
Setelah Albert selesai mempersiapkan diri, kemudian dia berjalan keluar, yang diikuti oleh Botak dan juga Will disampingnya.
Sedangkan Tuan Hans yang melihat kepergian Albert, lalu dia mengibaskan tangannya terhadap Reyboy.
" Apa Bos."
" Cepat kau lindungi Albert, dan jangan biarkan dia terluka sedikitpun. Sebab kalau sampai itu terjadi aku tidak tau apa yang harus aku katakan terhadap sahabatku Simon," ujar Hans datar.
" Baik Bos."
Kemudian Reyboy mulai menyusul langkah Albert dari belakang, dan tanpa Albert sadari ternyata dari arah samping, anak buah Zen sudah mengarahkan pistolnya terhadap Albert.
Sedangkan Reyboy yang baru datang dan melihat hal itu, dia segera membombardir anak buah Zen tersebut dengan senjata api yang berada di tangannya.
" Untung saja," ucap Reyboy sambil mengusap dada.
__ADS_1
Albert yang tidak tau apa-apa, kemudian dia mengarahkan pandangannya terhadap Reyboy. Lalu dia berterima kasih terhadap Reyboy karena telah menyelamatkan nyawanya.
Sedangkan dilantai bawah, tepatnya didalam gudang, saat ini anak buah Zen sudah berhasil menemukan dimana tempat di sekapnya Bos mereka.
Dan tanpa butuh waktu lama, anak buah Zen sudah berhasil melumpuhkan para penjaga yang di tempatkan Reyboy tadi di setiap sisi.
Kemudian mereka menyelamatkan Zen dan membawanya ke luar. Namun, baru saja mereka berjalan beberapa langkah dari gudang itu. tiba-tiba Albert muncul dari belakang.
Lalu Albert mengarahkan senjata laras panjangnya ke udara, dan tidak lama kemudian terdengarlah suara tembakan yang memekakkan telinga.
Dor...Dor...Dor.
" Ternyata kau Albert Bridam, aku pikir kamu sudah mati waktu itu, ternyata nyawamu banyak juga!" ledek salah satu anak buah Zen kepada Albert, lalu dia hendak mengarahkan senjata apinya tepat di dada Albert.
Namun, sejurus kemudian tiba-tiba Tuan Hans muncul dari arah belakang, dan mengepung anak buah Zen yang hendak menyelamatkan Bos mereka.
__ADS_1
" Angkat tangan, dan letakkan senjata kalian di atas lantai," ucap Tuan Hans yang terdengar seperti perintah.
Sedangkan anak buah Zen yang mendengar ucapan Tuan Hans itu, mereka terlihat panik, dan mau tidak mau akhirnya mereka semua meletakkan senjatanya di atas lantai.
Namun, saat anak buah Zen meletakkan senjatanya di atas lantai, tiba-tiba Zen dengan gerakan cepat mengambil salah satu senjata itu dan mengarahkannya tepat di kepala Albert.
Kini keadaan berbalik. Sekarang Zen lah yang menguasai keadaan, lalu diapun mengancam kelompok Tuan Hans, kalau mereka tidak menuruti perintah Zen, maka nyawa Albert lah yang jadi taruhannya.
" Dan sekarang, buang senjata kalian jauh-jauh, kalau tidak, aku akan menarik pelatuk pistol ini tepat di kening Albert," ancam Zen.
Tuan Hans tampak merasa geram, dia tidak menyangka kalau kelalaiannya, membuat nyawa Albert terancam.
Sedangkan Zen, dia lalu tertawa terbahak-bahak. setelah semua anak buah Tuan Hans membuang jauh senjata mereka.
" Aku tidak menyangka kalau kelompok Hans Diaglo, ternyata cukup mudah di lumpuhkan," tawa Zen menggema di dalam ruangan itu. Dan sepertinya dia sudah merasa menang.
__ADS_1
Namun, saat dia tertawa terbahak-bahak. Albert tiba-tiba menendang mata kaki Zen dengan sangat kencang, Lalu Albert juga memukul tangan Zen. Hingga membuat pistol yang berada di tangan Zen terpental jauh ke pojokan. Dan hal itu pula di manfaatkan oleh kelompok Tuan Hans untuk menghajar anak buah Zen.
Sehingga baku hantam pun tak dapat di hindarkan oleh dua kelompok yang sama-sama kuat itu.