Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
19 Di Restoran Justin


__ADS_3

Setelah mengambil hp nya ternyata yang menelfon nya Adalah abah.


Bintang lalu menggeser tombol warna hijau di hp nya dan memberi salam.


"Assalamualaikum abah..."


"Wa'alaikum salam. Bin, kamu sudah pulang nak?" saut abah dari seberang telfon


"Iya, ini Bintang baru aja sampe. Ada apa abah?"


"Abah kayaknya pulang nya agak sorean nak, soalnya abah masih mau ke rumah sakit"


"Ke rumah sakit, Abah sakit?" Bintang langsung bangun dari tidurnya dan duduk karena khawatir


"Bukan nak, bukan abah. Abah ke rumah sakit mau jengukin temen abah"


"Oh... Kirain. Ya udah ga papa. Oh ya nanti malem abah mau di masakin apa?"


"Masak, bukannya kulkas lagi kosong ya?" Tanya balik abah


Setelah mendengar itu dari abah, Bintang baru tersadar kalau dia belum belanja dan di dalam kulkas hanya ada es batu sama air putih saja.


"Hehe... Iya sih. Tapi kalo abah mau makan sesuatu kan bisa Bintang beli dulu bahan bahannya sekarang"


"Ga usah, kamu kalo mau belanja besok pagi aja. Malam ini abah mau beli aja"


"Oo iya deh. Abah mau beli apa?"


"Kamu maunya apa, nasi Padang?"


Dengan cepat Bintang mengangguk sambil tersenyum "Sip, tebakan abah betul 100%. Sambal ijo nya jangan lupa ya bah..."


"Iya iya, udah ya. Abah mau berangkat dulu. Assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam...."


Telfon pun di tutup.


Bintang lanjut merebahkan tubuhnya dan mulai tidur.


*****


Tasya sepulangnya dari mengantar Bintang, ia tidak langsung pulang ke rumahnya.


Tasya memilih untuk mampir sebentar di restoran koko nya.


Begitu sampai di depan resto Justin terlihat juga baru datang dan motornya melintas di depan mobil Tasya.


Segera Tasya turun dari mobilnya dan langsung menghampiri Justin.


Justin yang sedang membuka helm nya di buat terkejut karena Tasya yang langsung memeluk nya dari belakang.


Reflek Justin berbalik dan hampir saja akan marah karena ia kira itu adalah orang lain.


Tasya nyengir memperlihatkan gigi nya oada Justin.


Justin mengerutkan dahinya dan mengetok kepala Tasya dengan helm nya.


Tok.... Begitulah kira-kira bunyi yang terdengar dari kepala Tasya.


"Koko!! Sakit tau!" Seru Tasya sambil memegangi kepalanya yang habis di ketok sama abangnya sendiri.


Justin tertawa lalu mengelus kepala adiknya itu

__ADS_1


"Kamu itu ga bisa apa ga bikin kaget orang sehari aja"


"Ih... Bukannya minta maaf malah balik nanya" ketus Tasya


Sambil merangkul bahu Tasya Justin mencium kepalanya yang ia ketok tadi


"Maafin koko ya..."


Meski bibir nya masih manyun karena masih kesal tapi Tasya tidak bisa untuk tidak menerima permintaan maaf dari Justin.


"Tapi dengan satu syarat!" Kata Tasya sambil mengangkat jari telunjuk nya


"Apa?"


"Koko harus siapkan 2 porsi makanan untuk ku. Sop ikan sama seafood bakar, oke. Dan 1 lagi minumnya jus dingin ya"


Justin langsung merangkul leher Tasya dan kembali menjitak nya.


"Kamu kalo laper bilang, ga usah nyari gara-gara. Ayo masuk"


Justin lalu mengajak Tasya masuk ke restoran nya dan meminta pelayan nya untuk menyajikan makanan untuk Tasya.


Tasya duduk di kursi di dekat kaca sedangkan Justin pergi ke ruangannya.


Tak lama pelayan pun datang dengan membawakan beberapa menu makanan kesukaan Tasya dan menyajikannya di atas meja.


Tasya yang awalnya masih manyun kini langsung berubah tersenyum ketika hidungnya berhasil mencium aroma lezat dari makanan di depannya.


Dengan cepat Tasya langsung mengambil sendoknya dan langsung memakannya.


Justin keluar dari ruangannya dan menghampiri Tasya lalu duduk tepat di depannya.


