
Albert berdiri dari tempat duduknya, lalu dia berjalan perlahan mendekat kearah Tania, dan sejurus kemudian Ia menarik lengan Tania menuju sebuah cermin besar dan menyuruh Tania agar segera duduk di atas kursi.
Sedangkan Tania, gadis cantik itu tampak heran atas sikap Albert padanya. Namun dia tidak mengucapkan sepatah katapun, melainkan Ia hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Albert.
" Gaun pengantin ini sangat cocok untuk mu, tapi kalau rambutmu di sanggul seperti ini, kau tampak seperti emak-emak," ujar Albert. Lalu dia melepaskan ikatan rambut Tania. Dan menyuruh desainer itu untuk merapikan rambut panjang Tania.
Tania hanya terdiam, tapi kalau didalam hati Ia merasa kesal karena Albert telah menyamakan dirinya dengan emak-emak.
" Apa modelnya seperti ini Tuan?" tanya desainer itu, setelah dia selesai merapikan rambut panjang Tania.
Albert kembali melihat gaya rambut Tania. Lalu dia tersenyum.
" Nah, seperti itu lebih cocok, kau terlihat sangat cantik dan seksi," goda Albert. Lalu dia menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.
Tania menundukkan kepala saat mendengar ucapan Albert barusan, dan sepertinya wajah gadis cantik itu sudah merona merah.
" Kenapa kau malah menunduk, apa kamu tidak ingin melihat wajah tampanku ini?" goda Albert. Sambil mengedipkan sebelah matanya.
Kemudian Tania berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan Albert. Lalu dia meletakkan kedua tangannya di pipi Albert, dan tidak lupa pula Tania mengelusnya dengan sangat lembut.
__ADS_1
" Bukannya aku tidak ingin melihat wajah tampan mu. Bahkan aku sangat ingin melihatnya di setiap detik. Tapi disini banyak orang, apa kamu tidak malu," ujar Tania seraya menundukkan wajahnya kearah lantai.
Namun Albert yang mendengar ucapan Tania barusan, kemudian dia mengarahkan pandangannya ke desainer terkemuka itu beserta para rekannya.
" Maaf aku lupa, aku pikir kita sedang berduaan di dalam kamar," goda Albert. Sambil mengusap tengkuk lehernya, dan tidak lupa pula senyum tipis menghiasi wajah tampannya.
Tania pun berdecak kesal, lalu dia menyuruh Albert agar segera mencoba tuxedo nya.
Albert pun mencoba tuxedo nya, dan dia merasa sangat puas, karena sangat cocok di badannya.
" Aku pilih yang ini saja," ujar Albert.
" Baik Tuan muda," jawab desainer itu.
Beberapa menit kemudian
Setelah Albert dan Tania selesai memilih pakaian yang akan mereka kenakan nanti di acara pernikahan, kini para desainer dan rekannya itupun pamit meninggalkan Mension keluarga Bridam.
Namun, berbeda dengan Albert dia tidak memperbolehkan Tania kembali ke dalam kamarnya. Sebab, Albert ingin berbicara empat mata dengan Tania sebelum mereka benar-benar melangsungkan pernikahan.
__ADS_1
Hingga beberapa menit berlalu, tampak Albert menghembuskan nafas kasar, lalu dia menggenggam kedua tangan Tania dengan sangat erat. Dan sepertinya dia ingin memastikan bagaimana perasaan Tania terhadap dirinya. Walaupun sebenarnya dia tau kalau Tania benar-benar mencintainya. Tapi ingin rasanya dia memastikan sekali lagi.
" Tania, sebelum kita melanjutkan kejenjang pernikahan, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu, apakah kamu mencintai diriku apa adanya," ucap Albert. Sambil menatap manik mata Tania dengan sangat dalam.
Tania pun membalas tatapan mata Albert, sambil tersenyum manis.
" Aku benar-benar sangat mencintaimu Albert, walaupun aku pernah menyakiti hati dan perasaanmu tapi aku telah menyesali perbuatan ku, dan aku juga menyadari bahwa itu adalah kesalahan terbesar yang aku lakukan, dan aku benar-benar sangat mencintai dirimu untuk masa sekarang sampai masa tuaku nanti, maka jangan ada sedikit keraguan yang mengganjal di dalam hatimu untuk menikahi diriku," jelas Tania. Tanpa terasa bulir bening menetes dari sudut kelopak matanya.
Albert pun segera menghapus air mata Tania dengan kedua tangannya.
" Maafkan aku sebelumnya Tania. Memang, meski tak dapat aku pungkiri kalau sebelum aku mendengar penjelasan mu, aku memang masih ragu dengan pernikahan kita. Tapi sekarang, aku sudah tidak ragu lagi, dan aku juga akan membahagiakan dirimu seperti saat kita pacaran dulu," kemudian Albert berjongkok di hadapan Tania. Dan mengeluarkan sebuah cincin berlian dari sakunya.
" Maukah kau mencintaiku apa adanya, dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak," ujar Albert. Sambil menyodorkan cincin berlian itu ke tangan Tania.
Tangis Tania seketika pecah, dan dia tak mampu menjawab pertanyaan Albert, melainkan hanya menganggukkan kepala.
Albert pun memasukkan cincin berlian itu tepat di jari manis Tania, hingga membuat Tania merasa sangat bahagia karena Albert akan benar-benar menikahi dirinya. Kemudian Tania berhambur memeluk tubuh Albert dengan sangat erat.
" Aku benar-benar sangat mencintaimu Albert, kalau kau masih ragu dengan cintaku, belah lah dadaku dan hanya namamu saja yang terukir di dalamnya," ucapnya di dalam pelukan Albert.
__ADS_1
Albert tak mampu mengucapkan sepatah katapun, kala mendengar ucapan Tania barusan. Dia hanya tersenyum puas, saat mendengar pengakuan gadisnya itu.
Kemudian diapun membalas pelukan Tania dengan sangat erat.