
Beberapa hari setelah kejadian itu, semuanya masih tetap sama seperti dulu.
Setiap pulang kerja Dimas selalu membawakan buah tangan untuk Bintang, entah itu makanan maupun buket bunga tulip kesukaan Bintang.
Hingga suatu hari Bintang tidak sengaja membaca isi chat dari hp suaminya.
Nama dari kontak yang di beri nama klien penting oleh suaminya berisi chat yang romantis sebagaimana saat chatting an padanya.
Di sana Bintang bisa membaca dan mengetahui semuanya dengan jelas, saat mereka makan bersama hingga liburan bersama.
Sekujur tubuhnya menjadi bergetar dengan mata yang mulai berair, tenggorokan Bintang mulai terasa sakit karena menahan suara tangisnya agar tidak keluar.
Bagaimana mungkin suami yang selama ini ia sangat cintai ternyata membagi hati dengan wanita lain.
"Apa kurangnya aku sama kamu, mas hingga kamu tega selingkuh di belakang ku? Kamu tega melakukan hal yang bahkan aku saja tidak mampu untuk membayangkannya, astaghfirullah ya Allah...."
Tangisan Bintang semakin pecah, ia tak lagi kuasa untuk menahannya.
Dimas yang baru keluar dari kar mandi terkejut melihat istrinya yang sudah sesenggukan dengan hidungnya yang sudah memerah.
"Bee, ada apa bee? kenapa kamu menangis?" tanya Dimas dengan memegang pundak Bintang.
Namun Bintang menepis tangan Dimas dan menjauhkan dirinya.
"Ada apa bee, kenapa kamu-"
__ADS_1
"Jangan sentuh aku, mas" tegur Bintang memutus perkataan Dimas
"Ada apa bee, apa aku ada salah? katakan bee...."
Dimas terus berusaha mendekati Bintang namun Bintang terus mundur hingga jatuh karena tersandung kaki meja.
"Bee...." Dimas berniat untuk membantu Bintang berdiri namun lagi-lagi Bintang menepisnya.
"Aku sudah bilang, jangan sentuh aku" ucap Bintang dengan suaranya yang bergetar
"Iya iya, oke. Aku ga akan menyentuh kamu, tapi katakan bee ada apa, katakan?"
"Ini apa, mas!!" tanya Bintang dengan menunjukkan layar hp di tangannya.
"Apa ini mas? Siapa dia?"
"Ee... bee... dengarkan aku, ini salah faham. Ini ga seperti yang kamu pikirkan. Aku bisa jelasin ini bee"
"Apa yang mau kamu jelasin mas? Kamu mau beralibi apa lagi?! Kamu.... kamu jahat, mas"
Bintang hendak pergi keluar dari kamarnya namun Dimas mencegahnya dengan menarik tangan Bintang dan langsung mendekap tubuhnya dengan erat.
Sekuat tenaga Bintang memberontak namun tenangnya tidak bisa melepas tangan Dimas.
Akhirnya Bintang terus menangis sambil memukuli lengan Dimas.
__ADS_1
"Kenapa kamu selingkuh mas, kenapa? hiks... hiks... Apa kesalahan ku hingga kamu berbuat zina dengan wanita lain.... Kamu jahat mas..." ujar Bintang dengan sesenggukan sebelum akhirnya ia jatuh pingsan di dekapan Dimas
"Bee... Bee, bangun bee.... Ya ampun, bee...."
Dimas bingung dan pikiran nya mulai kacau, khawatir dan takut terjadi apa-apa pada istrinya.
Dimas duduk di samping istrinya dengan terus meminta maaf sambil menggenggam tangannya.
Bunyi dering dari hp membuatnya terkejut, segera Dimas mengambil hp nya yang masih di lantai.
Klien penting rupanya yang saat ini menelfon nya.
Awalnya Dimas tidak ingin menjawab telfon itu, namun karena hp nya terus berbunyi berulang kali terpaksa Dimas harus menjawab nya. Namun sebelum itu, ia memastikan dulu kalau istrinya masih belum sadar dari pingsan nya.
"Apa? kenapa kamu menelfon ku berulang kali! Apa mau mu!" bentak Dimas
"Kenapa kamu marah? Aku hanya ingin bicara sama kamu" sahut wanita dari seberang telfon
"Aku sedang sibuk sekarang, lain kali saja" tukas Dimas
"Dimas, tunggu. Ini penting, benar-benar penting. Aku ingin memberi tahu kamu secara langsung, kita bisa ketemu di tempat biasa kan?"
Ini benar benar membuat Dimas semakin bingung, satu sisi istrinya kini sedang shock berat dan di sisi lainnya ia tidak bisa menolak ajakan selingkuhannya.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1