Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
33 Pesan Abah


__ADS_3

Setelah Bintang mencium tangannya Dimas lalu mencium kening Bintang.


Dada Bintang terasa bagaikan genderang yang sedang di tabuh dengan kencang.


Ia memejamkan matanya dan menerima dengan ikhlas ciuman pertama dari Dimas yang kini sudah menjadi suaminya.


Penghulu lalu meminta mereka untuk menandatangani surat-surat pernikahan dan setelah itu buku nikah resmi mereka miliki.


Pak Ahmad hampir menitikkan air matanya namun ia segera mengedipkan matanya agar air matanya tidak sampai keluar dari kelopaknya.


Pak Hendra mengulurkan tangannya pada pak Ahmad yang kini sudah resmi menjadi besannya, pak Ahmad menerima uluran tangan itu sekaligus juga memeluk pak Hendra.


Raut bahagia terlihat jelas dari wajah kedua laki-laki itu yang kini sudah menjadi satu keluarga.


Bu Ririn pun juga bahagia melihat anaknya bahagia, beliau lalu memberikan restunya saat Dimas dan Bintang menyalami tangannya.


Bu Ririn menyambut mereka dengan memberikan pelukan hangat.


Saat hendak menyalami tangan abahnya, Bintang tak kuasa menahan air matanya.


Ia langsung memeluk pak Ahmad dengan air matanya yang mulai mengalir di pipi nya.


Pak Ahmad sekuat tenaga menahan tangisnya dan tetap berusaha tersenyum sambil memeluk erat putrinya itu.


"Jangan menangis nak... Jangan menangis"

__ADS_1


Pak Ahmad memegang pipi Bintang dan mencium keningnya.


"Abah tidak mau melihat air mata di hari ini. Hari ini putri ku benar benar menyadarkan ku bahwa aku sudah tua, putri ku sudah dewasa dan kini sudah resmi menikah" ujar pak Ahmad dengan sedikit tetawa


Pak Ahmad menghapus air mata di pipi Bintang dan memyuruhnya untuk kembali tersenyum.


Setelah itu saat giliran Dimas, pak Ahmad langsung merangkulnya dengan erat.


"Kamu kini sudah menjadi anakku juga. Mulai hari ini aku serahkan semua tanggung jawab putri ku pada mu, baik urusan agama, dunia maupun akhirat nya. Jaga dia, sayangi dia dan hormati dia" pesan pak pada Dimas


Dimas mengangguk "Insya Allah abah, aku akan berusaha untuk menjaga Bintang dengan baik seperti abah menjaganya sejak kecil. Doakan Kami agar rumah tangga kami selalu bahagia dan sejahtera"


"Selalu nak, abah akan selalu mendoakan kalian agar selalu di rahmati oleh Allah"


"Selamat menempuh hidup baru kakak" ucapnya


"Makasih ya" saut Dimas yang membalas pelukan adiknya lalu mencium keningnya.


Setelah itu Hani juga menyalami Bintang dan juga memberikan selamat padanya.


"Selamat datang di keluarga Danuarta" ucapnya


Bintang tersenyum lalu memeluk Hani.


Meski Hani tersenyum dan terlihat bahagia namun jauh di dalam hatinya ia sama sekali tidak senang.

__ADS_1


Mami dan papi Tasya pun juga memberikan selamat kapeda dua keluarga yang sedang berbahagia itu, terutama pada Bintang dan Dimas.


Sedangkan Tasya, ia sibuk mencari keberadaan Justin dengan matanya yang mencari di setiap sudut.


Bahkan ia mencari hingga keluar namun tidak ia dapati wajah kakaknya itu di sana.


Karena tak kunjung ketemu, Tasya mengambil hp dari dalam tasnya dan hendak menelfon Justin.


"Ngapain di sini?" Tanya papinya


"Papi. Koko kemana pi, kok aku cariin ga ada?"


"Koko kamu ga bisa hadir, katanya ada urusan mendadak di resto nya"


"Urusan mendadak, apa pi? Bukannya tadi koko bilang mau datang?"


"Papi juga ga tau urusan apa, tapi katanya sangat mendesak. Dia tadi cuma nitip ini sama papi"


Sebuah kotak kecil papinya berikan padanya


"Justin minta kamu yang berikan ini pada Bintang, dan katakan juga sama dia maaf karena ga bisa hadir"


Meski sedikit kesal, Tasya menerima kotak itu dan mau memberikan nya pada Bintang


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2