Ternyata Aku Keturunan Sultan

Ternyata Aku Keturunan Sultan
Bab 47


__ADS_3

Dion yang sebelumnya terkejut mendengar penuturan wanita yang berada di hadapannya, tiba-tiba sepersekian detik kemudian berubah menjadi senyuman.


Hingga wanita yang berada dihadapannya sampai mengerutkan kening.


" Ada apa dengan Tuan Dion, bukankah tadi dia sangat terkejut mendengar berita yang aku sampaikan. Tapi kenapa sekarang Ia malah tersenyum," batin wanita itu.


Lalu dia hendak bertanya. Namun, belum sempat satupun kalimat keluar dari bibirnya, tiba-tiba Dion kembali meletakkan uang satu gepok di atas meja. Dan hal itu membuat dirinya semakin bingung.


" Ini untukmu, ambillah. Terima kasih banyak karena kau telah memberitahukan informasi ini padaku," ucap Dion. lalu dia hendak meninggalkan wanita itu.


Namun, baru saja dia melangkahkan kakinya menuju ke luar ruangan VIP tersebut, tiba-tiba saja wanita itu memanggil Dion.


" Tuan Dion, apa yang kau lakukan, bukankah uang ini terlalu banyak, dan ini tidak sebanding dengan informasi yang aku berikan," ucapnya. Kemudian dia berjalan menghampiri Dion.


Dion tersenyum.


" Ambillah, karena menurutku uang itu sudah cukup untuk membuka usaha yang baru. Sebab, dunia yang seperti ini tidak cocok dengan wanita cantik dan baik seperti dirimu. Dan jika kau nanti membutuhkan modal datanglah ke alamat ini," ujar Dion sambil menyerahkan kartu namanya.


Wanita itu terdiam, tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun. Sebab, hatinya sangat bergetar mendengarkan ucapan Dion barusan. Dan, dia tidak menyangka bahwa orang yang ditemuinya kali ini benar-benar tidak menginginkan tubuh yang dia jajakan kepada pria hidung belang selama ini.


Sedangkan Dion yang terburu-buru, lalu dia meninggalkan wanita yang masih mematung di tempatnya.


Kemudian dia berjalan menuju mobil, dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi. Hingga tanpa butuh waktu lama, akhirnya Mobil yang dikendarai oleh Dion pun sudah sampai di halaman rumahnya.


Lalu dia keluar dari dalam mobil, dan langsung berjalan tergesa menuju kamarnya.


Setelah sampai di dalam kamar.


Dion langsung membuka Jasnya dan melemparkan ke atas Sofa, kemudian dia men-dial nomor seseorang.


" Tunggulah sampai besok. Dan lihatlah, bagaimana aku akan memporak-poranda kan perusahaan mu," batin Dion. Lalu dia melemparkan Ponselnya ke atas ranjang.


💦💦💦

__ADS_1


Pagi Hari Di Perusahaan Albert


Semua petinggi perusahaan Bridam beserta para kolega bisnis Albert tampak riuh dengan berita tentang anjloknya saham perusahaan, hingga membuat mereka harus datang pagi-pagi ke kantor. Dan sekarang mereka semua pun mulai berkumpul di ruang rapat untuk membahas masalah itu.


" Tuan Albert, bagaimana ini semua bisa terjadi?" ucap salah satu kolega bisnisnya. Lalu dia terdiam sejenak, kemudian Ia melanjutkan kembali ocehannya.


" Tapi, aku juga sedikit heran, saat kakek anda menjabat sebagai pemimpin perusahaan, hal seperti ini tidak pernah terjadi, Apa anda tidak becus menjadi seorang pemimpin, baru beberapa tahun saja sudah begini," ucapnya kembali.


Will yang mendengar ucapan itupun langsung menyuruhnya untuk diam. Tapi bukannya diam, dia malah terus saja mengoceh tak jelas.


Sehingga Albert yang sudah tidak mampu menahan amarahnya langsung menyuruh Will untuk menyeret orang itu keluar, dan Albert juga memerintahkan Will untuk mengeluarkannya dari kantor detik itu juga.


Setelah kolega bisnis yang membuat ricuh itu keluar, Albert kembali memulai rapat itu dengan tenang tanpa ada yang berani lagi membuat ulah.


