
"Maksud kamu apa, Dimas?" tanya pak Hendra
"Aku dan istriku akan pindah dari rumah ini, kami mau memulai hidup baru berdua pa"
"Kakak ga bercanda kan?" tanya Hani
Dimas menggeleng "Ngak, aku sudah mempersiapkan semuanya. Dan besok kami akan pindah"
Bu Ririn hanya terdiam dan tidak mengatakan sepatah kata pun.
Pak Hendra benar-benar terkejut, karena setahunya selama ini semuanya baik-baik saja dan menantunya juga terlihat betah di sini.
"Kenapa mendadak gini, nak? Apa istri mu tidak betah di rumah ini?"
Dimas melirik mama nya lalu menatap istrinya.
"Ngak kok pa, kami hanya ingin hidup lebih mandiri" jawab Dimas
"Ya tapi ga mendadak gini juga kan kak" sahut Hani
"Jika kakak mengetahui ini sejak awal, kakak pasti sudah pindah dari rumah ini sejak awal pernikahan"
"Maksud kakak?" Hani bingung dengan jawaban kakak nya, sedangkan bu Ririn mulai gelisah hingga menjatuhkan buah jeruk dari tangannya
"Mama kenapa, kok sepertinya panik begitu?" tanya Dimas
Bu Ririn seketika langsung kikuk "A.. Apa. Panik, ngak kok, ngak. Mama... Mama ga panik" jawabnya terbata-bata
"Mama kok jadi gagap gitu ngomongnya, ada apa ma? Mama sakit?" tanya Hani
"Ee.... Iya, ini, anu, eee mama sedikit pusing aja kok"
Hani mengisikan air di gelas mama nya lalu memberikannya.
"Pusing, bukannya mama senang kalo anak dan menantu mama pergi dadu rumah ini?" tanya Dimas yang membuat mama nya langsung tersedak
"Senang, apa maksud kamu Dimas?" tanya papa nya
Dengan tersenyum Dimas menjawab sambil tetap menatap mama nya.
Bintang memegang paha Dimas, memintanya untuk tidak mengatakan apa yang mamanya sudah lakukan tadi.
Bintang tidak mau kalau Dimas sampai membuat mama nya malu karena apa yang di perbuat nya.
"Ya mama pasti senang lah pa, kan aku bisa jadi lebih mandiri. Terutama istri ku"
"Oh gitu... Mama pasti makin bangga sama kamu, karena dengan itu kamu bisa menunjukkan pada kami kalau kamu benar-benar bertanggung jawab pada istri mu"
__ADS_1
Bu Ririn melempar senyum demi menyembunyikan ketakutannya.
Hani langsung murung dan semakin tidak suka dengan Bintang.
Sejak menikah saja Dimas sudah sangat sulit membagi waktu dengannya, apa lagi jika sudah pisah rumah.
Hani merasa Bintang adalah pemisah antara dirinya dengan kakak nya.
Hari ini, Dimas dan Bintang sudah siap dengan semua barang-barang nya yang sudah di bawa ke mobil oleh supir nya.
Papa, mama dan Hani sudah menunggu di lantai bawah, mereka juga akan ikut untuk mengantar mereka ke rumah barunya.
Selama perjalanan bu Ririn hanya terdiam, sama seperti hani.
Bintang dan Dimas yang lain mobil tersenyum bahagia karena akan memulai hidup di rumah baru berdua saja.
Rumah mewah dengan cat berwarna pastel membuat kesan damai.
Rumah dengan halaman yang luas dengan berbagai tanaman yang tumbuh subur di sana.
Seorang laki-laki yang sudah paruh baya sudah menunggu di depan gerbang.
"Selamat datang tuan...." ucap laki-laki itu dengan mengulurkan tangannya "Perkenalkan, saya Adi, penjaga di rumah baru bapak"
Dimas membalas uluran tangan itu "Saya Dimas pak, dan ini istri saya, Bintang. Dan ini adalah keluarga saya"
Pak Adi lalu menyerah kan kunci rumah pada Dimas, lalu membantu pak supir untuk menurunkan barang-barang Dimas dari mobil.
