Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 74


__ADS_3

Sore pun tiba


Kini desainer terkemuka di kota itu datang ke Mension mewah keluarga Bridam, dan sekarang dia bersama rekan-rekannya yang lain sudah menunggu kedatangan Albert di ruangan khusus yang disiapkan oleh pelayan Eric sebelumnya.


Dengan memasang wajah ceria, kini desainer itupun merasa sangat terhormat karena sudah dipercaya oleh orang terkaya nomor tiga di dunia, menyiapkan gaun pengantin untuk acara pernikahan cucunya.


Namun beberapa menit kemudian, Albert pun datang, dan langsung masuk ke dalam ruangan itu. Sambil mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan, dan melihat kalau Tania sudah duduk manis di atas Sofa.


" Ternyata kau sudah disini?" tanya Albert pada Tania. Kemudian dia menghampiri Tania dan duduk di sampingnya.


" Ya, aku sudah berada di sini sejak tadi," jawab Tania. Kemudian dia langsung menggandeng tangan Albert.


Albert seketika menoleh, kemudian dia tersenyum. Dan sepertinya, dia sudah mulai menerima kehadiran Tania kembali di hatinya.


Setelah Albert duduk di atas Sofa, desainer dan rekan-rekannya itupun datang menghampiri Albert dan Tania. Sambil membawa gaun pengantin di tangan mereka masing-masing.


Tania langsung terpukau saat melihat salah satu gaun pengantin berwarna putih tulang yang dihiasi oleh berbagai manik-manik yang memancarkan kilaunya masing-masing. Dan menurutnya itu sangatlah indah, dan Tania juga langsung tertarik pada gaun itu saat pertama kali melihatnya.

__ADS_1


" Albert, apakah menurutmu gaun itu cocok untukku?" tunjuk Tania.


" Yang mana," jawab Albert.


" Yang itu," ucap Tania. Sambil menunjuk kearah gaun yang dia maksud.


Albert seketika mengarahkan pandangannya pada gaun yang di tunjuk oleh Tania. Kemudian dia tersenyum saat melihatnya.


" Cantik," hanya kata itu yang keluar dari bibir Albert.


Tania seketika menoleh ke arah Albert, lalu dia membulatkan mata saat melihat ekspresi Albert yang tampak tersenyum tipis.


Albert menoleh ke arah Tania. Kemudian dia menarik nafas dalam. Lalu dia menggenggam tangan Tania dengan sangat erat.


" Maksudku baju pengantin itu, bukan modelnya," ujar Albert, sambil menunjuk kearah baju pengantin warna putih tulang tersebut.


Tania kembali mengangkat kepala menghadap Albert. Sebab dia merasa sangat senang, karena apa yang dia pikirkan ternyata salah.

__ADS_1


Dan....


Tiba-tiba terdengar suara kecupan tepat di pipi sebelah kanan Albert. Albert tercengang, lalu dia memegang pipinya yang di kecup oleh Tania dengan mengelusnya lembut.


" Kau hanya mencium sebelah kanan saja, kenapa tidak dua-duanya," goda Albert.


Tania tersenyum, lalu dia mendekat dan hendak mencium pipi Albert sebelah kiri. Tapi pas tinggal hanya satu senti lagi, Tania kembali pada posisinya semula.


Albert kemudian mengerutkan kening, saat gadisnya kembali pada posisinya semula.


" Kenapa tidak jadi," goda Albert kembali.


" Kalau aku terus mencium mu, kapan selesai memilih gaun pengantin kita," ucap Tania. Kemudian dia berdiri dari tempat duduknya dan mau mencoba gaun pengantin warna putih tulang tersebut.


Beberapa menit kemudian


Keluarlah Tania dari ruangan itu dengan balutan gaun pengantin, dan kini dia mulai berjalan perlahan mendekat ke arah Albert yang sedang duduk di atas Sofa.

__ADS_1


" Bagaimana? apa kau suka dengan gaun yang ini?" tanya Tania pada Albert.


Albert yang tadinya fokus pada ponselnya, kemudian Ia mengangkat wajah, begitu mendengar pertanyaan Tania barusan.


__ADS_2