
Sedangkan abah di kamar nya, beliau tidak tidur.
Beliau melakukan beberapa sholat sunnah sekaligus juga meminta petunjuk dari Allah untuk putrinya.
Selepas sholat pak Ahmad lanjut mengaji hingga ia merasa kantuk lalu tidur.
Saking terlelap nya tidur pak Ahmad sampai tidak bangun untuk sholat tahajjud.
Beliau terbangun saat mendengar adzan subuh di kumandangkan.
Pak Ahmad buru buru bangun dan mandi sebelum pergi ke masjid.
Sebelum keluar dari rumah pak Ahmad mengintip ke kamar Bintang dan ternyata lampu kamar Bintang sudah menyala dan itu artinya Bintang sudah bangun.
Toktoktok...
"Bintang..." Panggil pak Ahmad dari luar pintu
"Iya abah, pintunya udah ga di kunci kok" jawab Bintang dari dalam kamarnya
Pak Ahmad memegang gagang pintunya lalu membuka nya.
Pak Ahmad tersenyum melihat putrinya yang sudah cantik dengan mukena berwarna putih yang ia pakai.
"Abah pergi ke masjid dulu ya"
Bintang membalas senyuman abahnya lalu mengangguk.
"Iya abah, hati-hati ya"
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam..." Jawab Bintang
Setelah pak Ahmad kaluar Bintang langsung melaksanakan sholat qabiliyah sebelum melaksanakan sholat subuh.
Selesai sholat Bintang lanjut berdzikir sambil menunggu abahnya datang dari masjid untuk setoran hafalan Alquran nya.
Kegiatan positif seperti ini rutin keluarga ini lakukan setiap hari.
Saat sinar mentari mulai menyapa dengan menunjukkan sinarnya yang menyilaukan mata.
Bintang saat ini sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan.
Setelah itu ia mandi dan bersiap untuk berangkat ke kampus, namun sebelum itu Bintang sarapan lebih dulu dengan abahnya.
Seperti biasa pembicaraan di meja makan adalah tentang apa kegiatan hari ini.
"Bintang hari ini jadwal normal, Bintang insya Allah pulang jam 3 sore. Kalo abah gimana?"
"Abah hari ini pulang lebih cepat, karena hari ini tidak ada jadwal mengajar hanya ada pertemuan antar dosen. Paling dhuhur abah sudah di rumah" jawab pak Ahmad
"Oo gitu enak dong bisa cepet pulang. Bintang ga sabar pingin cepet cepet wisuda"
Dengan sedikit tertawa pak Ahmad mengusap kepala Bintang
"Ga usah buru buru, mumpung masih kuliah puas puasin main sama temen kamu. Karena kalo udah kerja semua akan sibuk masing-masing dan mungkin akan sulit untuk bertemu apa lagi main bareng"
__ADS_1
Bintang mencerna perkataan abahnya dan kini mulai mengerti.
Ya, karena pasti akan sibuk bekerja tidak akan ada waktu untuk bersantai hanya untuk menghabiskan waktu bersama teman.
Selesai sarapan pak Ahmad menunggu Bintang di teras sambil menyalakan mesin motornya.
Bintang di kamarnya sedang sibuk dengan jarum pentul nya untuk ia sematkan di hijab nya.
Setelah selesai Bintang pun segera keluar untuk segera berangkat ke kampus.
Hari ini pak Ahmad yang akan mengantar Bintang ke kampus.
Saat pak Ahmad dan Bintang sudah siap dengan memakai helmnya, tiba-tiba ada motor yang datang dan berhenti di depan rumah mereka.
Setelah orang itu membuka helm nya Bintang terkejut karena yang datang adalah Arif.
Arif membuka helm nya dan turun dari motornya.
"Assalamualaikum abah, Bintang..." Sapa Arif
Bintang langsung menjawab salam dari Arif, sedangkan pak Ahmad masih bengong karena tidak mengenali siapa pemuda yang datang itu.
Arif mendekat lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada pak Ahmad.
Meski masih tifak ingat pak Ahmad menerima uluran tangan Arif.
"Apa kabar abah, sehat?" Tanya Arif dengan wajah cerianya.
Pak Ahmad mengangguk dan menjawab "Iya Alhamdulillah abah sehat, kamu siapa ya?"
