Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
73 Menikmati Hari-hari di Singapura


__ADS_3

Melihat suaminya yang tampak panik Bintang memegang pundak nya.


"Ada apa mas, kenapa kamu terlihat panik begini?" tanya Bintang


"Bee dompet ku ga ada" bisik Dimas


"Kok bisa mas? Apa mungkin ketinggalan di hotel kali ya?"


"Tadi sebelum berangkat udah aku sakuin kok, sekarang kemana ya bee??"


"Ya udah nanti kita cari di hotel, sekarang bayarnya pale kartu ku"


Bintang membuka tasnya dan akan mengambil ATM miliknya, namun tangan Dimas mencegahnya.


"Iya deh, nanti bulanannya aku gantiin lebih" kata Dimas sambil tersenyum dan di balas senyum malu-malu kucing oleh Bintang


"Ini mas ATM nya, aku mau ke toilet dulu bentar ya. Mas tunggu aja di mobil"


Bintang menyerahkan ATM nya pada Dimas karena dirinya merasa sangat kebelet dan harus buru-buru ke toilet.


Setelah melakukan pembayaran, Dimas menunggu Bintang di mobil dengan memainkan jemarinya di kemudi setir.


Tak lama Bintang pun datang dan segera masuk ke mobilnya.


"Maaf mas aku sedikit lama, tadi lumayan antri" seru Bintang sambil memakai sabuk pengamannya.


Dimas mengembalikan ATM "Bee..." panggilnya

__ADS_1


"Iya mas" jawab Bintang lalu menoleh pada Dimas


"Kamu tau, kan ATM itu gunanya buat apa?"


Bintang mengangguk "Iya, kenapa mas?"


"Kamu tau isi ATM ini berapa?" tanya Dimas dengan wajahnya yang terlihat serius


Bintang mengangguk "Iya, tau. Ada masalah tah mas?" Bintang menjawab sekaligus balik bertanya


"Ada masalah. Selama ini kamu apakan ATM ini, bee?"


Bintang mengernyitkan dahinya, dalam pikirannya ia mulai khawatir kalau saldonya sudah habis.


"Ada apa mas, apa saldo ATM sudah habis? Aku ga pernah belanja mas, bagaimana mungkin?"


"Ya kan emang ga pernah aku pake, mas?"


"Kenapa? Bisa bisanya ga kamu pake, kenapa bee?"


Bintang mengulas senyum nya lalu memegang pipi Dimas


"Kamu penasaran kenapa uangnya ga pernah aku pake?" tanya Bintang dan di angguki oleh Dimas


"Mas, setiap bulan kamu selalu transfer uang 10.000 juta ke ATM ku, kata kamu itu buat keperluan pribadi aku. Sedangkan 2 minggu sekali kamu ngajak aku belanja baju, skincare, makeup dan lain lain. Lalu akan aku pakai untuk apa ATM ini, mas? Belanja dapur? Kamu kan juga udah kasih uang belanja buat asisten kita. Bahkan saat berkunjung ke rumah abah, kamu juga yang belikan oleh dan juga kasih uang ke abah" jelas Bintang panjang lebar.


Mendengar semua penjelasan istrinya, Dimas pun berpikir benar juga.

__ADS_1


Meski ia memberikan jatah pribadi pada istrinya, dia membelikan semua keperluan pribadi istrinya meski tidak di pinta.


"Ya setidaknya buat apa kek bee, ya masak aku kerja buat kamu dan kamu malah tidak menikmati nya?"


"Mas Dimas sayang, nafkah mu sudah lebih dari cukup baik lahir maupun batin. Aku ga pernah kekurangan apapun dari kamu. Soal ATM ini gimana kalo ini di pegang kamu aja. Lagian sebelum aku minta, kamu pasti sudah membelikannya untuk ku, apapun itu"


Dimas meletakkan kembali ATM nya di tas Bintang.


"Ini nafkah ku untuk mu, jadi terserah akan kamu apakan ini"


"Baiklah suami ku, bagaimana kalau kita sekarang belanja oleh-oleh" usul Bintang


"Oleh-oleh buat abah?"


Bintang mengangguk, "Buat abah, papa, mama sama Hani juga mas"


Dimas menyalakan mesin mobilnya dan dengan semangat akan mengantar kemanapun istrinya mau.


"Baiklah nyonya ku. Sekarang habiskan uang mu itu, dan besok akan aku ganti dengan yang lebih banyak"


"Ini juga ga akan habis mas" tukas Bintang


Mereka menghabiskan malam dengan mengelilingi kota, berbelanja oleh-oleh sambil menikmati jajanan pinggir jalan yang terkenal di sana.


Selama 1 minggu di Singapura, Dimas membawa Bintang ke banyak tempat wisata.


Mereka benar-benar menikmati hari berdua dengan romantis.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2