Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 83


__ADS_3

Pagi Hari


Seperti pada umumnya, sebagai seorang istri yang baik, perhatian dan patuh terhadap suami. Tania mulai mempersiapkan keperluan Albert sebelum dia beranjak turun ke bawah untuk mempersiapkan sarapan pagi bagi para penghuni Mension.


" Nah, selesai," ujar Tania yang menaruh semua keperluan Albert di atas ranjang. Lalu diapun keluar dari dalam kamar sambil berjalan perlahan menuju dapur.


Di Dapur


Tania bertemu dengan bi Ojah yang ternyata sudah bangun terlebih dahulu, dan sekarang wanita setengah tua itu pun menyunggingkan senyuman tipis kearah Tania.


" Non, sudah bangun," sapa bi Ojah pada Nyonya mudanya itu.


" Sudah bi," jawab Tania.


Kemudian Tania berjalan menuju lemari pendingin, lalu Ia membuka kulkas itu dan mengambil bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk membuat nasi goreng spesial kesukaan Albert.


Dengan dibantu oleh bi Ojah, gadis cantik itu mulai berkutat dengan peralatan tempurnya, dan tidak butuh waktu lama nasi goreng spesial buatan Tania untuk suami tercinta pun telah usai.


" Hm...harum," ujar Bi Ojah. Yang merasakan kalau hidungnya seakan kembang kempis saat mencium aroma masakan Tania.


Tania tersenyum, lalu dia meminta bi Ojah untuk mencicipi masakannya, apakah garam yang dia masukkan ke dalam nasi goreng itu sudah pas atau tidak.


Bi Ojah mengambil sendok dan mangkok kecil, sedangkan Tania Ia menuangkan nasi goreng itu keatas mangkok yang dipegang oleh bi Ojah.


Dengan begitu semangatnya, Bi Ojah pun mulai mengarahkan sendok yang berisikan nasi goreng itu kedalam mulut. Lalu dia mengunyahnya dengan mata yang merem melek.


Sedangkan Tania yang melihat ekspresi dari bi Ojah, kemudian dia mengerutkan kening. Dan sepertinya gadis cantik itu sudah tidak sabar bagaimana dengan tanggapan dari bi Ojah tentang nasi goreng yang dia buat.


" Bagaimana bi, apakah garamnya sudah pas, atau tidak," tanya Tania setelah beberapa menit dia terdiam.


Kemudian bi Ojah mengarahkan kedua jempolnya pada Tania.


" Asli. Enak banget Non. Bahkan nasi goreng buatan Non, tidak kalah enak dari restoran bintang lima," jawab bi Ojah.

__ADS_1


Tania seketika tersenyum, dan sepertinya gadis cantik itu cukup senang mendengar ucapan bi Ojah barusan. Lalu diapun mengambil wadah yang cukup besar dan menuangkan nasi goreng itu kedalamnya.


" Makasih bi, semoga Albert suka dengan nasi goreng spesial buatan ku," ucap Tania. Lalu dia meninggalkan bi Ojah di dapur, dan berjalan perlahan menuju kearah meja makan.


Namun baru saja Tania berjalan beberapa langkah, bi Ojah tiba-tiba memanggilnya, dan bertanya apakah Tania perlu bantuannya?


Tania yang mendengar bi Ojah menawarkan bantuan segera menggeleng.


" Tidak perlu bi, aku bisa sendiri," jawab Tania seraya tersenyum manis. Lalu dia kembali melanjutkan langkah kakinya menuju meja makan.


Di Meja Makan


Bi Ojah yang sebelumnya sudah merapikan meja makan membuat pekerjaan Tania terasa ringan, bagaimana tidak, ternyata meja itu sudah di tata rapi oleh bi Ojah, hingga Tania tidak perlu lagi membersihkannya.


Dia hanya perlu menuangkan nasi goreng buatannya ke dalam piring saji yang sudah di tata rapi oleh bi Ojah sebelumnya.


" Akhirnya sarapan pagi buatan tanganku sendiri sudah selesai, semoga semua orang menyukainya," batin Tania.


Namun baru saja dia selesai mengucapkan kalimat itu di dalam hati, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sangat ia cintai memanggil namanya.