" Aku adalah Albert Bridam pewaris tunggal dari kakek Simon Bridam, akan segera menangani masalah ini dalam Dua belas jam. Dan besok, begitu kalian semua bangun tidur dan membuka mata kalian, masalah ini sudah beres, itulah janjiku pada kalian semua," ucap Albert dengan sangat tegas dan lantang.


Setelah Albert mengucapkan kalimat tersebut, barulah dia mengakhiri rapat itu.


Semua kolega bisnisnya pun bubar. Namun, beberapa di antara mereka masih ada yang meragukan kemampuan Albert.


" Sudahlah, kalian tidak perlu merasa cemas, bukankah tuan muda Albert sudah berjanji pada kita, bahwa besok saham kita akan kembali normal, bersabarlah hanya satu hari, rugi sedikit 'kan tidak masalah, lagi pula ini baru pertama kali," ucap kolega bisnis Albert yang lainnya.


" Iya. benar, ini baru pertama kali," ucap mereka semua yang mendengarnya. Kemudian para kolega bisnis Albert itupun kembali ke perusahaan mereka masing-masing.


Namun, berbeda dengan Albert. Begitu para kolega bisnisnya keluar semua dari ruang rapat, Albert kembali menyuruh Will untuk segera membawa kolega bisnisnya yang membuat rusuh tadi di ruang Rapat.


" Aku yakin, dia pasti mengetahui sesuatu," batin Albert.


💦💦💦


Sementara itu, Dion yang berada di meja makan, dan saat ini dia sedang melakukan sarapan pagi dengan sangat santai.


Namun, saat dia ingin menyuapkan nasi kedalam mulutnya tiba-tiba dirinya tertarik dengan surat kabar yang berada di atas meja.

__ADS_1


" Bagaimana kabar hari ini, apakah sesuai dengan keinginanku," batinnya.


Lalu dia mulai membaca surat kabar itu, dan begitu ia melihat kalau saham perusahaan Bridam sedang menurun drastis dia langsung tertawa terbahak-bahak.


" Aku yakin saat ini Albert sedang kelabakan menangani masalah ini," ucapnya dengan tertawa kegirangan.


Kemudian dia kembali masuk ke dalam kamarnya, karena dirinya sudah merasa cukup kenyang dengan berita yang dia baca barusan.


Setelah sampai di dalam kamar.


Dion pun kembali menelpon orang yang membantu dia, dan menanyakan bagaimana perkembangannya.


" Kau tenanglah Tuan Dion, saat ini aku yakin kita masih aman, tapi aku tidak tau sampai kapan kita bisa menekan saham perusahaan mereka. Sebab, kau tau sendiri 'kan perusahaan Bridam itu perusahaan terbesar nomor tiga di dunia," ucap orang tersebut.


" Tidak masalah, yang penting kita sudah bisa mengobrak abrik perusahaan itu aku sudah sangat bahagia," jawab Dion.


Lalu dia mematikan sambungan Ponselnya. Kemudian dia tersenyum bahagia, karena sudah berhasil dengan rencananya.


" Rasakan kau Albert, ini belum seberapa, tunggulah sampai waktunya tiba, dan kau akan merasakan pembalasanku," ucap Dion di dalam hati.


Kemudian dia duduk di atas Sofa. Sambil memikirkan bagaimana nasib adiknya Gani.


" Gani, sudah hampir seminggu kamu menghilang, dan aku sudah menyuruh semua anak buah kita untuk mencari dirimu, tapi belum membuahkan hasil," ucap Dion. Lalu dia terdiam sejenak.


" Ini semua pasti ulah Albert, dimana dia menyembunyikan adikku Gani," teriak Dion. Dan tanpa sadar Ia memukul meja yang terbuat dari kaca itu sampai pecah.


" Ah...!!" lagi-lagi Dion kembali berteriak.


💦💦💦


Sedangkan di perusahaan Albert, tampak dia sedang bekerja keras memulihkan saham perusahaan mereka yang anjlok tiba-tiba.


Namun, saat dirinya sedang sangat serius bekerja, tiba-tiba Will masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu. Dan hal itu membuat Albert merasa sangat terkejut, sambil menoleh ke arah Will.

__ADS_1


" Maaf tuan muda Albert, aku tidak mengetuk pintu," ucapnya sambil membungkuk.


" Tidak apa-apa Will, aku tau kalau kamu sedang cemas, tapi tenanglah hal ini tidak akan berlangsung lama," ucap Albert menenangkan Will yang sepertinya dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan perusahaan.


__ADS_2