
Sesampainya di hotel ternyata Dimas sudah menunggunya di sana.
Bintang meletakkan tasnya lalu duduk di samping Dimas dengan menyadarkan kepala nya.
"Bagaimana pekerjaan mu, mas?"
"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, itu semua berkat doa dari kamu" jawab Dimas lalu mencium keningnya
"Alhamdulillah... Allah tau kalau kamu mampu mas"
"Karena proyek besar ini berhasil, maka aku akan memberi mu kebebasan untuk berbelanja se..puasnya"
Bukannya tersenyum bahagia, Bintang malah diam.
"Kenapa bee kami ga suka? kamu ga mau berbelanja?"
"Bukannya gitu mas, tapi setiap kali kamu meminta dan mengajak ku berbelanja aku merasa bingung. Apa lagi yang harus aku belanjakan, mas?"
Dimas mencoba menahan tawa nya namun tidak bisa, ia tertawa hingga pipinya merah dan batu bisa berhenti tertawa saat Bintang mencubit lengannya.
"Aduh bee... Ya sudah, kita makan malam romantis, gimana?"
Dengan semangat Bintang mengangguk "Mau"
"Tapi sebelum itu, aku mau..."
"Mau apa mas?" Tanya Bintang dan menatap wajah Dimas yang kini semakin dengan dengan wajahnya.
Dari matanya sudah terlihat jelas kalau Dimas saat ini dalam mode nakal, dengan sengaja Bintang mendorong Dimas agar sedikit menjauh darinya.
"Jangan macam macam sayang, ini sudah dhuhur, ayo kita sholat dulu"
Bintang beranjak dan hendak pergi namun Dimas langsung menarik tangannya hingga membuat Bintang jatuh ke pangkuannya.
"Sebelum sholat kita kan wajib membersihkan diri, kenapa ga sekalian aja" ujarnya dengan berkedip kedip centil
__ADS_1
"Hm... Ngak ah" Bintang menolak dan memalingkan wajahnya
"Bee.... Ayolah..." Dimas merengek dan menenggelamkan wajahnya di balik hijab Bintang.
Melihat dari cermin ekspresi lucu wajah suaminya Bintang menjadi tidak tahan untuk berpura-pura.
Ia melingkarkan lengannya di leher Dimas dan melempar senyum.
"Ternyata kamu manis juga ya mas kalo lagi manja gini"
Dimas melirik dengan ekor matanya dan perlahan bibir manyun nya langsung berubah tersenyum.
Tanpa menunggu aba aba lagi Dimas langsung menggendong Bintang dan membawanya ke kasur.
Dimas dengan segera melancarkan aksinya dengan membuka satu persatu pakaian yang ada di tubuh istrinya.
Bintang diam saja menikmati setiap sentuhan mesra dari tangan suaminya.
Mereka benar benar menikmati indahnya bulan madu di sini.
Malam harinya Dimas mengajak Bintang ke salah satu restoran mewah, ia sudah menyiapkan semuanya dengan rapi.
Dimas sengaja memilih restoran di gedung pencakar langit agar istrinya bisa melihat indahnya kota ini di malam hari.
"Maasha Allah mas, indah sekali..." ucap Bintang
"Kamu suka?"
Bintang mengangguk "Aku sangat suka mas"
Tak lama makanan yang sudah Dimas pesan pun datang, dari tampilannya sudah terlihat mewah dan pastinya mahal.
"Bismillah..." ucap Bintang sebelum memakan makanannya
Rasanya begitu enak hingga membuat Bintang tidak bisa berhenti untuk makan.
__ADS_1
Bintang memang sangat suka makan, tapi meski begitu berat badannya tidak pernah naik dan tetap seperti itu, langsing dan ramping.
Untuk makanan penutupnya Dimas memilih dessert dan Bintang memilih es krim.
Tepat di samping meja mereka ada anak kecil yang begitu lucu sedang memerhatikan mereka.
Bintang tersenyum sambil melambaikan tangannya dan itu membuat anak kecilnya tertawa.
"Kamu kenal doa, bee?" tanya Dimas
Bintang menoleh sekejap lalu kembali menatap anak kecil itu "Aku ga kenal mas, tapi dia begitu lucu, sangat menggemaskan..."
Dimas menoleh dan melihat anak kecil itu, memang benar wajahnya yang tembam begitu lucu, tampan dan menggemaskan.
Bintang tiba-tiba menunduk dan mengusap perutnya yang rata.
Dimas mengerti, setelah 6 bulan pernikahan istrinya belum juga hamil.
Bintang memegang tangan Bintang dan mengulas senyum di bibirnya.
"Jika audah waktunya, kamu pasti akan menjadi seorang ibu juga bee" ujar Dimas
Bintang mengangkat wajahnya dan menatap kedua bola mata suaminya.
"Iya mas, mungkin saat ini belum tepat. Allah pasti tahu kapan waktunya kita untuk menjadi orang tua"
"Sudah, jangan terlalu di pikirkan. Setelah ini kita belanja yuk"
Dimas mencoba mengalihkan pikiran Bintang agar tidak memikirkan tentang anak lagi.
Saat hendak membayar tagihan makanannya, ada hak yang tak terduga.
Dimas meraba saku celana dan jas nya namun yang ia cari tak kunjung di temukan.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1