
Dimas dan Bintang berangkat bersama dengan papa dan mama nya dengan satu mobil.
Wajah dan ekspresi bu Ririn menjelaskan kalau beliau saat ini sudah menerima Bintang sepenuhnya menjadi menantunya.
Terlihat jelas saat mereka sudah sampai di hotel tempat acara di adakan.
Bu Ririn duduk satu meja dengan Bintang dan juga Hani.
Bintang yang baru pertama kali menghadiri acara formal seperti ini sedikit kaku dan bingung tidak tahu harus apa.
Dimas dan papanya sibuk bercengkerama dengan rekan rekan bisnis mereka, sedangkan Bintang tetap duduk di samping bu Ririn yang asyik mengobrol dengan yang lain.
Tak lama ada seorang wanita muda nan cantik dengan rambut pirang yang tergerai menghampiri Bintang.
Wanita itu tampak elegan, seksi balutan dress hitam dengan belahan yang memperlihatkan bagian pahanya.
"Hai, boleh aku duduk di sini?" ucap wanita itu pada Bintang
Bintang mengangguk dan mempersilahkan
"Silahkan..."
"Aku April Wijaya" ucap wanita itu dengan mengulurkan tangannya memperkenalkan dirinya pada Bintang.
__ADS_1
Bintang menerima uluran tangan itu dan juga mengenalkan dirinya.
Mereka berbincang dan terlihat sangat akrab, Bintang yang sedari tadi gugup kini menjadi lebih tenang berkat April.
Tak hanya dengannya, April bahkan terlihat lebih akrab dengan papa dan mama mertuanya, termasuk dengan suaminya sendiri.
Tidak heran karena April adalah putri tunggal dari pemilik perusahaan terbesar yang saat ini sedang mengadakan jamuan.
Setelah acara selesai Dimas mengajak Bintang untuk menginap di rumah orang tuanya, Bintang menyetujuinya karena sudah lama juga mereka tidak menginap di sana.
2 hari mereka menginap di sana, dan setiap kali makan bersama bu Ririn selalu membahas April.
Parasnya yang cantik, pintar, berwawasan luas dan pastinya pewaris dari semua kekayaan Wijaya.
Bintang menganggap nya biasa, siapa yang tidak akan kagum dengan April.
Tapi lama kelamaan Bintang menjadi sedikit cemburu, karena setiap membicarakan April Dimas terlihat antusias untuk membahasnya.
Saat hendak tidur, Bintang memiringkan tubuhnya menghadap Dimas yang sedang sibuk memainkan hp nya.
"Mas..." panggilnya
"Hm... Apa bee. Kamu belum tidur?" tanya balik Dimas tanpa menoleh pada Bintang
__ADS_1
"Aku mau tanya sesuatu sama kamu mas"
"Tanya apa bee udah malem ini, tidur yuk"
Dimas meletakkan hp nya di atas nakas lalu memiringkan tubuhnya menghadap Bintang dan memeluknya dengan erat.
Bintang mengurungkan niatnya untuk bertanya dan memilih untuk tidur di dekapan suaminya.
Meski pertanyaan itu sedikit mengusik pikirannya tapi Bintang berusaha tenang dengan selalu berpikiran yang positif.
Setelah 4 hari menginap di rumah orang tua Dimas, kini mereka kembali pulang ke rumah.
Hari hari berjalan seperti biasa, Dimas kembali do sibukkan dengan sejuta pekerjaan nya dan Bintang pun yang juga di sibukkan dengan pekerjaannya sebagai seorang guru.
Kehidupan mereka berlangsung tenang dan baik baik saja meski sampai saat ini belum juga mereka dapati adanya tanda-tanda kehamilan pada Bintang.
Kini usia pernikahan mereka sudah memasuki tahun ke 4.
Baru saja kemarin mereka merayakan hari anniversary di salah satu hotel mewah di kota itu.
Biasanya setiap tahun mereka akan pergi liburan ke luar negeri, tapi tahun ini Dimas meminta untuk di dalam negeri saja. Pekerjaan yang menumpuk kini menjadi alasan bagi Dimas.
Bintang tidak masalah dengan itu, karena yang terpenting baginya adalah menghabiskan waktu berdua bersama suaminya tanpa ada yang mengganggu.
__ADS_1
Namun nyatanya meski sedang menikmati liburan, Dimas tidak bisa berjauhan dengan hp nya yang selalu bergetar dan berdering sepanjang waktu.
☀️☀️☀️☀️☀️