Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
62 Terpaksa Kasar


__ADS_3

Bu Ririn berdiri dari duduknya dan melangkah mendekat pada Bintang.


Matanya yang melotot dan tangannya hendak kembali di layangkan untuk menampar Bintang namun itu gagal.


Bintang langsung menangkap tangan mama nya dan memegangnya dengan kuat.


"Cukup sekali mama menampar ku dan tak akan aku biarkan terulang lagi. Selama ini aku sudah diam dan tetap menghormati mama meski mama selalu bersikap buruk pada ku. Aku juga merahasiakan perbuatan mama dari mas Dimas. Mas Dimas hanya sekali melihat mama menampar ku dan langsung memutuskan untuk pergi dari rumah, bagaimana jika mas Dimas tau kalau mama datang ke rumah ini hanya untuk menghardik ku. Mama mungkin busa bayangkan sendiri apa yang akan mas Dimas lakukan sama mama" ujar Bintang lalu melepas tangan mama nya


Kemarahan bu Ririn semakin memuncak, niatnya datang ke rumah ini untuk mengancam dan menakuti Bintang namun malah dirinya sendiri yang mendapat ancaman.


"Kamu udah berani yang mengancam mertua mu?! Semakin kurang ajar ya kamu!"


Bintang menghapus sisa air mata yang membasahi pipinya dan mengangkat kepalanya.


"Maaf ma, bukan aku yang kurang ajar sama mama, aku hanya menyesuaikan bagaimana sikap mama terhadap ku"


"Sifat asli mu sudah keluar, kamu ini memang aslinya ular yang berkedok sok alim. Jika Dimas melihat bagaimana kamu mengangkat kepala mu saat berbicara pada ku, dia pasti akan memukul mu"


"Jika aku yang mengangkat kepalaku saja mas Dimas akan memukul ku, lalu bagaimana dengan mama yang sudah jauh-jauh datang kesini hanya untuk menghina dan memfitnah ku?"


Bu Ririn terperangah karena menatunya yang polos kini sudah sangat berani padanya.


Dengan matanya yang terus melotot bu Ririn mengepalkan tangannya yang menahan kesal dalam dirinya.


Bintang mencoba untuk tetap bersikap tenang dengan mengatur nafasnya


"Mama, entah mama mau menerima atau tidak aku kini sudah menjadi menantu mu. Aku akan selalu menghormati mama seperti aku menghormati orang tua ku sendiri. Jika mama datang kemari untuk sekedar mengunjungi ku, dengan senang hati aku akan menyambut mama. Tapi jika tujuan mama kemari hanya untuk menghina ku, maaf, lebih baik mama pulang saja"


Terpaksa Bintang harus bersikap tegas, ia tidak mau lagi terus terusan ditindas dengan sikap mama nya yang semena-mena.


"Kamu berani mengusir ku?! Berani kamu ya!!"


"Cukup ma, mama tidak perlu meninggikan suara mama. Jika selama di rumah mama aku tetap diam dan hanya menangis, sekarang tidak. Ini rumah ku, aku tidak akan membiarkan orang lain berbicara atau pun berbuat buruk di sini"


Bintang melangkah dan membuka pintu dengan lebar


"Mama, supir mama sudah menunggu"


Bu Ririn mengambil tas nya dan melangkah keluar.


Langkahnya terhenti saat beliau berada tepat di hadapan Bintang.


"Baru mempunyai rumah ini saja kamu sudah sangat sombong! Cuih...."

__ADS_1


Bu Ririn meludah sebelum pergi dari rumah Bintang.


Bintang langsung menutup pintunya dan mengunci dengan rapat.


Air matanya kembali mengalir dengan deras, hatinya begitu sakit.


Ia terpaksa bersikap kasar pada mama mertuanya semata hanya karena tak ingin di anggap lemah.


"Maaf kan aku ma, maaf kan aku.... Aku terpaksa mengusir mama dari sini, maaf kan aku..."


Bintang duduk di lantai dan menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.


Sejujurnya hatinya begitu sakit bersikap begitu pada mama nya, namun ia terpaksa.


Bintang lalu pergi ke kamarnya dan mencuci wajahnya dengan berwudhu.


