
Air matanya tanpa aba-aba langsung keluar dari kelopak matanya.
Tangannya bahkan sampai bergetar dan tidak kuat untuk memegang gelas minuman itu.
Segera ia menghapus air matanya sebelum semua teman arisan mama mertuanya melihat.
Ia mengedipkan matanya berulang ulang agar air matanya tidak kembali keluar.
"Oh ya, cantik cantik kok mau jadi art sih nak?" Tanya bu Diah
Bintang tidak bisa menjawab, tenggorokannya serasa sakit seperti ada yang mengganjal, bahkan ia merasa sulit untuk menelan saliva nya sendiri.
"Eh jeng Ririn, dimana istrinya Dimas? Kok ga kelihatan. Sejak menikah jeng Ririn tidak pernah membawanya ikut arisan bareng kita-kita" Tanya bu Dewi yang memang sudah sangat penasaran dengan wajah menantunya
"Oh, itu istrinya Dimas lagi kerja jeng. Dia wanita karir dan juga pekerja keras, jadi dia sangat sibuk" jawab bu Ririn
"Benarkah, jeng? tanya bu Yunita
"Iya dong jeng Nita, menantu ku sangat sibuk. Ga mungkin juga aku akan menyuruh menantu ku melakukan pekerjaan rumah seperti ini, bisa bisa tangannya nanti akan kasar" jelas bu Ririn dengan penuh senyuman untuk mengelabuhi semua temannya.
Bu Yunita memegang bahu Bintang dan memerhatikan dengan seksama.
Bintang mengangkat wajahnya dan ia mengenali wanita di depannya itu yang tak lain adalah mama nya Tasya, sahabatnya.
Melihat wajah bu Yunita yang menatapnya dengan heran, Bintang langsung menunduk dan segera meletakkan semua gelas itu di meja lalu kembali ke dapur.
Di sana, Bintang tak lagi dapat membendung air matanya.
Ia menangis karena rasanya begitu sakit di dadanya, di hadapannya sendiri mama mertuanya menghinanya.
__ADS_1
Bi Jumi mendekatinya dan duduk di sampingnya.
Bi Jumi merasa sangat kasihan dengan Bintang, ini bukan hanya sekali ia menyaksikan Bintang di perlakukan tidak baik oleh majikannya.
"Non, non Bintang...."
"Apa aku seburuk itu di mata mama bi, hingga ia tidak mau mengakui ku sebagai menantunya?"
Dengan berurai air mata Bintang bertanya pada bi Jumi
"Setidak pantas itukah aku menjadi istri mas Dimas bi? Serendah itu kah diriku hingga mama tega menghinaku di depan teman temannya?"
Bi pun ikut menangis karena sangat kasihan melihat Bintang
"Non, ngak non. Non Bintang sangat cocok bersanding dengan den Dimas"
"Lalu, kenapa mama sangat tidak menyukai ku, bi?"
Bagaimana pun sikap bu Ririn kali ini sangat keterlaluan pada Bintang.
"Non Bintang yang sabar ya, setelah den Dimas pulang nanti bibi akan memberi tahu bagaimana sikap nyonya selama ini sama non Bintang hari ini"
Bintang melepas pelukannya dan dengan cepat menggelengkan kepalanya
"Jangan bi, jangan bilang ini sama mas Dimas"
"Kenapa non? Jika di biarkan nyonya akan melakukan yang lebih parah lagi sama non Bintang. Hanya den Dimas yang bisa menghentikan jahatnya nyonya sama non Bintang"
"Jangan bi, jangan. Jika mas Dimas mengetahui ini, dia pasti akan sangat marah sama mama, dan mama pasti akan tambah membenci ku bi. Beberapa hari belakangan ini hubungan antara mas Dimas dengan mama sudah sedikit tegang, aku tidak mau memperburuk hubungan seorang ibu dan anak"
__ADS_1
"Tapi non...."
"Jangan bi, jika mas Dimas harus mengetahui ini itu harus dari ku sendiri"
"Kenapa non Bintang begitu kuat? Semoga nyonya segera berubah dan menyayangi non Bintang setulus hati. Baiklah non, jika itu yang non Bintang ingin kan bibi hanya bisa mendukung"
"Bi Jumi...." Terdengar suara bu Ririn yang memanggilnya dari luar
"Non, bibi keluar dulu ya, nyonya manggil"
Bintang mengangguk lalu mengelap air matanya dengan hijabnya.
Ia mencoba tenang agar tak lagi menangis.
Acara arisan pun berlangsung, saat semua teman arisan yang lainnya sedang sibuk saling bercerita, bu Yunita pindah dari tempat duduknya dan duduk di samping bu Ririn.
"Aku ga nyangka ternyata sikap jeng Ririn begitu kejam" bisik bu Yunita di telinga bu Ririn
Bu Ririn di buat tersedak mendengar bisikan itu
"Maksud jeng Nita apa?" tanya nya dengan mata yang mulai membulat
"Se tega itu jeng Ririn mengatakan bahwa menantu mu adalah seorang pembantu"
Bu Ririn terkejut bagaimana bisa bu Yunita tahu bahwa Bintang adalah menantunya, bukan pembantunya.
"Jeng Ririn pikir aku ga tahu kalau itu adalah menantu mu?"
Bu Ririn terdiam dan hanya menatap tajam pada bu Yunita.
__ADS_1
Kini bu Ririn pun ingat bahwa saat di pernikahan Dimas, bu Yunita hadir sebagai tamu undangan dari keluarga Bintang.
☀️☀️☀️☀️☀️