Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 59


__ADS_3

Albert dan Will yang sebelumnya ingin pergi ke markas besar Tuan Hans, tiba-tiba di tengah perjalanan Albert berubah haluan.


Dia menyuruh Reyboy untuk memutar balik, sebab dia merasa tidak tenang, sebelum dia menangkap Zen.


" Kenapa kita berbalik arah Tuan muda Albert, bukankah rencana awal kita akan berkunjung dulu ke markas Bos Hans?" tanya Reyboy heran.


Albert terdiam sesaat, lalu dia mulai menjelaskan sekilas tentang ke khawatiran dirinya. Sebab, dia tidak ingin jauh-jauh datang ke kota ini hanya dengan tangan kosong. Ia ingin segera menangkap Zen dan membalaskan dendamnya.


Reyboy yang mendengar penjelasan Albert. iapun akhirnya mengerti, dan menelpon Bosnya Hans untuk memberitahukan kalau mereka akan datang terlambat.


" Baiklah, tidak masalah," ujar Hans di sebrang sana.


Reyboy yang sudah memberitahukan Bosnya Hans, bahwa Albert tidak jadi datang, lalu dia masuk kembali ke dalam mobil, kemudian ia memimpin rombongannya menuju rumah Nyonya Amarta.


Tanpa butuh waktu lama, akhirnya Mobil mereka sudah berhenti tepat di depan halaman rumah Nyonya Amarta.


Sedangkan para pengawal yang ditugaskan oleh Tuan Simon untuk menjaga Nyonya Amarta, ketika melihat kedatangan Albert mereka semua heran, Kemudian salah satu diantara mereka datang menghampiri Albert.

__ADS_1


" Maaf Tuan muda, apa kami melakukan kesalahan, sehingga kau jauh-jauh datang berkunjung ke mari?" tanya salah satu anak buah tersebut sambil membungkuk hormat.


Albert terdiam sesaat. Kemudian dia menatap kearah anak buahnya dengan sangat tajam.


" Cepat kumpulkan semua penghuni rumah ini," titah Albert kemudian.


Semua para pengawal semakin heran. Namun walaupun demikian mereka tetap melaksanakan perintah yang diberikan oleh Albert.


Tidak kurang dari lima menit semua penghuni rumah itupun sudah berkumpul di hadapan Albert, termasuk Nyonya Amarta.


" Tidak semudah itu aku memaafkan dirimu Ibu. Dan kamu tau apa tujuanku datang ke mari?" tanya Albert sambil menatap kearah Ibu tirinya itu dengan sangat tajam.


Nyonya Amarta terdiam sejenak. Lalu diapun bertanya, apa tujuan Albert datang mengunjungi dirinya.


Albert tersenyum tipis.


" Kau jangan pura-pura tidak tau, bukankah kau menyembunyikan Zen disini," ucap Albert langsung pada intinya.

__ADS_1


Dengan kelicikan Nyonya Amarta, diapun pura-pura terkejut mendengar ucapan Albert barusan.


" Apa...?" ujarnya dengan sangat terkejut. Dibarengi dengan ekspresi yang sulit di artikan.


Albert berdecak kagum, dengan kemampuan ekting yang ditunjukkan oleh Nyonya Amarta. Dan dia tidak menyangka kalau ibu tirinya itu benar-benar bermuka dua.


" Dia benar-benar licik, pantas saja mendiang ibuku sampai meninggalkan Mension, mungkin karena wanita ini sangat pandai bersilat lidah dihadapan Ayah," batin Albert.


Kemudian dia kembali menatap kearah Nyonya Amarta, yang masih memasang wajah terkejutnya.


" Kau jangan pura-pura dihadapan ku ibu, aku sudah tau semua kelakuan mu di masa lalu, jadi lebih baik kamu bersikap seperti biasa didepan ku," ucapnya datar.


Sebenarnya Albert tidak sudi memanggil Nyonya Amarta dengan sebutan ibu, sebab dia memang tidak pantas. Namun, karena Albert masih menghargai Robert sebagai adiknya, dan mau tidak mau Albert pun memanggil Nyonya Amarta dengan sebutan ibu.


" A... aku benar-benar tidak tau," ujar Nyonya Amarta terbata. Kemudian dia mundur beberapa langkah kebelakang.


Tanpa mempedulikan gelagat aneh dari Nyonya Amarta, kemudian Albert menyuruh Will dan juga yang lainnya untuk menggeledah seluruh rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2