Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
59 Ke Rumah Abah


__ADS_3

Setelah sarapan, Dimas langsung berangkat ke kantor dan Bintang mengantarnya hingga ke teras.


Seperti biasanya, sebelum berangkat Dimas memeluk dan mencium kening Bintang lebih dulu.


"Hati-hati ya mas" ucap Bintang


"Iya sayang, kamu nanti kalo udah sampai di rumah abah langsung kabari aku ya"


"Siap suami ku" sahut Bintang dengan wajah yang full senyum


Jam 9.15 Bintang sudah siap dan rapi dengan pakaiannya.


Is segera turun dari kamarnya karena taksi yang ia pesan sudah menunggu di depan.


Seperti biasa Bintang akan membeli makanan dan buah-buahan dahulu sebelum sampai di rumah.


Namun sayangnya saat di tengah perjalanan taksi yang ia naiki tiba-tiba berhenti.


"Ada apa pak, kenapa berhenti?" tanya Bintang


"Seperti ada sesuatu sama ban nya mbak, saya turun dan cek dulu ya mbak" jawab si supir lalu turun


Dan benar saja, bannya bocor.


"Aduh mbak, ban nya bocor" seru supir taksi


Bintang langsung turun dari taksi untuk melihat kondisi ban nya.


"Yah pak, trus ini gimana? Apa bapak tidak bawa ban cadangan?"


"Tidak mbak, saya ga ada ban cadangan"


"Aduh, gimana ini?"


"Maaf ya mbak. Eh gini aja deh, mbak pesan taksi yang lain aja ya dan ongkos nya ga usah mbak bayar. Ga papa kok, ini saya kembalikan"


"Ga perlu pak, anggap saja ini sebagai tambah tambah biaya ganti ban nya" Ucap Bintang dengan mengembalikan kembali uangnya


"Makasih ya mbak, semoga Allah mengganti dengan yang lebih"


"Aamiin..."


Bintang berdiri di pinggir jalan dengan menenteng kantong makanan dan buah-buahan di tangannya.


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depannya, Bintang memerhatikan dengan seksama karena mobil itu sepertinya tidak asing baginya.


Dan benar saja, saat pengemudi mobil nya turun Bintang memang mengenalinya.


"Kak Justin..."


"Hai, Bintang. Sedang apa kamu di sini?" tanya Justin yang melangkah mendekat padanya


"Oh ini kak, aku mau ke rumah abah tapi ban taksinya malah bocor. Aku masih mencari taksi lain di sini"


"Mau aku antar ke rumah abah?"


"Ga usah kak, aku tunggu taksi aja"


"Yakin? Apa kamu sudah pesan taksi online?"


Bintang tersenyum memperlihatkan giginya


"Ngak, soalnya hp ku tiba-tiba mati, hehehe...."


"Ayo naik ke mobil, akan aku antar ke rumah mu"


"Apa tidak akan merepotkan?"


"Sudah lah, ayo masuk"


Justin membukakan pintu mobilnya dan meminta Bintang untuk masuk.


Setelah sekian lama tidak bertemu, kini mereka bisa satu mobil.


"Oh ya, aku sampe lupa menanyakan kabar mu. Apa kabar mu?" tanya Justin


"Alhamdulillah aku sehat kak. Bagaimana dengan mu sendiri?"

__ADS_1


"Ya aku sama seperti mu. Udah lama ya kita ga ketemu"


"Ya, sepertinya hampir 3 bulanan lebih ya kak. Kakak bahkan tidak hadir di acara pernikahan ku, kenapa?"


"Aku minta maaf ya, saat itu aku ga bisa datang karena aku merasa kurang sehat"


Justin terpaksa berbohong karena tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya.


"Benarkah?" Bintang melirik Justin seakan menelisik kejujuran nya


"Iya, suer" ucap Justin dengan menjewer telinga nya sendiri


"Baiklah baiklah, aku percaya. Ngomong ngomong makasih ya kak kado nya, aku suka"


Justin menatap wajah Bintang yang terlihat sangat cantik dengan senyumnya.


"Iya, sama-sama. O ya Bin kalo boleh tau kamu kenapa pergi sendirian, suami mu kemana?"


"Mas Dimas ada meeting penting di kantornya dan ga bisa di tunda, tapi nanti dia akan datang ke rumah untuk menjemput ku dan abah"


Mendengar Bintang menyebut suaminya dengan sebutan 'Mas' membuat hati Justin terasa sakit.


Ia bahkan sampai saat ini masih belum bisa menerima dengan sepenuh hati pernikahan Bintang, begitu pun dengan perasaan nya yang masih tetap sama dan tidak berubah sedikit pun.


Entah sampai kapan ia akan tetap mencintai wanita cantik yang sudah bersuami itu yang kini duduk di sampingnya.


Tak lama mereka pun sampai di rumah, wajah Bintang langsung sumringah dengan senyumnya yang lebar saat kedua bola matanya melihat rumah kelahirannya.


"Ayo kak, mampir dulu" ajak Bintang saat hendak melepas safety belt nya


"Lain kali aja ya, soalnya aku masih harus pergi ke suatu tempat. Maaf ya"


"Oo gitu, terima kasih banyak ya kak udah sempetin nganterin aku pulang"


"Sama sama, titip salam ku sama abah"


"Iya, nanti aku sampein sama abah. Assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam...." sahut Justin sambil terus memperhatikan Bintang yang sudah turun dari mobilnya dan melangkah pergi


"Seandainya kamu tau perasaan ku, mungkin kamu tidak akan mau bertemu dengan ku" batin Justin


Pintu rumah yang terbuka dengan suara murottal Alquran yang terlantun merdu, Bintang melangkah masuk ke rumahnya.


