Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
40 Gagal Ciuman


__ADS_3

Perasaan Bintang mulai tidak karuan, detak jantungnya mulai menggebu pun dengan deru nafasnya yang semakin kencang.


Perlahan tapi pasti wajah Dimas semakin dekat dengannya.


Bintang menutup mata dan meremas tangannya, ia tetap berusaha tenang dan diam untuk tidak menolak, bagaimana pun Dimas sudah sangat berhak atas dirinya.


Jarak hidung mereka yang hanya berjarak 2 cm membuat nafas mereka saling beradu.


Saat kedua ujung hidung mereka sudah bertemu alarm dari hp Bintang berbunyi membuat keduanya terkejut.


Keduanya langsung menjadi kikuk dan malu untuk saling beradu muka.


Bintang langsung berdiri dan mengambil hp nya lalu mematikan alarm nya.


"Siapa yang menelfon, kenapa tidak di jawab?" Tanya Dimas


"Ini bukan telfon, hanya alarm waktu isyak" jawab Bintang dengan menunduk dan tidak berani menatap wajah Dimas


Bintang sengaja memasang alarm karena suara adzan dari masjid tidak begitu terdengarlah jelas ke rumah Dimas karena jaraknya yang lumayan jauh.


Setelah meletakkan kembali hp di atas nakas ia lalu melangkah pergi


"Mau kemana?" Tanya Dimas lagi


Bintang menghentikan langkahnya namun tidak membalikkan badannya "Aku mau wudhu mas, mau sholat isyak"

__ADS_1


Bintang pun melanjutkan langkahnya ke kamar mandi, sedangkan Dimas hanya senyum senyum sendiri menyaksikan tingkah istri nya yang malu malu.


"Jika alarm itu tidak berbunyi mungkin saat ini..." ucapnya terpotong dan kembali tertawa sendiri


Di dalam kamar mandi Bintang melepas hijabnya dan hendak berwudhu, di depan cermin ia menatap pantulan wajahnya lalu menutup matanya.


Ia merasa malu dan karena hampir saja akan berciuman dengan suaminya.


"Ya Allah aku malu, bagaimana hamba bisa melayani suami hamba jika tubuh ini sangat malu jika ada di dekatnya? Ya Allah..." Bintang membatin di dalam hatinya.


Setelah berwudhu Bintang kembali menggelar sajadah nya untuk sholat isyak.


Setelah itu Dimas pun berwudhu lalu melaksanakan sholat isyak juga.


Bintang duduk di tepi kasur sambil memegang hp di tangannya.


Bintang kembali tegang dan perasaannya kembali tidak karuan, ia masih gugup jika Dimas akan melanjutkan adegan yang barusan sempat tertunda.


"Apa kamu sudah mengantuk?" Tanya Dimas


Bintang menggeleng "Belum mas"


"Aku mau ke ruang kerja ku dulu sebentar, jika kamu mengantuk tidurlah lebih awal"


Bintang mengangguk dan bersamaan dengan itu ia bisa bernafas dengan lega.

__ADS_1


Dimas tersenyum lalu memegang pundak Bintang sebelum ia keluar dari kamarnya.


Begitu Dimas keluar ia menyalakan hp nya dan mencari kontak di hp nya.


Ia mencoba menelfon abahnya karena ia sudah merasa sangat merindukannya.


Namun sayang, telfonnya tidak tersambung meski ia telah mencobanya berulang kali.


"Pasti abah lupa mengecas hp nya" gumam Bintang


Ya abahnya memang sering lupa untuk mengecas hp, hingga tak jarang hp abahnya sering mati karena lowbat.


Bintang hanya mengirim pesan berharap besok saat abahnya membaca pesannya beliau akan langsung menelfon nya.


Melihat jam di layar hp nya kini sudah menunjukkan pukul 9.00.


Rasa sepat sudah mulai terasa di mata Bintang, ia meletakkan hp nya dan hendak tidur.


Begitu ia meletakkan kepalanya di atas bantal ia teringat bahwa malam ini adalah malam pertama dirinya akan tidur dengan suaminya.


Bintang kembali bangun dan pergi ke depan meja riasnya.


Menatap pantulan dirinya di cermin Bintang mencoba menyiapkan dirinya.


"Aku harus siap dengan apapun yang akan mas Dimas lakukan terhadap tubuh ku, bagaimana pun sudah tugas ku untuk melayaninya" batin Bintang.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2