADS_1


Sedangkan Reyboy yang mendengar penuturan pengawal itu, kemudian dia mendekat ke arahnya. Dan menanyakan kepada pengawal itu bagaimana ciri-ciri orang yang bersama Zen.


Pengawal itupun mulai menceritakan bagaimana ciri-ciri orang tersebut dengan sangat detail, bahkan plat nomor kendaraan yang digunakan oleh orang itu dia berikan kepada Reyboy.


Reyboy yang melihat nomor plat kendaraan itupun langsung terlonjak kaget.


" B... bukankah dia yang menghalangi jalan kita tadi siang, dan aku juga sempat menegurnya," ucap Reyboy dengan terbata.


Albert langsung berdiri dari tempat duduknya, ketika mendengar ucapan Reyboy barusan.


" Benarkah? apa kau yakin?"


" Iya Tuan muda Albert, aku tidak mungkin salah, aku juga melihat sekilas nomor plat mobilnya," ucap Reyboy yakin.

__ADS_1


" Oh... tidak! apa dia itu adalah anak buah Zen? apa jangan-jangan dia juga yang telah memberitahukan kedatangan kita kepada Zen?" timpal Will dari arah belakang.


Albert, Botak dan Reyboy. Mereka semua mengarahkan pandangannya ke arah Will. Dan sepertinya apa yang dikatakan oleh Will itu memang benar.


__ADS_2