
"Ini kamu yang siapin, mas?"
Dimas mengangguk lalu menarik kursi untuk istri nya. "Silahkan duduk istri ku tersayang..."
"Makasih mas.."
Ini adalah pengalaman pertama bagi Bintang makan di restoran kelas atas dengan suasana yang begitu romantis.
Apa lagi di tambah dengan suara musik yang menambah kesan hangat.
"Aku tidak tau kalau suami ku ternyata bisa romantis juga" ujar Bintang
"Menurut mu aku tidak bisa?"
"Bukan tidak bisa mas, hanya saja aku tidak pernah membayangkan ini"
Dimas menjentikkan jarinya dan dua pelayan langsung datang dengan membawa makanan pembuka.
Mereka menyajikan makanan itu di meja lalu pergi.
Dimas dan Bintang begitu menikmati makan malamnya, mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama dan juga penutup nya
"Mas, aku sudah tau aku mau kerja apa" ujar Bintang
"Oh ya, apa?" tanya Dimas penasaran
"Aku mau jadi guru"
Dimas mengangkat alisnya, dari ekspresi nya sudah begitu jelas ia terkejut dengan pekerjaan yang istrinya pilih.
__ADS_1
Dari pada bekerja di kantornya dengan jabatan tinggi, Bintang malah memilih untuk menjadi guru.
"Guru? Yang benar saja bee... Apa tidak sebaiknya kamu kerja di kantor saja bee, kita bisa berangkat dan pulang bareng. Aku juga bisa mengontrol pekerjaan mu agar kamu tidak terlalu capek"
"Tapi mas, aku kan sudah bilang aku sepertinya ga cocok kerja di perkantoran. Lagi pula menjadi guru hanya bekerja setengah hari, dan aku sudah ada di rumah saat sore hari untuk menyambut mu saat pulang dari kantor"
"Tapi gajinya kecil sayang, tidak sebanding dengan lelah mu"
"Emangnya kenapa kalo gajinya kecil, kan ada kamu mas..." sahut Bintang dengan senyum-senyum memandang wajah suaminya
Dimas pun tertawa dan mencubit pipi istrinya
"Benar sekali, tumben kamu bisa memanfaatkan kekayaan suami ini? Biasanya kamu selalu lupa kalo suami mu ini adalah pemilik dari perusahaan besar. Oh ya bee... Aku mau kasih tau kamu sesuatu" ucap Dimas dengan memegang tangan Bintang
"Apa mas"
Bintang terdiam, dan pandangannya fokus pada kedua bola mata suaminya.
Selama menikah ia tidak pernah berjauhan dengan suaminya meski itu hanya sehari, tapi ini suaminya malah mengatakan akan 4 hari di Singapura.
"Kamu akan pergi 4 hari, mas?"
"Jadwalnya sih 4 hari, tapi jika ada hak lain mungkin akan lebih"
Seketika bibir Bintang langsung manyun dan wajahnya seketika langsung di tekuk masam.
"Kayaknya aku kurang lebihnya bakalan semingguan deh di sana"
"Hah? Seminggu? Kamu serius mas akan ninggalin aku sendiri di rumah seminggu?"
__ADS_1
Dimas tak lagi tahan untuk terus berakting hingga akhirnya ia pun tertawa.
Bintang menjadi semakin kesal karena bukannya di tenangin oleh suaminya, ia malah di tertawakan.
"Ih... Kok kamu malah ketawa sih mas, pasti kamu senang banget ya bisa jalan-jalan keluar negri sendirian?"
Di sini angin kecemburuan semakin kencang menerpa.
Wajah Bintang menunjukkan betapa ia cemburu dan ingin ikut bersama.
"Kalo cuma ke luar negeri aku sudah biasa bee, yang ga biasa itu kalo aku bareng kamu" ucapnya
"Maksudnya?"
"Aku memang mau ke Singapura, tapi ga sendiri. Aku mau ngajak kamu juga ke sana, sekalian kita bisa bulan madu, ya kan?"
Wajah Bintang yang di tekuk seketika langsung berubah.
"Kamu mau aku ikut, mas?" tanya nya karena masih tidak percaya
"Ya iyalah sayang, mana mungkin aku ninggalin kamu sendirian di rumah berhari-hari. Bisa bisa aku sakit nanti"
"Sakit?"
"Ya, sakit karena merindukan mu" ucap Dimas
Bintang pun kembali tersenyum, karena ia tidak akan berjauhan dengan suaminya.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1