"Kalo mama sama Hani masih mau di sini, ga papa. Papa soalnya masih mau meeting. Nanti papa jemput lagi ke sini"
"Ngak pa, mama mau langsung pulang aja. Mama udah ada janji sama temen mama" kata bu Ririn
"Hani juga ada janji"
"Ya sudah ayo bareng. Dimas, Bintang, kalian baik-baik ya di sini. Langsung kabari papa kalo ada apa-apa atau pun butuh sesuatu, ya"
Dimas mengangguk lalu menyalami tangan papa nya "Hati-hati pa"
Begitu pun Bintang yang juga langsung menyalami tangan papa dan mama mertuanya.
Biasanya saat berpamitan Dimas selalu mencium mama nya, namun kali ini tidak ia lakukan.
Setelah mencium tangan mama nya Dimas langsung melangkah mundur menjauh.
Hani langsung memeluk kakak nya karena akan berpisah rumah.
"Sering sering main ke sini kalo kangen sama aku" ujar Dimas
__ADS_1
Hani mendongak kan kepalanya "Kenapa aku yang kesini, kakak kan bisa datang ke rumah?"
"Kalo kakak sibuk, gimana?"
"Ih, sejahat itu kakak ya sekarang. Masak udah ga peduli lagi sama adek nya sendiri?"
Dimas tersenyum lalu mencubit pipi adiknya
"Iya iya, kakak pasti akan sering main ke rumah kok" ucap nya lalu mencium kening Hani
Bintang merasa senang melihat ke akuran suami dan adik iparnya itu
"Seandainya Hani juga bisa akur begitu dengan ku, aku juga ingin bisa dekat sama seperti dengan adik sendiri" Batin Bintang
Bintang yang selalu mencoba akrab dengan Hani agar hubungan mereka lebih dekat, namun Hani malah selalu mengacuhkannya bahkan cenderung tidak menghargai.
Kini setelah orang tua Dimas pergi, di bantu oleh suaminya, Bintang mulai membereskan barang-barang nya.
Di rumah baru dengan suasana baru, lingkungan baru dan juga kegiatan baru.
Di sini mereka benar-benar bebas melakukan apa saja, termasuk bermesraan tanpa takut ada yang melihat.
Hari hari pertama di rumah baru Bintang melakukan semua aktifitas sendiri, mulai dari memasak, mencuci dan membersihkan rumah.
Karena merasa kasihan, tanpa sepengetahuan istrinya Dimas mendatangkan asisten rumah tangga.
Mereka benar benar menikmati indahnya hidup berdua, Dimas kini sudah bisa lebih tenang meninggalkan istrinya di rumah.
1 minggu sudah mereka menempati rumah baru nya, hari ini Bintang berencana untuk menjemput abahnya untuk menginap di rumah nya.
Namun sebelum itu ia harus meminta izin dari suaminya terlebih dulu.
"Mas.... Aku hari ini mau ke rumah abah, boleh?" tanya Bintang sembari membantu memakaikan dasi di leher suaminya
"Tapi aku lagi ada meeting sayang, dan ini ga bisa di tunda" kata Dimas
"Ya ga papa mas, aku ke rumah abah sendiri aja, ya?"
"Kok sendiri? Katanya abah mau di ajak nginep di sini?"
"Ya ga papa mas, aku ke sana nya sendiri. Nanti kalo mas Dimas udah pulang dari kantor langsung aja jemput aku sama abah"
"Ya udah. Eh tapi apa kamu udah bilang sama abah kalo kamu mau ke sana hari ini, takut nya nanti kamu sampe di rumah ga ada orang?"
"Udah mas, katanya abah hari ini ga ada kelas"
"Ya udah, kita sarapan sekarang?"
__ADS_1
Bintang memgangguk dan menggandeng lengan Dimas dan turun ke lantai bawah untuk sarapan.
☀️☀️☀️☀️☀️