Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
42 Ciuman Pertama


__ADS_3

Dimas memiringkan tubuhnya menghadap Bintang dengan lalu meletakkan lengannya di bawah kepalanya.


Ia memandangi wajah Bintang dengan mengulas senyum di bibirnya.


Bintang pura-pura menutup matanya karena ia tahu dirinya sedang di perhatikan oleh suaminya.


Beberapa lama Bintang membuka matanya dan melirik Dimas dari ekor matanya saat itu juga mata mereka saling kontak.


"Kenapa memandangi ku seperti itu mas?" tanya Bintang dengan lembut


"Memangnya kenapa, memandang mu saat ini adalah pahala bukan?"


Bintang terdiam dengan tangannya yang memainkan selimutnya.


Dimas mengangkat tangannya dan meletakkannya di atas perut Bintang.


Bintang kembali tegang dan mencoba mengatur nafasnya.


Belum selesai ia mengatur nafasnya Dimas menarik tubuhnya membuatnya saling berhadapan.


"Kamu kenapa tegang gitu?" bisik Dimas


Suara Dimas sebenarnya membuatnya candu, begitu lembut mengayun di telinga saat berbicara dengannya.

__ADS_1


"Apa kamu takut pada ku?" tanya Dimas lagi


Kali ini ia memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan menatap balik wajah Dimas.


"Ngak kok mas"


"Benarkah?"


Bintang mengangguk iya meyakin kan Dimas kalau dirinya tidak takut padanya.


"Kalo gitu mendekat lah" pinta Dimas dengan merentangkan lengannya memberi isyarat pada Bintang agar ia tidur di lengannya.


Bintang mengangkat alisnya lalu mengedipkan matanya menatap lengan Dimas di hadapannya.


Tapi ia memberanikan diri mengangkat kepalanya dan tidur di atas lengan Dimas.


Dimas langsung memeluk tubuh Bintang dan mendekapnya dalam pelukannya, menenggelamkan wajah Bintang di dalam dada bidangnya.


Kali ini Bintang benar-benar bisa mencium wangi tubuh Dimas dengan jelas, hangat nya pelukan Dimas mampu membuat ketegangannya menurun hingga ia bisa rileks dan nyaman berada di dalam dekapan Dimas.


Untuk beberapa saat mereka hanya diam tanpa suara menikmati detak jantung mereka yang saling beradu.


"Kamu ga perlu takut, aku tidak akan memaksa mu untuk memenuhi keinginan ku malam ini. Santai saja, aku akan sabar untuk menunggu mu benar-benar siap menjadi istri ku" ucap Dimas

__ADS_1


Dimas mengatakan itu karena ia mengerti bagaimana perasaan Bintang.


Ia tahu betul kalo wanitanya itu sangat menjaga diri dari lelaki, Dimas hanya ingin memberikan Bintang waktu untuk ia terbiasa bersamanya.


Sebenarnya perkataan Dimas itu membuatnya nyaman karena Dimas bersedia menunggunya untuk benar-benar siap.


Tapi di sisi lain ia merasa kalau ia menyiksa perasaan suaminya karena harus membuatnya menunggu sesuatu yang sudah jelas resmi dan halal menjadi miliknya.


"Tidak perlu mas, malam ini pun aku sudah siap menjadi istri mu yang seutuhnya" ucap Bintang


Dimas menunduk menatap dua bola mata di bawah dagunya yang kini sedang menatapnya.


"Bisa kamu ulangi perkataan mu?" pinta Dimas karena ia ingin memastikan kalau ia tidak salah dengar barusan.


"Aku siap menjadi istri mu yang seutuhnya, melayani mu lahir dan batin dengan sepenuh hati"


Sejujurnya Bintang malu mengatakan itu, tapi setelah mengatakan nya hatinya menjadi lebih tenang, apa lagi saat ia melihat ekspresi dari wajah suaminya yang tampak bahagia mendengar nya.


Dimas membelai pipi Bintang dengan lembut lalu mencium keningnya, Bintang memejamkan matanya menerima kecupan Dimas dengan tulus.


Dimas semakin mengeratkan pelukannya dan kini Bintang pun memberanikan diri untuk memeluk balik tubuh Dimas.


Dimas memegang dagu Bintang lalu mendekatkan wajahnya, Bintang memejamkan matanya saat menerima kecupan mesra dari suaminya untuk pertama kalinya.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2