Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 92


__ADS_3

Setelah melewati drama yang cukup menegangkan dan menguras emosi, akhirnya Rina dan Rani selesai mendandani Tania. Dan sekarang saudara kembar itupun mulai menarik paksa tubuh Tania untuk keluar dari dalam ruangan itu.


Begitu pintu dibuka, Indra penglihatan Dion dan Rifki seketika menatap kearah Tania yang menggunakan pakaian cukup seksi dengan mata yang tidak berkedip sama sekali.


" Benar-benar wanita yang sangat cantik," ucap keduanya dengan serentak.


Mendengar hal itu, Dion seketika menatap kearah Rifki.


" Apa yang kamu katakan barusan?" tanya Dion memastikan.


" Aku tidak mengatakan apapun, mungkin kamu salah dengar," kilah Rifki. Lalu dia mengusap tengkuk lehernya.


Sedangkan Dion yang mendengar pengakuan Rifki, dia langsung percaya, dan kembali menatap kearah Tania yang menurutnya sangat begitu cantik.


Rina dan Rani tersenyum melihat tingkah laku kedua Bos mereka. Kemudian mereka kembali menyeret Tania untuk menghadap Dion.


Dihadapan Dion, Tania kembali memohon dengan berderai air mata. Namun apa yang dia lakukan tidak dihiraukan oleh Dion sama sekali. Tanpa menghiraukan permohonan Tania, Dion lalu menyeret Tania menuju Mobil dan berniat mengantarkan Tania ke Hotel yang sudah di pesan oleh pria hidung belang yang memesan Tania untuk dijadikan sebagai pemuas nafsunya.


Di Depan Hotel


Dion kembali mengancam Tania agar tidak berbuat macam-macam.

__ADS_1


" Dengarkan perkataan ku sekali lagi Tania, jika kau melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan, maka jangan salahkan aku untuk berbuat kasar pada dirimu," ucap Dion dengan penuh tekanan.


Kemudian dia melemparkan sehelai kain berwarna hitam untuk menutupi wajah Tania. Karena Dion takut pihak Hotel akan mengenali wajah Tania. Dengan tangan bergetar Tania pun mulai mengenakan kain itu untuk menutupi wajahnya.


Setelah selesai menutupi wajahnya, kemudian Dion mulai turun dari dalam mobil, dan langsung masuk kedalam Hotel bersama dengan Tania.


Namun saat menyusuri koridor Hotel, tanpa sepengetahuan Dion. Tania sengaja membuka kain penutup wajahnya, dan berharap ada seseorang yang mengenali dirinya.


Bak durian runtuh, ternyata tindakan Tania tersebut dilihat oleh salah satu anak buah Albert.


" Bukankah itu adalah Nona Tania," ucapnya. Kemudian dia langsung merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah benda berbentuk pipih, Lalu dia men-dial nomor telepon Albert.


Sedangkan Albert yang sibuk mencari keberadaan Tania, begitu mendengar suara ponselnya berbunyi, dan mengetahui kalau itu adalah panggilan dari salah satu anak buahnya. Kemudian dia dengan secepat kilat mengangkat ponsel miliknya.


" Iya Tuan muda, barusan aku melihatnya bersama dengan seorang laki-laki," jawab anak buah Albert tersebut.


" Bersama dengan seorang laki-laki? apa kau melihat wajahnya?" tanya Albert.


" Iya Tuan muda, aku bahkan sempat mengambil foto mereka berdua, dan anehnya Nona Tania berdandan seperti seorang wanita penghibur," ucap anak buah Albert.


" Apa.....!" jawab Albert begitu tersentak dengan penuturan anak buahnya. Dan pikirannya pun mulai tidak tenang. Kemudian dia meminta lokasi keberadaan Tania. Dan setelah mendapatkannya lalu dia mematikan sambungan Ponselnya.

__ADS_1


Dengan perasaan tak karuan, Albert kemudian tancap gas menuju lokasi keberadaan Tania, setelah sebelumnya dia menyuruh anak buahnya agar terus mengawasi Hotel tersebut.


Di dalam kamar hotel


Pria hidung belang itupun mulai menarik paksa satu persatu pakaian yang dikenakan oleh Tania. Walaupun Tania telah memohon padanya dan mengatakan kalau dia sudah bersuami, Pria itu tidak menghiraukannya sama sekali.


Dengan menangis tersedu, Tania terus saja menautkan kedua tangannya memohon pada pria hidung belang itu agar segera melepaskan dirinya.


" Melepaskan dirimu, bagaimana mungkin? aku telah membayar dirimu dengan sangat mahal, dan sekarang nikmatilah kesenangan yang aku berikan," ucapnya yang hendak menarik rok mini yang dikenakan oleh Tania.


Tania berlari menuju pojok ruangan, hingga pria hidung belang itu tak bisa melepas rok yang di kenakan oleh Tania.


Sedangkan pria hidung belang yang melihat tingkah laku gadis cantik yang berada di hadapannya, kemudian dia tersenyum kecil sambil berjalan perlahan menuju kearah Tania.


Lalu dia mendorong tubuh Tania ke dinding, sambil memegang pergelangan tangan Tania dengan sangat kencang. Kemudian dia hendak menautkan bibirnya pada bibir tipis Tania.


Namun, belum sempat pria hidung belang itu mencium bibir Tania, tiba-tiba pintu kamar hotel itu terbuka. Dan terlihatlah Albert berdiri di ambang pintu.


Dengan kemarahan yang luar biasa, Albert pun langsung berlari menuju pria itu dan langsung melayangkan bogem mentahnya pada wajah pria yang tidak ia kenal tersebut.


Bhug...bhug...bhug.

__ADS_1


" Berani-beraninya kau menyentuh istriku," ujar Albert yang terus menerus melayangkan bogem mentahnya tepat pada wajah pria itu.


Hingga wajah pria itu lebam, bahkan dari sudut bibirnya sudah mengalir darah segar.


__ADS_2