Tania yang mendengar panggilan suaminya itu segera membalikkan badan, dan terlihatlah suami tercintanya itu sedang tersenyum manis kearahnya.


" Ada apa?" tanya Tania sambil berjalan ke arah Albert.


" Ini lho sayang, aku tiba-tiba saja lupa cara memakai dasi, bisakah kau membantuku?" ujar Albert seraya menyerahkan dasi itu pada istrinya.


Tania tersenyum, bagaimana mungkin suaminya itu lupa cara memakai dasi, padahal sebelum dia menjadi istri Albert, ia yakin dan percaya bahwa suaminya itu melakukan semuanya sendiri.


" Hm... baiklah, sini aku bantu," ucap Tania sambil memasangkan dasi itu pada suaminya.


Namun baru saja Tania mengalungkan tangannya di leher Albert, tiba-tiba tangan Albert merangkul pinggang Tania dan sebuah kecupan lembut mendarat sempurna di keningnya.


" Albert, diamlah dulu, kalau kau terus saja merangkul pinggang dan mencium keningku, bagaimana aku bisa memasang dasimu," ujar Tania.

__ADS_1


Albert tersenyum. dan lagi-lagi dia mengulangi perbuatannya tanpa mempedulikan ocehan istrinya.


Sedangkan Tania yang merasa kesal atas perbuatan suaminya, dengan sengaja dia mengencangkan ikatan dasi itu di leher Albert, hingga membuat Albert pura-pura kesakitan.


" Aw... kenapa aku tiba-tiba tidak bisa bernafas," Albert terus saja berteriak, hingga membuat Tania merasa khawatir dengan keadaan suaminya, lalu tanpa memikirkan apapun kemudian Tania menautkan bibirnya pada Albert, dan berniat akan memberi nafas buatan terhadap suaminya.


Namun, baru saja dia menautkan bibirnya pada Albert, tiba-tiba terdengar sebuah deheman dari meja makan.


Ya, itu adalah kakeknya Tuan Simon.


" Ehm...ehm," ujar Tuan Simon sambil mendudukkan bokongnya di atas kursi.


Albert seketika terkejut, begitu juga dengan Tania, keduanya saling melirik satu sama lain saat mendengar suara deheman dari kakeknya, lalu mereka berdua menoleh ke arah meja makan sambil menuruni anak tangga satu persatu.


" Kakek," panggil Albert saat dia dan Tania sudah sampai di meja makan, lalu dia melonggarkan dasinya. Kemudian dia duduk di samping kakeknya.


" Hum...!" jawab Tuan Simon.


" A...aku...aku dan Tania hanya...!" ucap Albert terpotong, karena Tuan Simon langsung menyuruhnya untuk segera menikmati makanan yang berada di hadapannya. Karena sarapan kali ini benar-benar sangat lezat.


Tania tersenyum seketika.


" Apa Tuan menyukainya," tanya bi Ojah yang baru saja datang, kemudian dia menaruh teh hijau itu di depan Tuan Simon.


" Iya bi, aku sangat menyukainya, karena nasi goreng kali ini rasanya tidak seperti biasa, ini benar-benar sangat lezat, apa bibi mencoba resep baru," ujar Tuan Simon. Kemudian dia kembali menyendok nasi goreng itu kedalam mulutnya.


" Tidak Tuan, sarapan kali ini Nona Tania lah yang membuatnya," ucap bi Ojah sambil tersenyum kearah Tania.


Tuan Simon seketika menoleh ke arah Tania, kemudian iapun memuji kemampuan Tania yang benar-benar sangat pandai memasak.


Mendengar hal itu, Albert pun begitu penasaran dengan rasa nasi goreng buatan istrinya, lalu diapun menyendok nasi goreng itu kedalam mulutnya.


Dan....

__ADS_1


Albert pun langsung mengacungkan jempol pada Tania, dan iapun memuji kemampuan istrinya itu. lalu dia menyuruh Tania untuk duduk di sampingnya dan melakukan sarapan pagi bersama.


Kemudian mereka semua pun melakukan sarapan pagi itu tanpa ada lagi yang berbicara, dan hanya suara sendok dan garpu saja yang terdengar saling bersahutan.


__ADS_2