
Pria hidung belang itu sudah tampak babak belur, bahkan seluruh wajahnya sudah lebam. Namun, Albert belum ada tanda-tanda untuk menghentikan aksinya pada pria tersebut. Hingga akhirnya anak buah Albert yang sedang berada di luar pintu datang dan melerai pertikaian itu.
" Tuan muda, hentikan. Biarkan aku yang memberinya pelajaran," ucap anak buahnya yang bernama Liam. Dan tidak lama berselang datanglah Will dan juga Botak.
Mereka berdua pun menghentikan aksi Albert, dan langsung menyeret pria hidung belang itu keluar dari dalam hotel. Dan Will, dia menyuruh Botak dan juga Liam membawa pria hidung belang itu menuju tempat dimana mereka mengintrogasi setiap orang yang melakukan kesalahan.
Sedangkan Tania yang berada di pojok ruangan, dia langsung berlari ke pelukan Albert sambil menangis dengan tersedu.
Dalam pelukan Albert, Tania mulai menceritakan bahwa dirinya diculik oleh Dion, dan menjadikannya sebagai wanita pemuas nafsu pria hidung belang.
Albert seketika marah besar mendengar penuturan istrinya, apalagi mendengar nama musuh bebuyutannya itu, ingin rasanya dia mencincangnya saat ini juga. Namun dia masih berusaha tetap tenang di hadapan Tania.
" Dion....! kali ini aku tidak akan mengampuni mu lagi," batin Albert sambil mengepalkan jari jemari tangannya.
Kemudian dia menenangkan Tania, dengan memberikan pelukan hangat sembari mengelus rambut panjang istrinya.
__ADS_1
💦💦💦
Beberapa menit kemudian
Setelah Tania merasa cukup Tenang, kemudian Albert menggendong Tania ala bridal style menuju mobil, dan membawanya pulang ke Mension.
Di dalam Mension, tepatnya berada di dalam kamar keduanya. Albert kemudian membawa Tania menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat Tania berada di dalam kamar mandi, Albert menggunakan kesempatan itu untuk menghubungi Botak dan juga Liam. Dan Albert memerintahkan Botak untuk segera menemukan tempat persembunyian Dion.
" Baik Tuan muda," jawab Botak tanpa membantah sedikitpun.
Kemudian Albert mematikan sambungan Ponselnya.
Sedangkan Tania yang berada di dalam kamar mandi, kemudian dia kembali menangis dengan tersedu, bahkan sampai terdengar oleh Albert.
__ADS_1
Albert seketika berlari kecil menuju kamar mandi dan melihat Tania yang masih berada di dalam bethub.
Albert menghampiri Tania sembari membawa handuk di tangannya, lalu dia memakaikannya pada Tania.
" Sudahlah sayang, semuanya akan baik-baik saja dan kau tidak perlu merasa khawatir, karena aku akan segera membalas perbuatan Dion padamu," ucap Albert. Kemudian dia menghapus air mata istrinya.
Tania terdiam, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Kemudian dia memandang manik mata suaminya, dan tanpa aba-aba, dia kembali memeluk Albert dengan sangat erat.
Albert membalas pelukan Tania tidak kalah eratnya, bahkan adik kecilnya sudah mulai bangun karena menyentuh area sensitif Tania. Apalagi melihat istrinya yang baru mandi dan hanya menggunakan handuk saja, pastilah sebagai lelaki normal dengan melihat keadaan istrinya seperti itu ingin rasanya dia melahapnya.
" Tahan Albert...tahan. ini bukanlah waktu yang tepat," batin Albert. Kemudian dia kembali menggendong Tania menuju tempat tidur.
Dengan sangat lembut Albert kemudian meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang, lalu dia menyelimutinya.
" Istirahatlah, biar pikiranmu bisa rileks," ujar Albert kemudian dia mencium kening istrinya dengan sangat lembut.
__ADS_1