Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 62


__ADS_3

Cukup lama aksi kejar-kejaran Mobil itu berlangsung, hingga membuat Reyboy merasa kesal. Lalu dia mengeluarkan senjata Laras panjang dan menembak ban mobil yang digunakan oleh Zen.


Sedangkan Zen yang menyadari hal itu, dengan secepat kilat dia membelokkan mobilnya kearah samping dan mulai masuk ke dalam gang kecil, sehingga ia berhasil menghindar dari timah panas yang diarahkan oleh Reyboy ke ban mobilnya.


" Huh...untung saja," teriak Zen cukup kesal. Lalu dia kembali tancap gas untuk menghindari kejaran dari anak buah Albert yang semakin lama semakin tambah banyak.


" Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan Bos, aku rasa Hans sudah mengarahkan seluruh anak buahnya untuk menangkap kita," ucap Gery. setelah melihat ke arah belakang.


Sedangkan Zen yang mendengar ucapan Gery barusan, kemudian dia menyuruhnya untuk diam. Sebab, bagaimanapun caranya salah satu diantara mereka berdua harus ada yang selamat untuk membalaskan dendam di kemudian hari.


💦💦💦


" Sial..!!" Siapa sebenarnya pria yang cukup berani menggunakan senjata api di tempat keramaian seperti ini," umpat Zen berdecak kesal.


Setelah salah satu Ban mobilnya berhasil di tembak oleh Reyboy. Dan mau tidak mau mereka berdua harus keluar dari dalam mobil untuk berlari sejauh mungkin.

__ADS_1


Zen dan Gery terus saja berlari tanpa arah dan tujuan, hingga keduanya berhenti sejenak untuk mengatur nafas.


" Albert sia...lan....! ini semua gara-gara dia. Awas saja jika aku berhasil lolos, aku akan memisahkan*********dari ********" teriak Zen cukup keras.


Namun, sepertinya usahanya kali ini meloloskan diri cukup sulit, karena sekarang Albert dan Will sudah berada di depannya.


" Tangkap dia," perintah Albert terhadap Reyboy beserta anak buahnya yang lain.


Dengan wajah garang, kemudian Reyboy menghampiri Zen dan ingin mengikatnya dengan tali. Tapi, saat dia hendak mengikat tubuh Zen, tiba-tiba Zen menendangnya cukup keras, sehingga membuat tubuh kekar Reyboy sedikit tersungkur ke belakang. Dan hal itu memberikan kesempatan kepada Zen untuk melarikan diri.


" Bos...!" teriak Gery.


Albert mengalihkan pandangannya sekilas kearah Gery, kemudian dia menyuruh Botak untuk mengeksekusi Gery secepatnya. Sebab, Albert tidak ada urusan sama sekali terhadap Gery.


Botak pun mengambil Senjata Laras Panjang yang berada ditangan Reyboy, kemudian dia mengarahkannya tepat di kening Gery. Dan tidak lama kemudian terdengarlah suara tembakan.

__ADS_1


Dor...Dor...Dor


Gery pun langsung tumbang dan tubuhnya sekarang jatuh tak berdaya di atas tanah.


" Gery....!" teriak Zen. ketika melihat tubuh sahabatnya itu sudah tidak bergerak sama sekali. Lalu dia mengarahkan pandangannya ke arah Albert.


" Albert sia...lan....! awas kau....aku akan membunuhmu sekarang juga," teriaknya. yang hendak menghampiri Albert.


Namun, Reyboy yang melihat hal itu, dengan secepat kilat dia mengarahkan bogem mentahnya ke hidung Zen, dan darah segar pun seketika mengalir dari hidungnya.


Sedangkan Zen, dia lagi-lagi berteriak dengan sangat kencang, karena merasakan sakit yang luar biasa diarea wajahnya, terutama di bagian hidung.


" Bawa dia, untuk sementara waktu kita taruh dulu di markas besar Tuan Hans. Sebab, yang berhak memutuskan kapan malaikat mencabut nyawanya hanyalah Tuan muda Albert," ucap Reyboy dengan sangat tegas.


Kemudian mereka semua pergi dari tempat itu, menuju markas besar Tuan Hans.

__ADS_1


__ADS_2