
"Mau mandi?" Tanya Dimas membuat Bintang tersadar dari lamunannya.
Ia mengedipkan matanya lalu menatap Dimas yang berdiri di depannya
Bintang mengangguk "Iya, aku mau mandi" jawabnya
"Tunggu bentar ya aku ambilkan handuk untuk mu"
Dimas membuka lemari dan mengambilkan handuk untuk istrinya, sedangkan Bintang matanya kembali menatap fotonya karena ia ingin memastikan kalau itu benar fotonya
"Apa yang begitu menarik pandangan mu hingga kamu begitu fokus?" tanya Dimas lalu duduk di sampingnya
"E... Itu..."
Dimas menoleh dan melihat kemana jari Bintang menunjuk.
Dengan tersenyum Dimas mengambil bingkai foto itu lalu memberikannya pada Bintang.
"Ini?"
Bintang mengambil bingkai itu "Ini, aku?"
Dimas mengangguk iya
"Waktu itu aku menyuruh seseorang untuk mengambil fotomu secara diam-diam. Aku minta maaf karena tidak izin dulu sama kamu"
"Kenapa?"
"Ya... Aku cuma ingin bisa selalu melihat mu di manapun aku berada, apa kamu marah karena ini?"
Bintang menggeleng "Tidak"
__ADS_1
"Syukurlah kalo tidak" ujar Dimas dengan tersenyum dan Bintang pun membalas senyumnya.
Setelah selesai mandi Bintang keluar dengan langsung menggunakan gamis hariannya lengkap dengan hijab instan yang langsung membungkus kepalanya.
Dimas yang sedang duduk di sofa dengan memangku laptopnya heran karena istrinya masih menggunakan hijab di dalam kamarnya.
Tapi Dimas mengerti kalau istri nya itu pasti malu dan butuh waktu untuk terbiasa sekamar dengan seorang pria.
*****
Tasya yang baru saja sampai di rumahnya langsung mencari Justin ke kamarnya.
Di sana ia menemukan Justin sedang terlelap tidur di atas kasurnya dengan earphone di telinganya.
Tasya memgambil earphone itu lalu membangunkan Justin dengan menggoyang kan yang tubuhnya.
"Koko, bangun. Ko...."
Justin menggeliat lalu mengucek matanya
"Koko kok ga dateng ke rumah Bintang tadi sih? Bilangnya sama papi ada urusan, ini malah molor" ujarnya
"Kenapa sih, yang penting kan kadonya nyampe"
jawab Justin lalu membelakangi Tasya dan kembali tidur
"Ih koko" Tasya memukul lengan Justin lalu keluar dari kamarnya dengan kesal
Justin kembali membuka matanya setelah Tasya menutup pintunya.
Ia mengambil hp nya dan menatap foto Bintang di layar hp nya.
__ADS_1
"Aku minta maaf karena ga bisa dateng di acara penting mu..." ucapnya
Justin mematikan hp nya dan mencoba memejamkan lagi matanya, berharap saat bangun nanti ia akan bisa menerima kenyataan bahwa orang yang selama ini ada di dalam hatinya sudah di miliki orang lain.
*****
Di rumah, kini hanya ada pak Ahmad sendirian.
Malam ini adalah malam pertama ia lewati tanpa putri nya.
setelah sholat isyak, beliau duduk di depan TV.
Meski mata beliau memandang TV namun pikirannya entah kemana.
Pak Ahmad menyandar kan kepalanya dan tanpa sadar beliau tertidur di sana.
Beliau tertidur tidak lama hanya sekitar 20 menit di sana lalu kembali terbangun.
Beliau terbangun karena terkejut dengan mimpinya.
beliau bermimpi almarhumah istrinya yang sedang duduk di samping nya sambil memijat lengannya.
Senyumnya yang manis masih tetap sama seperti dulu bahkan wajahnya bersinar dan berseri.
"Tugas mu sudah selesai bang. Terima kasih telah menjaga putri kita dengan baik, aku bangga sama abang. Abang mampu menjadi seorang ayah sekaligus ibu bagi Bintang. Terima kasih juga karena abang tetap setia sama aku meski aku sudah lama meninggalkan abang"
Pak Ahmad langsung tersentak dan bangun dari tidurnya.
Rasanya itu seperti sangat nyata, sentuhan tangannya sangat terasa hingga membuat beliau terbangun.
Pak Ahmad meraba lengannya yang terasa hangat seperti bekas genggaman seseorang.
__ADS_1
Beliau tersenyum karena rindunya bisa sedikit terobati dengan mimpi itu dan tanpa terasa beliau pun menitikkan air matanya
☀️☀️☀️☀️☀️