Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
28 Lamaran Resmi di Terima


__ADS_3

Setelah berjalan-jalan seharian kini Dimas pun mengantar Bintang pulang.


Tasya sebenarnya masih ingin bermain di rumah Bintang namun mami nya menelfon dan memintanya untuk segera pulang.


"Yah Bin, aku di suruh pulang nih sama mami" ujar Bintang


"Sekarang?"


"Iya, aku pulang ya"


"Ya udah, salam buat mami kamu ya"


"Oke. Bye Bin..."


Mereka berpelukan lalu cipika-cipiki.


"Eh bilangin terima kasih ku sama pak Dimas" bisik Tasya di telinga Bintang


Bintang mengerutkan keningnya dan memajukan bibirnya "Kol aku? Ya bilang sendiri lah. Udah di belanjain juga"


"Ih... Ayolah" rengek Tasya


Bintang menyilangkan lengannya di dadanya "Ga mau"


Karena tak kunjung berhasil membujuk Bintang, Tasya akhirnya menyerah dan mau mengucapkan terima kasih sendiri pada Dimas.


"Iya oke oke. Tapi temenin yak"


"Kalo cuma nemenin sih, ayo"


Mereka pun pergi ke teras untuk menghampiri Dimas sekalian juga berpamitan pulang.


"Abah, Tasya mau pulang" ujar Bintang


Pak Ahmad yang sedang mengobrol dengan Dimas langsung berhenti dan menoleh

__ADS_1


"Loh kok buru-buru, kenapa?"


"Iya abah, soalnya di suruh cepet cepet pulang sama mami"


"O gitu, hati-hati ya"


"Iya abah, assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam..." Jawab pak Ahmad, Dimas dan Bintang bersamaan


Tidak lupa Tasya mengucap kan rasa terima kasih nya pada Dimas.


"Makasih..." Ucap Tasya dengan pelan sambil menunjuk paper bag di tangannya


Dimas hanya mengangguk tanpa ekspresi di wajahnya.


Bintang tetap berdiri di depan pintu memerhatikan Tasya yang berjalan menuju mobilnya, lalu sambil tersenyum ia melambaikan tangannya saat Tasya hendak melajukan mobilnya.


Mata pak Ahmad dan Bintang melihat kepergian Tasya berbeda dengan Dimas.


Matanya tertuju pada Bintang yang tampak terlihat sangat cantik di tambah lagi dengan senyumnya yang manis.


Dimas langsung mengutarakan pembicaraannya dengan pak Ahmad tentang apa yang ia katakan pada Bintang tadi.


Bahwa Dimas ingin menikahi Bintang.


"Apa kamu sudah mengatakan ini pada Bintang?" Tanya pak


Dimas mengangguk "Saya tadi sudah mengatakan ini pada Bintang, dan jawaban yang ia berikan adalah tergantung abah"


Pak Ahmad tersenyum "Tunggu sebentar ya, abah panggilkan Bintang"


Pak Ahmad masuk ke dalam dan meminta nya untuk keluar.


Dengan duduk bertiga di sana, pak Ahmad mengulangi perkataan Dimas barusan dan ingin mendengar jawaban dari putrinya itu.

__ADS_1


"Bintang menurut apa kata abah, bagaimana keputusan abah Bintang setuju" jawab Bintang


Tidak terlihat sedikit pun tekanan di wajah Bintang, ia mengatakan itu dengan wajah nya yang polos dan tulus.


Akhirnya pak Ahmad pun meminta orang tua Dimas datang kembali ke sini untuk membicarakan ini dengan lebih serius.


Dimas pun pulang dan segera memberi tahukan tentang ini pada kedua orang tuanya.


*****


Tak perlu menunggu lama 4 hari setelah itu Dimas kembali datang bersama kedua orang tuanya.


Di ruang tamu yang tidak terlalu besar itu berkumpul lah dua kelurga untuk membicarakan tentang masa depan dari putra putri mereka.


"Nak Dimas, apa kamu sudah cukup tau tentang bagaimana Bintang?" Tanya pak Ahmad


Dimas mengangguk dan dengan mantap menjawab "Saya rasa saya sudah cukup mengenal Bintang. Bintang adalah wanita baik dan sholeha, sebab itu saya ingin menikah dengannya"


Lalu pak Ahmad bertanya pada putrinya


"Lalu bagaimana dengan mu nak, apa ta'aruf ini sudah membuat mu yakin pada Dimas"


Dengan perasaan deg deg an, Dimas dan orang tuanya menanti jawaban apa yang akan keluar dari mulut Bintang.


Melihat sikap dan perilaku Dimas selama ini, Bintang pun mengangguk.


Itu semua juga tidak lepas dari hasil sholat istikharah yang ia lakukan.


Anggukan Bintang langsung membuat senyuman tercipta di bibir Dimas.


Pak Hendra pun begitu, ia juga merasa senang karena lamaran putra nya berujung di terima.


Dan bu Ririn antara senang dan tudak senang, tapi ia tetap tersenyum di sana.


Pak Hendra ingin Dimas dan Bintang langsung melakukan pernikahan tanpa bertunangan lebih dulu.

__ADS_1


Dan sebagai gantinya bu Ririn menyerahkan 1 set perhiasan untuk Bintang sebagai tanda kalau Bintang saat ini sudah ada yang mengikatnya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2