Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
41 Menyiapkan Diri


__ADS_3

Di depan cermin itu Bintang menyisir rambutnya yang sepundak, mengambil lotion favoritnya lalu memakainya.


Sudah tugasnya untuk tetap terlihat cantik dan wangi di depan suaminya.


Ia lalu kembali memakai hijabnya dan kembali ke tempat tidur.


Masih dengan hijabnya Bintang berbaring di sisi sebelah kanan.


Perasaan mulai resah karena ia mulai kepikiran akan apa yang akan terjadi setelah suaminya datang dan tidur di sisinya.


Bintang menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya


"Ya Allah... Kenapa aku jadi takut dan resah gini? Astaghfirullah... Perasaan ku mulai tidak tenang karena pikiran ku sendiri" Batin nya


Bagaimana mungkin Bintang bisa tidur tenang karena malam ini adalah malam pertama nya menjadi istri seseorang.


Bergandengan tangan ia tidak pernah dan sekarang akan tidur satu ranjang dengan laki-laki.


Bintang memejamkan matanya namun ia tidak bisa tertidur.


Ia lalu teringat akan potongan kalimat dari ustadzah nya dulu saat masih di pondok


"Jika seorang istri mau menawarkan dirinya kepada suaminya dengan suka rela maka Allah menghadiahkan untuk nya 4 pahala.


1. Allah mengharamkan api neraka atas dirinya.


2. Allah akan memberinya pahala 200 kali ibadah haji dan umroh.


3. Di catatkan untuk nya 200 ribu kebaikan. Dan

__ADS_1


4. Di angkat untuk nya 200 ribu derajat di surga."


"Status ku sekarang sudah menjadi seorang istri, aku harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk suami ku. Siap atau tidak hal itu pasti terjadi juga, bismillah ya Allah..." batin Bintang.


Bintang lalu bangun dan duduk dengan menyandarkan kepalanya.


Ia tidak ingin tidur lebih dulu dari suaminya.


Sembari menunggu suaminya, Bintang mengambil iPad nya lalu melanjutkan menulis buku yang belum rampung ia buat.


Baru beberapa alenia ia menulis, suara kriek dari gagang pintu mengalihkan perhatiannya.


Dimas membuka pintu kamarnya dan mulai melangkah masuk.


Deg....


Jantung Bintang kembali berdegup kencang ketika kedua matanya menangkap tubuh suami yang tegap berdiri di depannya.


"Kok belum tidur?" sapa Dimas


Bukannya menjawab Bintang malah tetap tenggelam dalam lamunannya dengan matanya yang tetap tertuju pada Dimas.


Dimas melangkah mendekati istrinya, berulang kali ia memanggil namun Bintang tetap diam.


Dimas melambaikan tangan di depan wajah Bintang namun hasilnya nihil.


Cara terakhir yang Dimas lakukan rupanya berhasil membuat Bintang tersadar dari lamunannya.


Cup...

__ADS_1


Ciuman dari bibir Dimas mendarat sempurna di pipi Bintang dan itu benar-benar berhasil membuat Bintang keluar dari lamunannya.


Bintang terkejut, matanya yang terbuka lebar Bintang menatap wajah Dimas dengan keheranan.


Sedangkan Dimas tersenyum karena reaksi istrinya yang lucu.


"Mas..." itu adalah kata pertama yang keluar dari mulut Bintang setelah ia merasakan kecupan di pipinya.


"Kamu terkejut? Maaf..." ucap Dimas


Bintang menggelengkan kepalanya lalu meletakkan iPad nya.


"Kamu lagi mikirin apa sih, aku panggil panggil dari tadi kamu ga respon?" Tanya Dimas lalu duduk di sampingnya


"Ngak ada kok mas, aku ga lagi mikirin apa-apa"


"Kok belum tidur?"


"Aku nunggu mas Dimas dulu"


Jawaban Bintang seketika langsung membuat Dimas tersenyum lebar.


"Aku cuci muka dulu ya" kata Dimas lalu pergi ke kamar mandi


Setelah keluar dari kamar mandi Dimas langsung naik ke kasur di sebelah Bintang dan langsung membaringkan tubuhnya, lalu Bintang pun juga ikut berbaring di sebelah nya.


Mereka tidur dengan posisi sama-sama terlentang.


Dimas bingung bagaimana ia akan memulai malam ini dengan istrinya, ia takut jika Bintang belum siap dan akhirnya akan menolak ajakannya.

__ADS_1


Sedangkan Bintang pun juga bingung bagaimana caranya untuk menawarkan dirinya pada suaminya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2