Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 90


__ADS_3

Dion yang baru saja keluar dari dalam ruangan penyekapan Tania, tiba-tiba anak buah Zen memanggil dirinya.


" Dion," panggil Rifki sembari tersenyum bahagia.


Ya, Setelah kabar kematian Zen, Rifki lah yang menjadi pengganti pemimpin kelompok kalajengking yang baru.


" Ada apa?" jawab Dion.


" Duduklah dulu ada kabar gembira yang ingin aku sampaikan padamu," ujar Rifki lagi-lagi menyunggingkan senyuman termanisnya.


Dion pun duduk di atas kursi, kemudian Rifki menunjukkan laptop yang berada di hadapannya kepada Dion.


Namun, saat Dion melihat laptop yang disodorkan oleh Rifki padanya, bola mata Dion hampir keluar dari sarangnya saat melihat sudah ada tiga pria hidung belang yang memesan Tania untuk tidur dengan mereka malam ini. Dengan penawaran yang cukup Fantastis tentunya.


Dion terus saja memandang layar laptop itu tanpa berkedip.


" Kalau seperti ini terus, aku akan bisa membangkitkan kembali perusahaan mendiang ayahku," batin Dion.


Kemudian dia tersenyum bahagia.

__ADS_1


" Rasakan kau Albert, sebentar lagi balas dendam yang aku pendam selama ini akan terwujud. Dan aku rasa ini adalah balasan yang cocok untuk kalian berdua," batin Dion.


Kemudian dia kembali terbayang pada masa lalu, dimana Tania memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Karena Tania berniat kembali pada Albert. Saat itu Ia merasa sangat terpuruk dan putus asa, hingga dia pergi ke luar negeri untuk menenangkan pikiran.


Namun, saat mendengar kabar dari ayahnya kalau adiknya Gani tiba-tiba menghilang, Dion pun berniat kembali ke kota asalnya. Tapi dia tidak pernah menyangka saat dia kembali, adiknya Gani sudah menjadi mayat dan kematiannya pun cukup mengenaskan.


Selidik demi selidik, akhirnya Dion pun mengetahui kalau adiknya Gani meninggal dunia karena di bunuh oleh anak buah Albert.


Mulai sejak itulah dendam Dion pada Albert sampai di puncaknya.


Sedangkan Rifki yang melihat ekspresi Dion, lalu dia meraih laptop yang berada di tangan Dion.


Dion tersenyum lebar, karena itulah yang dia inginkan selama ini. Albert mati perlahan, tanpa dia melakukan sesuatu terhadap pria itu, sedangkan Tania Ia akan menjadikan wanita itu sebagai ladang uang baginya.


" Benar-benar ide yang cemerlang," jawab Dion akhirnya.


" Baiklah Tuan Dion, kau adalah partner ku, dan sekarang lebih baik kau urus wanita itu dan buat dia berdandan secantik mungkin, dan satu hal lagi, kau jangan lupa memakaikan pakaian yang seksi padanya, agar pelanggan kita puas nantinya," ujar Rifki. Kemudian dia pun meninggalkan Dion.


Setelah kepergian Rifki, Dion pun mulai beraksi dengan memanggil dua wanita yang menjadi pelayan setia Rifki.

__ADS_1


" Rina, Rani," panggil Dion.


" Ada apa Tuan," jawab kedua wanita kembar itu serempak. Kemudian mereka berdua berjalan mendekat kearah Dion.


Dion pun mulai menjelaskan pada dua wanita kembar itu, Bahwa sebentar lagi dia akan membawa wanita yang berada di dalam ruangan penyekapan itu ke hotel.


Lalu Dion menyuruh Rina dan Rani untuk mendandani Tania secantik mungkin.


Kedua wanita kembar itupun mengangguk mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Dion. Lalu mereka berdua mulai berjalan menuju ruangan penyekapan Tania.


Sedangkan Tania yang melihat kedatangan dua wanita itu, kemudian dia kembali memohon untuk melepaskan dirinya.


Rina dan Rani sama sekali tidak merespon ucapan Tania, mereka berdua hanya fokus pada pekerjaannya.


Setelah melepaskan ikatan Tania, kedua wanita kembar itupun menyeret Tania menuju kamar mandi.


" Apa yang ingin kalian lakukan padaku," bentak Tania cukup keras. Hingga membuat Rani menatap tajam kearahnya. Lalu dia mengeluarkan senjata api dari saku celananya. Kemudian dia menekan dagu Tania dengan sangat kencang.


" Jika kau tidak ingin timah panas ini menembus kepalamu, maka diamlah, dan turuti saja perintah kami," ucap Rani sambil melepaskan tangannya dari dagu Tania dengan sangat kasar. Bahkan Tania sampai meringis kesakitan dibuatnya.

__ADS_1


__ADS_2