Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
63 Ingin Bekerja


__ADS_3

Tak bisa berbuat apa-apa, Bintang pun akhirnya menurut.


Mereka pun mandi bersama dengan waktu yang lumayan lama, dan saat mereka keluar sudah dalam keadaan rambut yang sudah sama-sama basah.


Terlihat wajah dari keduanya yang sama-sama cerah dan memancarkan raut kebahagiaan.


Setelah mengganti pakaian mereka lalu sholat ashar.


Baru selesai mengucap salam, perut Bintang berbunyi dengan sangat keras hingga terdengar jelas oleh Dimas.


Dimas langsung berbalik menghadap pada istrinya,


"Kamu lapar bee?" tanya nya dengan penasaran


Bintang senyum-senyum malu hingga pipinya menjadi memerah "Mas Dimas denger?"


"Ya iya lah bee, gimana ngak itu bunyinya udah kayak klakson kereta" ejek Dimas yang semakin membuat Bintang malu


"Ih, mas..." Bintang memukul lengan Dimas lalu mencubitnya


"Aduh, kenapa kami mencubit ku. Sakit tau" Dimas mengusap lengannya bekas cubitan istrinya


"Tau ah" Bintang beranjak dan membuka mukenah nya setelah itu ia langsung keluar dari kamar


Dimas tersenyum karena istrinya semakin terlihat cantik saat sedang ngambek begitu.


Bintang keluar dari kamarnya dan langsung menuju dapur.


Saat Dimas turun untuk menyusul nya ternyata saat ini istrinya sudah duduk di meja makan dan sedang menikmati makanannya.


"Curang ya, makan ga ngajak ngajak" seru Dimas lalu duduk di samping nya


Sambil terus mengunyah makanan di mulutnya Bintang memicingkan matanya pada Dimas.

__ADS_1


"Makin nakal kamu ya. A...." Dimas membuka mulutnya meminta Bintang untuk menyuapinya


"Mau apa?" Tanya Bintang pura-pura tidak mengerti


"A...." Dimas menunjuk mulutnya lalu makanan di piring Bintang


Bintang pun mulai tersenyum, senyumnya yang mengandung arti.


Rupanya Bintang ingin mengerjai suaminya dengan menyuapi makanan hingga mulutnya penuh.


Melihat suaminya yang kesusahan mengunyah makanannya Bintang langsung tertawa lepas.


Saking lepasnya ia tertawa hingga akhirnya membuatnya tersedak.


"Uhuk.. Uhuk..."


Dimas langsung menuangkan air di gelas lalu memberikannya pada Bintang.


"Maaf mas...." ucapnya ketika batuknya sudah mereda


"Maaf, tidak perlu minta maaf. Aku rela meski pun kamu mau menyuapi ku dengan centong nasi sekalipun agar kamu bisa tertawa lepas seperti barusan"


Bintang lalu memeluk Dimas dan mencium pipi nya


"Aku sayang kamu mas...."


"Lagi" Pinta Dimas dengan menunjuk pipi yang satunya


Dengan senang hati Bintang langsung mencium nya, bahkan ia memberikan bonus dengan mencium bibirnya.


Mereka benar benar sangat bahagia, Bintang berhasil menyembunyikan kesedihan yang di ciptakan mama nya tadi dengan selalu tersenyum manis terutama di depan suaminya.


Setelah sholat isyak Dimas memangku laptop nya.

__ADS_1


Bintang membawakan secangkir susu dan duduk di samping nya.


"Makasih sayang, duduk sini" Dimas menepuk sofa di sampingnya


"Sibuk ya mas..." tanya Bintang dengan melirik layar laptop nya


"Ngak, aku cuma mengecek email yang masuk sekalian membaca berkas untuk meeting besok"


Bintang menyandarkan kepalanya di bahu Dimas dengan terus memerhatikan tangan Dimas yang menari nari di atas keyboard.


Dimas menyadari itu dan hanya tersenyum lalu mencium keningnya.


"Mas..."


"Hm...." sahut Dimas dengan matanya yang tetap tertuju lada laptop nya


"Aku mau bicarakan sesuatu"


"Apa bee, katakan lah"


"Aku ingin seperti mu"


"Kamu ingin menjadi laki-laki tampan dan menawan seperti ku?"


"Bukan itu maksud ku suami ku yang tampan. Aku ingin bekerja"


Dimas berhenti mengetik dan langsung memandang wajah istrinya


"Bekerja? Kenapa?"


Bintang mengangkat wajahnya dan menatap balik kedua bola mata suaminya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2