Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
65 Dinner Romantis


__ADS_3

Hari ini seperti biasa Dimas pergi ke kantor sedang kan tetap di rumah.


Dengan memangku laptopnya Bintang mencari lowongan pekerjaan.


Meski tidak tau pekerjaan apa yang akan ia pilih, Bintang terus mencari.


"Lihat saja lowongan pekerjaan apa saja yang ada di sini, siapa tahu salah satunya ada yang aku minati" gumam Bintang dengan jarinya yang terus mengetik di atas keyboard nya.


Karena tak juga menemukan pekerjaan yang cocok menurutnya, Bintang meletakkan laptopnya dan merebahkan dirinya.


"Aku ingin bekerja, tapi kenapa aku tidak tahu mau kerja apa? Astaghfirullah.... Bintang, Bintang" seru nya dengan menepuk dahinya sendiri.


Bintang akhirnya meminta saran dari sahabatnya, Tasya.


"Semoga saja Tasya ga lagi sibuk dan bisa menjawab telfon ku" batinnya saat jemarinya sedang mencari nama Tasya dari layar hp nya.


"Tasya, assalamualaikum..." sapa Bintang saat telfonnya terjawab


""Wa'alaikum salam, Bin. Tumben telfon aku pagi-pagi gini, mimpi apa?"


Tasya bertanya demikian karena setelah menikah Bintang memang tidak pernah menelfon pagi, karena sebelum pindah rumah, jam jam pagi Bintang selalu di sibukkan dengan pekerjaan rumah.


Bintang asyik telfonan dengan Tasya di rumah, meminta saran agar ia bisa kerja.


Dimas saat ini di kantor sedang di sibukkan dengan pekerjaannya.


Baru saja selesai meeting, tepat jam 10.13 siang papa nya datang ke kantornya.

__ADS_1


"Papa? Papa tumben ke sini. Kenapa ga minta Dimas aja yang ke kantor papa?" tanya Dimas yang terkejut akan kedatangan papa nya


"Papa sengaja kesini, karena kamu yang semakin sibuk hingga kamu tidak pernah lagi mengabari papa mu ini" kata pak Hendra lalu duduk di sofa


Dimas bangun dari duduk dan menghampiri papa nya.


"Maaf pa, aku ga bermaksud___"


"Papa ngerti kamu marah sama mama, tapi apa kamu juga marah sama papa?"


Dimas terdiam karena ia tidak mengerti "Maksud paa?"


"Kamu pergi dari rumah karena mama kamu, kan? Papa udah tau semuanya. Apa yang sudah mama kamu lakukan selama ini sama istri mu, semuanya. Papa bangga sama kamu karena kamu rela memilih meninggalkan rumah demi ketenangan istri mu"


Dimas semakin terkejut mendengar itu. "Papa tahu dari mana?"


Pak Hendra lalu menjelaskan dari mana beliau bisa tahu, dari rekaman cctv juga kejujuran bi Jumi.


Dimas semakin terkejut karena dirinya tidak mengetahui jika mama nya pernah berkunjung ke rumah nya.


"Istri mu tidak mungkin memberi tahu mu tentang kedatangan mama yang hanya menghinanya, ia tidak mau membuat mu semakin marah sama mama kamu. Istri kamu sangat baik, Dimas. Jaga dan sayangi dia, dia sudah tidak mendapat kasih sayang dari mama kamu maka kamu harus menyayanginya dengan lebih"


Dimas diam menunduk, dari bola matanya sudah terlihat jelas bagaimana ia menahan amarahnya.


"Papa sudah menegur mama dengan memberikan pelajaran, tetaplah pura-pura tidak tahu akan hal ini di depan mama mu. Jika tidak, mama kamu pasti akan berpikir kalau istri kamu yang sudah mengadukan ini pada mu"


"Jujur Dimas bingung pa, kenapa mama begitu membenci istri ku. Apa kurangnya dia sama mama? Dia sudah begitu baik meski mama selalu jahat padanya" seru Dimas

__ADS_1


"Sudah lah, mulai hari ini mama kamu ga akan pernah lagi mengganggu istri kamu di mana pun dan kapan pun, papa akan jamin itu. Sebagai tanda permintaan maaf mewakili mama, papa sudah menyiapkan salah satu restoran mewah untuk kamu dinner malam ini dengan istri kamu"


"Papa ga perlu minta maaf, juga ga perlu menyiapkan apapun untuk kami. Aku bisa sendiri kok pa"


"Kamu menolak?"


Dimas tersenyum lalu memeluk papa nya


"Mana mungkin aku bisa menolak mu, pa"


Pak Hendra pun tersenyum dan membalas pelukan putranya itu.


*****


Setelah sholat isyak, Dimas meminta Bintang untuk bersiap.


Ia juga menyiapkan baju yang ia beli tadi untuk di pakai oleh Bintang.


Bintang terlihat begitu cantik dengan gamis kombinasi brokat berwarna army, serasi dengan kemeja yang Dimas pakai saat ini.


"Kita mau kemana mas?"


"Kemana aja yang penting aku bisa menikmati malam dengan berpacaran dengan istri ku"


"Ini lah yang menjadi salah satu alasan ingin segera menikah muda. Bisa pacaran halal di mana pun dan kapan pun"


Dimas mengemudi dengan satu tangan dan tangan yang lainnya memegang tangan Bintang.

__ADS_1


Dimas menghentikan mobilnya di depan restoran mewah.


Pelayan langsung menyambut mereka dengan hangat dan mengantarkan mereka pada meja yang sudah di pesan


__ADS_2