Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
78 Kekenyangan


__ADS_3

Saat Bintang melangkah dan hendak mendekat salah seorang waiters menghalanginya.


"Maaf bu, ibu tidak bisa pergi ke sana. Di sana ruangan khusus yang sudah di pesan sebelumnya. Apa ibu sudah memesan meja lebih dulu?" tanya nya


Bintang menggeleng "Tidak, tapi aku hanya ingin menemui seseorang yang saat ini ada di sana"


"Maaf bu, tidak bisa"


Bintang memilih mundur dan mengeluarkan hp dari dalam tasnya, dengan jari tangan yang gemetaran dan detak jantung yang tidak karuan ia berusaha tenang dan mengatur nafasnya.


"Assalamualaikum, mas...." ucap Bintang ketika telfonnya tersambung


"Wa'alaikum salam, ada apa bee" sahut dimas dari seberang telfon


"Kamu ada di mana mas?"


Begitu Bintang menanyakan keberadaannya, Dimas langsung memutar kepalanya melihat sekeliling


"Ee... Aku ada di kantor bee, ada apa"


"Aku mau ke kantor kamu sekarang, mas. Ini aku udah ada di jalan"


"Ke kantor? kenapa bee?"


"Kok kenapa mas, kan emang udah biasa aku ke sana. Aku bawain kamu makan siang, nanti kita makan bareng ya mas"


"Ee... tapi bee, aku-"

__ADS_1


"Udah dulu ya mas, assalamualaikum...."


Bintang langsung memutus telfonnya sebelum Dimas menyelesaikan perkataannya.


Terlihat Dimas yang mulai panik, entah apa yang dia bicarakan dengan wanita itu.


Bintang hanya menyaksikan dari kejauhan tanpa bisa mendengar suara mereka.


Dimas pun keluar dari restoran meninggalkan wanita itu sendiri, Bintang yang masih duduk di kursi langsung menutupi wajahnya dengan buku menu.


Saat Dimas hendak masuk ke dalam mobilnya wanita itu mengejarnya dan ikut masuk ke dalam mobil.


Semakin sesak rasanya dada Bintang melihat itu.


Matanya tak lagi bisa menahan bukir bening yang sedari tadi sudah membendung.


Dengan mata yang masih terus berair, Bintang tetap pergi ke kantor Dimas setelah memesan makanan di restoran tadi.


Sepanjang perjalanan Bintang hanya diam karena benaknya selalu teringat saat suaminya memegang tangan wanita itu dengan wajah yang manis penuh dengan senyuman.


"Wanita itu seperti nya tidak asing, aku seperti nya sudah pernah bertemu dengannya, tapi dimana?" batin Bintang


"Sudah sampai, bu" ucap supir dan langsung menyadarkan Bintang dari lamunannya


"Makasih pak" sahutnya lalu segera turun


Setelah menapakkan kakinya di depan kantor, hati Bintang kembali berkecamuk.

__ADS_1


Ia membersihkan sisa air mata di wajahnya lalu mengatur nafas sebelum melangkah masuk.


"Assalamualaikum, mas...." ucap Bintang saat memasuki ruangan Dimas


"Wa'alaikum salam bee, kamu udah sampe" sahut Dimas seraya berdiri dan menghampiri istrinya


Bintang menyalami tangan Dimas lalu meletakkan kotak nasinya di meja.


"Seharian ini sibuk ngak mas?"


Dimas menggaruk kepalanya yang tidak gatal berusaha bersikap seperti tidak ada apa apa


"Em, iya bee. Aku sangat sibuk hari ini, banyak sekali meeting penting"


"Pasti kamu sampe lupa makan saking sibuknya, ayo sini mas, kita makan bareng"


Bintang langsung menyajikan makanannya dan meminta Dimas untuk duduk bersamanya.


Dimas yang baru saja makan siang dengan wanita lain perutnya terasa begitu kenyang, tapi tidak mungkin jika ia menolak ajakan makan bersama istrinya.


"Mas, ayo buka mulut mu" ucap Bintang sembari menyodorkan sendok hendak menyuap suaminya.


Terpaksa Dimas membuka mulutnya dan makan siang untuk kedua kalinya.


Bintang sengaja membawa makanan dengan porsi besar karena ia ingin tau apakah suaminya akan menolaknya, namun ternyata Dimas menghabiskan makanannya meski perutnya terasa sangat begah karena kekenyangan.


"Aku tau betapa tersiksanya kamu menahan kekenyangan di perutmu. Sehalus ini cara mu menutupi apa yang sudah terjadi barusan dari ku. Ada apa dengan mu, mas...." batin Bintang

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2