Untuk menenangkan hatinya Bintang memilih untuk mengambil Al-Qur'an dan mengaji.


Dengan begini hatinya busa menjadi lebih tenang.


Bintang mengaji hingga masuk waktu dhuhur, barulah setelah sholat dhuhur ia pun langsung membaringkan dirinya dan memilih untuk istirahat.


Saking lelapnya tidur Bintang bahkan sampai tidak makan siang dan terbangun saat suaminya sudah pulang dan ada di sebelahnya.


Ia terperanjat dan langsung duduk


"Mas.... Kamu sudah pulang?" Sapa Bintang lalu mencium tangan Dimas "Tumben pulang cepat, tanpa kasih kabar lagi" sambung nya


"Pulang cepat? coba lihat ini" Dimas memperlihatkan jam di layar hp nya yang kini sudah menunjukkan pukul 16.05 sore.


Bintang seketika langsung membulat kan matanya karena tidak percaya kalau dirinya tidur siang begitu lama, bahkan suara alarm adzan ashar dari hp nya tak ia dengar.


"Astaghfirullah sudah ashar rupanya, aku tidur nya kelamaan" seru Bintang dengan menepuk dahinya


Dimas tertawa lalu merangkul istrinya


"Kamu mimpi apa sih sampe se pulas itu tidur nya, biasnya ada semut lewat aja kamu langsung bangun"


"Aku ga mimpi apa-apa kok mas, kenapa ya?"


"Udah, ga usah di pikirin. Kita mandi yuk, gerah nih"


Bintang memutar bola matanya dan melirik suaminya dengan ekor matanya.

__ADS_1


Dimas pun mulai senyum-senyum nakal dengan sesekali mengedipkan matanya.


"Ih mas, apaan sih kok kedip kedip gitu. Kelilipan?"


Dimas mengangkat alisnya dan mengerutkan dahinya "Jangan pura-pura tidak mengerti, bee..." ucap Dimas dengan mendekatkan wajahnya hingga ujung hidung mereka saling bersentuhan.


"Bee?? Bee apa mas?"


"Babee, Babee Bintang ku tersayang" ucap Dimas dengan menatap kedua bola mata Bintang


Bintang sontak tertawa mendengar nama panggilan barunya dari suaminya


"Kamu ini mas.... mas. Ada ada aja"


Melihat istrinya yang tertawa semakin membuat dirinya semakin tidak bisa menahan nafsunya.


Tanpa aba-aba, Dimas langsung mencium Bintang mulai dari pipi nya dan langsung ******* bibir Bintang hingga Bintang tidak bisa lagi melanjutkan tawanya.


Bintang di buat terkejut oleh suaminya karena menerima serangan tiba-tiba.


Bintang hendak melepasnya namun Dimas tidak membiarkannya, Dimas semakin mempererat pelukannya dengan menekan pinggang Bintang hingga tubuhnya saling berdempetan.


Karena serangan Dimas yang semakin brutal dan ganas Bintang mencubit pahanya hingga Dimas merasa kesakitan dan akhirnya melepaskan ciumannya.


"Aduh... Sakit bee... Kenapa kamu mencubit ku?" seru Dimas sambil mengusap paha nya


Bintang mengelap bibirnya yang kini sudah merah karena bekas gigitan Dimas.


"Kamu sih mas, kenapa main langsung aja. Aku ga akan nolak kok asal jangan main terobos aja, apa lagi mas Dimas menggigit ku barusan"


"Ya habis nya aku gemas sama kamu" jawabnya dengan mencubit pipi Bintang "Sekarang kita mandi yuk" ajak Dimas lagi


"Ngak ah...." tolak Bintang lalu membalikkan badannya membelakangi Dimas


Dimas mengerti kalau istrinya hanya berpura-pura, tanpa menunggu jawaban iya, Dimas langsung menggendong Bintang dan membawanya ke kamar mandi.


Bintang yang terkejut langsung berteriak dan meminta untuk di turun kan.


"Mas, mas... turunin aku mas, ha.... turunin....."


Semakin Bintang merengek semakin Dimas semakin gemas dan melangkah lebih cepat ke kamar mandi.


Sudah lumayan lama ia tidak mandi bersama dan kali ini Dimas begitu ingin melakukannya.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2