
Bintang lalu mampir di salah satu kedai kopi yang cukup terkenal kenikmatannya di sana.
Siapa sangka di sana ia bertemu dengan seseorang yang ia kenal.
Awalnya Bintang ragu untuk menyapa karena ia takut kalau dirinya salah orang, jadi Bintang hanya melihat dan memerhatikan dari kejauhan.
Tapi tak lama orang itu datang dan duduk berdiri di sebelahnya.
"Bintang..." sapa orang itu
Bintang urung meminum kopi nya dan menoleh, ia terkejut melihat orang itu di depannya.
Ternyata ia tidak salah orang, itu benar adalah sahabatnya, Tasya.
"Masha Allah, Tasya..."
Mereka lalu berpelukan karena akhirnya setelah lama tidak bertemu kini mereka bisa bertemu meski dengan tidak sengaja.
"Bin, kamu ngapain di sini? sendirian lagi?" tanya Tasya lalu menarik kursi untuk duduk juga memesan kopi.
"Aku ke cafe ini emang sendiri, tapi aku bareng sama mas Dimas kok. Dia sekarang lagi meeting"
"Em... Kalian lagi bulan madu, ya?"
__ADS_1
Bintang tersenyum "Aku ikut kesini karena mas Dimas ada pekerjaan, ya bisa di bilang bukan madu sekalian. Oh ya kamu sendiri kok ada di sini juga?"
"Aku juga ada pekerjaan Bin, tapi meeting nya agak siangan, jadi sekarang aku masih bisa ngopi santai. Kamu nginep di hotel mana?"
Mereka berdua saling bertukar cerita, Tasya yang kini sibuk dengan pekerjaan nya dan Bintang dengan status istri nya.
Tapi meski begitu di sela sela kesibukan mereka, mereka masih selalu menyempatkan untuk berbicara meski via online.
"Di mana Tasya, katanya dia di sini?"
Tasya memang sudah janjian dengan justin akan minum kopi di cafe ini setelah Justin selesai nge gym.
Justin mencari keberadaan Tasya, lalu matanya menangkap adiknya yang terlihat sedang asyik mengobrol.
Terlihat kalau Tasya sudah sangat akrab dengan wanita di depannya saat itu.
Justin berdiri dan memperhatikan Bintang dari kejauhan, karena hanya dengan begini ia bisa dengan puas menatap wajah Bintang.
"Kenapa kita masih sering bertemu Bin, aku pikir setelah kamu menikah dan pergi jauh hidup dengan suami mu, aku akan dengan mudah menghapus rasa ini. Tapi ternyata tidak. Saat aku berusaha mati-matian untuk melupakan mu, Tuhan selalu saja mempertemukan kita. Tidak, lebih baik kalo Bintang tidak tau kalo aku juga ada di sini."
Tasya celingak-celinguk mencari koko nya yang tak kunjung datang.
"Ada apa Sya, kamu lagi cari seseorang?" tanya Bintang
__ADS_1
"Sebenarnya aku ke sini udah janjian sama koko. Katanya habis nge gym mau langsung kesini, tapi kok belum sampe sih"
"Kak Justin juga ada di sini?"
"He'em, Koko mau buka cabang di sini"
Bintang terkejut mendengar pencapaian Justin yang mampu mengelola restoran nya bahkan hingga ke luar negri.
"Wah, hebat ya, udah mau buka cabang sampe luar negri"
"Aku juga, seharusnya koko yang ada di posisi ku saat ini menggantikan papa. Tapi koko memilih jalan sendiri dan dia bisa sukses seperti sekarang"
"Aku saja sangat bangga, apa lagi kamu dan keluarga mu"
"Ya begitu lah Bin. Eh sampe lupa, koko ini kemana sih, aku telfon aja deh"
"Mungkin lagi di jalan kali, Sya"
"Bin, masalahnya tempat Gym nya noh di seberang" tukas Tasya sambil menunjuk gedung di seberang jalan
Ting... Hp Tasya berbunyi.
Tasya lalu mengecek hp nya dan ternyata itu adalah pesan dari Justin.
__ADS_1
"Koko ga jadi ngopi, koko ada kepentingan mendadak"
☀️☀️☀️☀️☀️