Ia mendapati abahnya yang sedang rebahan dengan matanya yang terpejam


"Abah... Abah pasti kecapekan sampe ketiduran di sofa" batinnya


Tidak tega rasanya jika kehadirannya akan membangunkan tidur abahnya.


Bintang duduk di sampingnya dengan tanpa menimbulkan suara sedikitpun.


Ia memerhatikan wajah polos yang kini sudah mulai banyak kerutan di dahinya.


Tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipi nya, rasanya sakit meninggalkan abahnya sendirian di rumah ini.


Tiba-tiba hp nya berdering dan membuat abah terbangun dan membuka matanya.


Segera Bintang mengambil hp nya dan mengecilkan volume nya.


"Bintang...." panggil abah


"Abah... Maaf ya Bintang udah bangunin abah"


Abah bangun dan duduk, beliau masih tidak percaya kehadiran putrinya yang tiba-tiba.


"Kamu sudah dari tadi?"


Bintang duduk di samping abahnya lalu mencium tangannya.


"Bintang baru aja sampe, melihat abah yang tidurnya pulas Bintang jadi ga tega buat bangunin abah. Abah pasti kecapekan ya?"


"Ngak kok, abah ga sengaja ketiduran. Di mana suami mu?"


"Mas Dimas ga ikut bah, dia masih ada meeting penting di kantornya. Tapi nanti mas Dimas akan kesini buat jemput kita. Abah jadi kan nginep di rumah baru Bintang?"


"Iya nak, tapi ga bisa lama-lama"

__ADS_1


"3/4 hari?"


Abah tersenyum dengan memegang pipi Bintang


"Itu kelamaan nak, abah nginep di sana 2 hari ya"


"Yah, ya udah deh ga papa. Yang penting aku bisa kumpul lagi sama abah" ucap Bintang dengan memeluk abahnya


"Oh ya bah, Bintang sampe lupa. Ini Bintang bawain makanan kesukaan abah, Bintang siapin dulu ya"


"Ya, bukalah. Abah juga udah laper"


Bintang langsung menyiapkan makanannya dan makan bersama dengan abah.


Tak lupa juga Bintang mengupas dan mencuci buah nya agar abah bisa langsung memakannya.


Saat sedang asyik makan bersama, ada seseorang yang datang dan mengetuk pintu.


"Assalamualaikum...." panggil orang itu dari luar


"Wa'alaikum salam" jawab abah dan Bintang dengan bersamaan


Bintang mencegah abahnya yang hendak berdiri


"Abah, abah lanjutin aja makannya, biar Bintang yang bukain pintu"


"Makasih ya nak"


Bintang melempar senyum pada abahnya lalu pergi untuk membuka pintu.


Begitu Bintang membuka pintunya, ternyata orang yang ada di balik pintu adalah Arif.


Arif terkejut karena Bintang yang ada di depannya hingga ia tidak sadar saat Bintang menyapanya.


"Arif...".Sudah kesekian kalinya Bintang memanggil namun Arif tetap melamun, hingga Bintang menepuk lengannya barulah Arif tersadar


"Eh... Bintang, ada apa Bin...."


Bintang tersenyum "Seharusnya aku yang bertanya sama kamu, ada apa kamu ke sini?"


"Hehe... Iya ya, aku mau kasih ini sama abah" Arif menunjukkan kotak makanan di tangannya


"Oh ayo masuk, abah ada di dalam. Duduk lah dulu biar aku panggilkan abah"


Arif pun duduk dan menunggu di sana. Setelah selesai makan abah pun menemui Arif.


Bintang pun membuatkan minum untuk arif dan abahnya lalu kembali masuk ke kamar nya.


Entah apa yang mereka obrolin, dari wajah abahnya terlihat bahwa beliau sangat nyaman dengan kehadiran Arif, Bintang yang melihat itu dari kejauhan merasa sangat senang. Karena ada orang lain yang bisa menemani abahnya di rumah saat dirinya tidak ada di samping abahnya.


Tanpa ada suara mobil yang datang, tiba-tiba Dimas sudah berdiri di ambang pintu dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum..."


Abah dan Dimas langsung menoleh ke asal suara


"Nak Dimas, wa'alaikum salam... Sini nak, masuk" abah memintanya masuk dan duduk di sampingnya


Setelah menyalami tangan abahnya, Dimas pun duduk.


Matanya mulai menyorot pada Arif karena ia tidak suka padanya.


"Katanya Bintang kamu masih ada meeting penting, apa sudah selesai?" tanya abah


"Alhamdulillah, sudah bah. Ini berkat doa yang tulus dari putri abah hingga aku bisa mendapatkan proyek besar ini"


"Alhamdulillah.... Abah jadi ikut senang mendengarnya"


Mendengar suara suaminya, Bintang keluar dari kamarnya


"Mas...." panggil nya lalu meraih tangan Dimas dan menciumnya "Katanya mau jemput nanti sore, kok udah kesini?"


"Iya sayang, meeting udah selesai. Karena meeting nya sidah berhasil, aku akan ajak kamu dan abah berbelanja sepuasnya" ujar a


Dimas lalu mencium tangan Bintang


Bintang sangat bahagia mendengar keberhasilan suaminya itu, begitu dengan abah.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2