Tasya dengan mulutnya yang penuh menawari abangnya untuk makan.


"Kalo mukut kagi penuh, jangan ngomong. Suara mu ga jelas kek orang lagi di cekek" ujar Justin.


Tasya menelan makanannya dan meminum jus di depannya.


"Koko mau makan juga?"


Justin menggelengkan kepalanya "Ngak"


Lalu memainkan hp nya


Tasya kembali makan dengan lahap.


Sesekali Tasya melihat wajah abangnya yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Koko kenapa?" Tanya Tasya


Justin melirik Tasya lalu kembali menggeleng kan kepalanya "Ga papa, emangnya kenapa?"


"Ish... Koko ini. Di tanya malah balik nanya"


"Ya aku emang ga kenapa kenapa" jawab Justin


"Koko bohong ya.... Itu hidungnya makin panjang" ujar Tasya


Justin meraba hidungnya dan ia rasa hidungnya baik-baik saja.


"Tuh kan, koko takut hidung nya berubah beneran. Koko pasti nyembunyiin sesuatu dari aku, ya kan??" Selidik Tasya


"Apaan sih anak kecil sok tau banget. Habiskan tuh makanannya, awas aja kalo ga di habiskan. Koko doain gendut loh" ancam Justin

__ADS_1


Tasya langsung memukul lengan Justin lalu mencubitnya.


Tasya memang paling sensitif tentang berat badan, tapi meski begitu ia sangat suka makan.


Justin tau itu makanya ia sering meledek Tasya dengan menggodanya gendut.


Selesai makan Tasya lanjut menikmati puding mangga sebagai penutup.


Ia lalu teringat dengan Bintang yang kini mulai resah karena akan taaruf.


Justin menarik hidung Tasya yang sedang melamun


"Aduh.. koko apaan sih, sakit tau"


"Kamu kenapa bengong, kalo udah kenyang pulang sana. Kasian mami sendiri di rumah" kata Justin


"Tapi aku masih mau di sini" rengek Tasya


"Ngak ngak, kamu harus pulang. Kerjain tuh skripsi sampe selesai"


Justin menarik tangan Tasya membuatnya berdiri.


"Koko.... Koko ngusir aku ya dari sini!"


Tasya yang tubuhnya lebih kecil dari Justin membuta Justin sangat suka untuk selalu menjahilinya.


Justin memegang kepala Tasya dan membawanya keluar.


Semua pengunjung dan pelayan di restoran nya memerhatikan mereka.


Bagi para pelayan hal itu sudah biasa karena Tasya memang sangat manja sama Justin.


Tapi bagi pelanggan yang tidak tau pasti akan mengira mereka pasangan kekasih yang sedang bertengkar di sana.


Tasya mencoba melawan namun tangannya tidak sampai untuk meraih tubuh abangnya.


"Koko lepasin, ih... Nanti rusak rambut aku, aku udah capek-capek nyatok malah di giniin. Lepasin ko...." Pinta Tasya sambil mencoba melepas tangan Justin.


Barulah saat mereka sudah di luar restoran Justin melepaskan kepala Tasya lalu mencoba menata kembali rambut adiknya yang sudah mulai acak-acakan.


Tasya menepis tangan Justin dan merapikan sendiri rambutnya.


"Aku bakal adu in ke mami nanti" ancam Tasya


Justin melipat tangannya di depan dadanya sambil tersenyum melihat Tasya.


"Ya, baguslah. Teruslah jadi bocil yang suka mengadu sama mami dan papi"


"Ih aku bukan bocil koko. Aku udah besar, udah 21 tahun!"


"Ya ya ya, si paling besar tapi masih suka ngadu. Pulang sana, belajar yang rajin. Awas aja kalo sampe ga wisuda tahun ini, aku bakal stop uang bulanan mu"


Justin mengusap rambut Tasya membuatnya kembali acak-acakan lalu pergi masuk ke restoran nya.


"Koko.... Dasar jahat!" Tasya masuk ke dalam mobilnya dan langsung pulang tanpa merapikan lagi rambut nya.


Tasya memang sangat manja akan Justin lebih dari pada sama mami dan papi nya.


Justin juga tipe kakak yang penyayang dan sangat perhatian.


Setiap bulan selain jatah dari papinya Tasya juga meminta uang bulanan pada Justin.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2