
"Lihat nanti aja deh pa" kata Hani
"Kok gitu? Emangnya kamu ada acara apa?"
"Ya ga ada sih, cuma__"
"Ya kalo ga ada acara, bersiaplah. Nanti bareng sama papa ke sana, sekarang papa masih mau ke kantor dulu sebentar"
Pak Hendra mencium kening Hani lalu melangkah keluar bersama bu Ririn yang mengantar nya hingga ke teras.
"Mama siap-siap juga ya"
"Iya pa" sahut bu Ririn setuju lalu mencium punggung tangan pak Hendra.
"Aku ga mau dateng ma, mama sama papa aja" ucap Hani ketika mama nya baru duduk di samping nya
"Kalo nanti kakak kamu nanya kamu mau kasih alasan apa sama dia? Udahlah cuma sebentar doang, temenin mama di sana biar mama ga bete sendirian"
Hani memutar bola matanya lalu mendengus kesal.
Mereka berdua sebenernya masih belum bisa menerima kehadiran Bintang sepenuh hati di rumah itu, namun mereka mencoba bersikap biasa saat di depan Dimas dan pak Hendra.
Selesai dengan riasannya Bintang segera berangkat bersama Dimas.
Setelah cukup lama tidak bertemu dengan teman-teman nya Bintang sudah merasa sangat rindu, terutama dengan sahabat baiknya yaitu Tasya.
Bintang dan Dimas berjalan dengan bergandengan tangan membuat semua mata tertuju pada mereka.
Bagaimana tidak, gadis yang tidak pernah bergaul dengan teman laki-laki nya kini untuk pertama kalinya datang bergandengan tangan dengan seorang laki-laki.
__ADS_1
Bintang merasa malu karena dirinya menjadi pusat perhatian teman-teman nya, namun Dimas yang sangat percaya diri menggenggam tangan nya santai tanpa peduli.
"Kamu kenapa?" tanya Dimas karena istrinya berjalan dengan menunduk
"Apa penampilan ku ada yang salah mas?" Bisik Bintang
Dimas kembali memperhatikan istrinya dari atas hingga ke bawah dan semuanya tampak sempurna.
"Apanya yang aneh? Kamu cantik dan sempurna" puji Dimas
"Tapi, kenapa mereka semua menatap ke arah ku?"
Dimas melihat sekitar dan benar saja banyak mahasiswa/i yang sedang memperhatikan mereka, namun ketika mata mereka kontak
"Hai Bin..." suara yang sangat familiar memanggil namanya
Dimas dan Bintang kompak menoleh ke belakang di mana suara itu berasal.
"Tasya..."
Bintang merentangkan tangannya menyambut Tasya, mereka lalu berpelukan karena sudah 2 minggu tidak bertemu.
"Apa kabar Bin..." tanya Tasya
"Alhamdulillah, aku baik. Kamu?"
"Ya, seperti yang kamu lihat aku juga sangat sehat"
Bintang dan Tasya sangat bersyukur mereka bisa wisuda bersamaan.
__ADS_1
Karena acara sebentar lagi akan di mulai Tasya mengajak Bintang untuk segera masuk.
Dimas menyingkap lengan jas nya melihat arloji yang melingkar di lengannya.
Segera Bintang masuk bersama Tasya sedangkan Dimas masih di luar karena mau menunggu keluarganya datang.
Tak lama Mobil yang Dimas tunggu pun datang.
Papa, mama dan adiknya turun dari mobil itu lalu menghampiri nya.
"Kok kamu di sini, istri kamu mana?" Tanya pak Hendra
"Dia sudah di dalam pa, acaranya sudah di mulai"
Di dalam gedung itu acara berlangsung meriah.
Bintang terpilih sebagai mahasiswa terbaik dengan mendapat gelar cumlaude, Dimas berdiri dan bertepuk tangan dengan sangat bangga.
Begitu juga dengan pak Hendra.
Selesai acara mereka tidak lupa mengabadikan momen emas itu dengan berfoto bersama.
Tentunya Bintang lebih banyak foto berdua dengan suami.
Tanpa ia sadari dari jauh ada sepasang mata yang memperhatikan Bintang, dia adalah Justin.
Justin bersama orang tuanya datang untuk Tasya namun perhatiannya malah tertuju pada Bintang yang tampak bahagia dengan suaminya.
Sejujurnya jauh sebelum wisuda Justin sudah menyiapkan hadiah untuk ia berikan pada Bintang, namun melihat kondisi saat ini tidak mungkin baginya untuk memberikan itu pada Bintang.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️