
Bintang semakin merasa tidak enak pada suaminya.
Saking takutnya ia sampai menyakiti fisik suaminya.
Lagi lagi Bintang meminta maaf dan menciumi tangan Dimas berulang ulang.
Dimas membelai tangan Bintang lalu menciumnya
"Ga perlu minta maaf bee, ini gigitan cinta, ga sakit kok"
Bintang tersipu malu lalu menyembunyikan wajahnya dengan menutupnya menggunakan tangannya.
"Bee... coba lihat keluar deh"
"Tapi aku takut ketinggian mas"
"Coba lihat dulu, pemandangannya bagus banget"
Bintang lalu memberanikan diri membuka matanya dan melihat keluar dari jendela.
Maasya Allah, segala puji syukur tak henti Bintang ucapkan.
Betapa indah dan luasnya bumi ciptaan Allah yang maha kuasa, pemandangan indahnya bumi dengan hiasan lampu bak taburan bintang di angkasa.
"Masha Allah... Indahnya mas...Aku suka pemandangannya, sangat cantik...."
Dimas diam-diam memotret istrinya yang saat ini sedang senang, begitu manis senyuman yang mengembang di bibirnya.
Tak hanya itu Dimas langsung menjadikan foto itu sebagai profil di hp nya.
Agar tidak bosan di perjalanan, Dimas memesankan makanan.
Bintang baru pertama kali menaiki pesawat dan ini merupakan pengalaman terbaik bagi nya.
Mereka tampak serasi bak pasangan muda yang sedang di mabuk cinta.
__ADS_1
Tanpa terasa kini pesawat yang mereka tumpangi akan segera mendarat.
Lagi lagi Bintang ketakutan, tapi kali ini ia memilih menutup mulutnya agar tidak kembali menggigit Dimas.
Mulutnya tak henti berdzikir dan tangannya yang terus menggenggam tangan Dimas dengan kuat.
Nafasnya terasa sesak saking takutnya, Bintang bisa bernafas lega saat pesawat sudah benar-benar menyentuh tanah.
Kepala Bintang terasa sangat pusing, ini kali pertama baginya mabuk dalam perjalan.
Segera Dimas membawanya ke hotel yang sudah ia pesan.
Bintang langsung merebahkan dirinya dan Dimas mengambilkan air minum untuk nya.
"Apa sekarang sudah merasa lebih baik?" tanya Dimas
"Ya Alhamdulillah mas, tapi aku masih sedikit pusing" jawab Bintang dengan memegang kepalanya
"Ya sudah sekarang kamu langsung istirahat aja ya, aku mau ke kamar mandi dulu"
Sedangkan Dimas setelah mencuci muka nya ia mengecek email yang masuk untuk meeting besok.
Saking lelahnya Bintang sampai melewatkan sholat tahajjud nya, ia terbangun saat telinga nya mendengar adzan subuh.
Meski kepalanya merasa masih sedikit berat Bintang bangun dan pergi ke kamar mandi.
"Aku mandi aja deh, siapa tahu setelah keramas kepala ku akan menjadi enteng lagi" batin Bintang
Tak lama Bintang keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang melilit di atas kepalanya.
Ia duduk di samping Dimas dan membangunkannya dengan pelan.
"Mas... Bangun yuk, udah subuh"
Dimas mengucek matanya dan istrinya sudah tampak segar setelah mandi subuh.
__ADS_1
"Kamu udah mandi bee?"
"Heem mas, alhamdulilah kepala ku sekarang sudah lebih enteng. Mas mau mandi juga?"
"Ngak ah, aku mau mandi agak siangan aja"
Dimas beranjak dan langsung pergi ke kamar mandi, sambil menunggu Dimas, Bintang memakai mukenahnya dan menggelar sajadahnya.
Setelah itu mereka sholat subuh berjamaah.
Pagi hari suasana baru di Singapura begitu berbeda dengan di Indonesia.
Dimas dan Bintang sarapan di lantai bawah.
"Bee... jam 7 aku akan ada meeting di luar, kamu kalo mau jalan-jalan ada supir yang akan mengantar mu"
"Supir?"
"Iya bee, teman aku yang tinggal di sini meminjamkan supirnya untuk melayani ku selama di sini"
"Kalo supirnya sama aku, kamu berangkat meeting nya gimana mas?"
"Tenang, aku akan di jemput langsung oleh klien ku"
"Ya baiklah, enaknya kemana ya mas? Aku kan belum pernah ke sini"
"Soal itu gampang, aku yang akan minta supir untuk membawa mu ke tempat tempat indah yang ada di sini"
"Makasih ya mas"
Setelah Dimas pergi, Bintang pun bersiap untuk mengunjungi tempat indah di negri ini.
Bintang meminta supirnya untuk mengantarkannya ke tempat yang tidak terlalu jauh dari hotel.
Bintang meminta supir untuk membawanya berkeliling, ia ingin melihat secara langsung bagaimana keseharian masyarakat di sini.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️