Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
64 Syarat


__ADS_3

"Kenapa kamu tiba-tiba ingin bekerja, ada apa? Apa kamu memerlukan sesuatu? Katakan pada ku, aku akan memenuhinya sayang" tanya Dimas dengan lembut sembari terus memegang tangan istrinya


"Tidak mas, bukan itu maksud ku. Kamu telah berhasil memenuhi semua tanggung jawab mu juga semua keinginan ku. Hanya saja aku merasa aku terlalu menganggur di rumah. Bosen...."


Dimas tersenyum lalu mencubit pipinya


"Bosen? Aku tau bagaimana caranya agar kebosanan mu hilang"


"Apa itu mas?" Tanya Bintang dengan penuh penasaran


"Kita ke kamar yuk" bisik Dimas di telinganya


"Ih mas.... Aku serius loh. Kamu mah bercanda terus"


Bintang mengalihkan wajahnya lalu menyilangkan tangannya di depan dadanya.


Kali ini Dimas sadar bahwa keinginan istrinya itu bukan hanya candaan semata.


"Maaf bee maaf. Aku pikir kamu bercanda tadi"


Bintang tetap tidak menghiraukan "Tau ah..."


Dimas menghela nafasnya lalu memegang kedua bahu Bintang "Beneran kamu mau kerja, kerja apa?"


Bintang mulai melirik dan bibir nya yang manyun kini kembali datar "Ga tau, aku ga tau mau kerja apa" sahutnya pelan

__ADS_1


Dimas pun tertawa dengan geli karena sedari tadi istrinya merengek ingin bekerja namun tidak tau akak kerja apa


"Kamu ini bee, katanya serius. Giliran di tanya mau kerja apa malah bilangnya ga tau, gimana sih maksud nya sayang..."


"Mas, jangan ketawa ih. Aku beneran mau kerja tapi ga tau mau kerja apa. Aku bilang sama kamu karena aku mau minta izin sekaligus minta saran pekerjaan apa yang cocok untuk ku"


Dimas memegang dagunya dan berpura-pura berpikir keras sebelum memberikan tawaran


"Bagaimana kalo kamu kerja di kantor ku aja, jadi asisten ku. Gimana?"


"Ga mau" tolak Bintang mentah-mentah


"Ga mau? Kenapa?"


Setelah di pikir-pikir perkataan istrinya memnag benar, karena dirinya juga bingung, Dimas akhirnya hanya memberikan izinnya saja.


"Ya baiklah, terserah kamu mau kerja apa aja yang penting kamu ga akan di buat kecapekan dan ga boleh jauh dari rumah. Aku audah memberi mu izin dan sekarang pikirkan saja pekerjaan apa yang kamu sukai"


Mendengar suaminya yang setuju dan dengan suka hati memberikannya izin senyumannya langsing mengembang sempurna.


"Makasih mas.... Makasih ya udah kasih aku izin" ucapnya dengan memeluk suaminya


"Eit... tapi ada syaratnya loh"


Bintang melepas pelukannya lalu menatap wajah suaminya yang terlihat serius

__ADS_1


"Syarat? Syarat apa mas?"


"Kalo kamu mau tau syaratnya, ke kamar"


Senyuman Dimas yang nakal membuat Bintang langsung tau syarat apa yang di maksud oleh nya.


"Tak perlu kau jadikan syarat mas, dengan sepenuh hati aku mau"


Telinga Dimas langsung mekar bersamaan dengan senyumnya yang lebar.


Dengan semangat yang tinggi Dimas langsung menggendong istri menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


"Mas, kamu akan menaiki tangga dengan menggendong ku?" tanya Bintang yang takut suaminya akan kecapekan


"Kamu meragukan kekuatan suami mu?"


"Tidak tidak, bukan itu maksud ku sayang. Aku..."


Cup...


Dimas mencium bibir Bintang agar tak lagi berbicara, Dimas membuktikan pada Bintang kalau dirinya mampu menggendong nya hingga ke kamar.


Karena kedua tangannya tidak bisa menutup pintu, Dimas menggunakan kakinya dan mendorong pintu dengan sedikit kuat agar bisa tertutup rapat.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2