
"Setelah semua pekerjaan ku beres, aku hanya ingin menghabiskan waktu ku dengan mu. Kita akan jalan-jalan dan menikmati liburan kita dengan romantis. Ga papa kan kalo bulan madu nya hanya di Singapura?"
"Jangan kan ke Singapura mas, itu sudah keluar dari garis Indonesia. Hanya di rumah aja sama kamu aku udah sangat senang. Jarang jarang kamu bisa seharian di rumah, ya kan?"
Dimas tersenyum lalu mencium tangan istrinya.
Memang benar akhir-akhir ini dirinya sangat sibuk di kantor, jika biasanya meski sibuk Dimas bisa pulang lebih awal tapi belakangan ini benar-benar tidak bisa.
Malam ini Dimas benar-benar ingin berpacaran dengan istri nya, setelah makan malam romantis Dimas mengajaknya menonton film romantis di bioskop.
Lalu berlanjut dengan berjalan-jalan di pinggiran taman menikmati angin malam yang berhembus tidak terlalu kencang.
Berjalan dengan bergandengan tangan seperti orang yang sedang berpacaran.
"Mas, aku haus..." kata Bintang merengek pada suaminya
"Haus? Kamu tunggu sini ya, aku akan belikan minum. Mau minum apa istri ku?"
"Em.... Terserah deh yang penting manis"
Bintang duduk di kursi panjang dan Dimas segera menyebrang untuk membeli minuman di minimarket.
Dimas membeli beberapa macam minuman juga makanan ringan.
Dan saat keluar dari minimarket, Dimas melihat penjual jagung bakar keliling yang sedang berhenti di depannya.
"Makan jagung bakar saat ini pasti enak" batin nya.
Dimas pun langsung membeli 2 jagung bakar dan segera menyebrang.
__ADS_1
Setelah menyebrang, Dimas melihat istrinya yang sedang asyik berbicara dengan seorang pria yang tak ia kenal.
Dimas mengerutkan keningnya dan perlahan mendekat.
Istrinya terlihat begitu akrab dan tertawa lepas dengan pria itu.
Seketika wajah Dimas memerah karena rasa cemburu di hatinya mulai membara.
Dimas menghampiri istrinya dan langsung merangkul bahu nya.
"Maaf sayang, agak lama. Aku beli ini buat kamu"
"Wah jagung bakar? Udah lama aku ga makan jagung bakar, makasih ya mas"
Bintang begitu senang dan langsung mengambil jagung bakar nya dari tangan Dimas.
"Aku pergi dulu ya Bin, Assalamualaikum..." ucap laki-laki itu
Sampai laki-laki itu pergi mata Dimas tetap memerhatikan nya.
"Dia siapa bee?"
"Dia kak Justin, mas" jawab Bintang dengan terus memakan jagung nya
"Justin? Justin siapa?"
"Mas lupa ya, kan kita pernah makan di restoran dia saat kita ta'aruf dulu. Dia kakak nya Tasya mas"
Dimas kembali mengingat karena dia memang lupa,
__ADS_1
tapi siapapun itu Dimas tidak suka kalau istri nya terlihat begitu akrab dengan lawan jenis.
Karena malam sudah larut, mereka pun pulang.
Terasa sangat menyenangkan bisa menikmati malam dengan jalan-jalan berdua di tengah padatnya kesibukan pekerjaan Dimas.
Hari ini merek bersiap karena malam ini mereka akan pergi ke Singapura.
Dimas sengaja memilih penerbangan malam karena jadwal nya bertemu dengan klien pagi.
Bintang mengemasi bajunya dan juga baju suaminya ke dalam koper.
Saat sedang sibuk memilih hijab mana yang akan ia bawa, Dimas datang dan mulai mengganggu.
Dimas memeluk Bintang yang hanya menggunakan daster se lutut dengan rambutnya yang terurai karena masih sedikit basah.
Dimas sangat suka saat Bintang hanya memakai pakaian mini, banyak sudah koleksi pakaian mini yang Dimas belikan untuk nya untuk di pakai sehari-hari di rumah.
"Mas, aku lagi berkemas ini. Jangan ganggu dong..."
Dimas tidak peduli, ia malah mulai menciumi leher Bintang hingga membuat Bintang geli dan tertawa.
"Mas, hentikan. Aku geli mas..."
"Aku suka wangi tubuh mu bee, begitu candu rasanya" sahut Dimas
Bintang mencubit pipi Dimas yang menempel di pipi nya sebelum mencium nya.
Tanpa Bintang bereaksi saja Dimas sudah bergairah, apa lagi setelah mendapat ciuman dari nya.
__ADS_1
Gairah Dimas langsung naik seketika.
☀️☀️☀️☀️☀️