"Abah, dia itu Arif. Anak dari pak Antok dan bu Intan yang sudah pindah ke Jogja itu" saut Bintang
Pak Ahmad mencoba mengingat-ingat karena Arif yang pindah ke Jogja itu sudah sangat lama, tepat nya saat Bintang masih duduk di sekolah dasar.
Setelah berusaha keras untuk mengingat kini pak Ahmad sudah ingat dengan Arif dan wajah kecilnya dulu.
Pak Ahmad tertawa sambil menepuk pundak Arif yang kini tingginya sudah melebihi pak Ahmad.
"Abah sudah ingat, maa syaa Allah Arif abah sudah tidak bisa mengenal kamu. Kamu sudah makin tampan, gagah dan kini tinggi kamu juga sudah sangat melebihi abah" ungkap pak Ahmad
Arif pun tertawa bersama pak Ahmad.
"Jangankan abah, Bintang aja juga udah lupa sama aku" ujarnya
"Bintang? Tapin barusan dia tau kok kalo kamu itu Arif"
"Sebenarnya Bintang udah pernah ketemu sama Arif abah, saat keluar sama Tasya kemarin itu. Kita ketemu di cafe, waktu itu Bintang juga udah ga ngenalin siapa Arif bah"
"Wah... Sama juga ya, berarti ini bukan masalah umur dong" ujar pak Ahmad dan membuat Bintang dan Arif kompak tertawa.
"Abah sama Bintang udah rapi gini pagi-pagi, mau kemana?" Tanya Arif
"Aku mau kuliah dan abah mau ada pertemuan" jawab Bintang
Arif mengangkat alisnya dan terlihat agak sedih
"Yah, jadi aku datang di waktu yang ga tepat dong" kata nya
__ADS_1
"Emangnya kamu ngapain ada di sini lagi?" Tanya abah
"Aku ada tugas di sini bah untuk beberapa bulan ke depan" jawabnya
"Oh masih lama berarti. Ga papa ga bisa ngobrol sekarang kan masih ada besok. Abah sama Bintang hari ini harus pergi, kalau kamu nanti ada waktu lagi main lagi kesini. Pintu rumah selalu terbuka kok"
Ucap pak Ahmad
"Ya sudah, abah sama Bintang cepat berangkat aja sana. Takut telat, nanti aku yang di salahin" celetuk Arif
Abah melepas standard motor nya
"Haha... Ya ngak lah. Ya sudah kalo gitu, abah berangkat dulu ya. Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam..." jawab Arif
Pak Ahmad dan Bintang berangkat ke kampus dan Arif pun pulang.
Sebenarnya sudah sejak kemarin Arif ingin pergi main ke rumah ini, namun saat ia akan berangkat tiba-tiba ia mendapat panggilan darurat dari rumah sakit.
Tak lama Bintang pun sampai di kampus.
Ia lalu berpamitan sama abahnya dan mencium tangannya.
"Abah, Bintang masuk dulu ya. Abah hati-hati di jalan. Assalamualaikum..."
Sambil mengulurkan tangannya pak Ahmad menjawab salam dari putrinya itu
"Iya, kamu yang semangat belajarnya ya, wa'alaikum salam..."
Abah Pun melajukan motornya dan Bintang tetap berdiri memerhatikan motor abahnya hingga tak lagi terlihat oleh kedua matanya.
Bintang melepas helm nya sebelum masuk area kampus.
Baru saja Bintang melewati gerbang kampus suara klakson mobil di belakang nya membuat Bintang terkejut.
Bintang langsung menoleh ke belakang dan itu adalah mobil sahabatnya, yaitu Tasya.
Tasya membuka kaca pintu mobilnya dan mengekuarkan kepalanya dan langsung tersenyum tanpa dosa.
"Astaghfirullah Tasya... Seneng kamu ya bikin orang terkejut?" Seru Bintang
"Hehe... Assalamualaikum Bintang ku..." Ucapnya dengan senyum lebar
Bintang yang selalu tersenyum kini hanya menjawab salam dari Tasya dengan wajah datar
"Wa'alaikum salam"
Merasa aneh Tasya pun bertanya
"Eh tumben ga senyum, marah ya??"
"Berhenti banyak bertanya, sekarang cekatan parkir kan mobil mu agar tidak menghalangi mahasiswa yang lain" suruh Bintang dengan mode serius
Karena Bintang sama sekali tidak melempar senyum nya, Tasya jadi takut kalau Bintang akan marah beneran sama dia.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1