Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
82 Minyak Panas


__ADS_3

"Besok kalau suami mu datang menjemput, ikutlah pulang bersamanya. Mau sampai kapan pun kamu tetap putri kecil abah, tapi sekarang tugas mu sudah berbeda. Tugas mu sekarang harus lebih mengutamakan suami mu dari pada abah mu ini"


Tanpa menjawab Bintang langsung memeluk abahnya dan di balas belaian lembut oleh abahnya.


Keesokan harinya Dimas kembali datang untuk menjemput Bintang, tak sama seperti kemarin Bintang kali ini langsung mengangguk iya saat Dimas ajak pulang.


Melihat putrinya mau kembali ke rumah suaminya itu membuat abah menjadi lebih tenang.


Abah berharap semua permasalahan yang menjadi alasan mereka bertengkar perlahan akan membaik.


Sepanjang perjalanan pulang, suasana di mobil sangat tegang, Dimas di selimuti dengan rasa bersalahnya sedangkan Bintang dengan rasa kecewanya.


Sudah 2 hari mereka kembali tinggal bersama namun tak ada satu percakapan pun di antara mereka.


Bintang selalu menghindar saat suaminya mendekati nya, namun meski begitu ia tidak pernah meninggalkan kebiasaannya untuk melayani suaminya dengan baik. Seperti menyiapkan pakaian, sarapan dan keperluan yang lainnya.


Saat keluar dari kamar mandi Dimas melihat pakaiannya yang sudah siap di atas kasur, matanya mencari cari di mana keberadaan istrinya.


Aroma wangi dari masakan mulai tercium di hidungnya dan itu sangat menggugah selera. Segera Dimas memakai pakaiannya dan segera turun ke lantai bawah.


Benar saja istrinya terlihat sedang sibuk memasak di sana.


Dimas pikir hari ini ia bisa berbicara untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya, ia mendekat dan langsung memeluknya dari belakang.


Dimas yang datang dan memeluk dengan tiba-tiba membuat Bintang terkejut hingga ia menjatuhkan potongan ayam dari tangannya dengan kuat hingga minyak panas di atas kuali menciprat mengenai tangannya.

__ADS_1


"Aa... Astaghfirullah...." teriak Bintang dengan tangannya yang langsung ia kibaskan


Terkejut mendengar Bintang yang berteriak Dimas pun menjadi panik, ia melihat tangan Bintang yang basah oleh minyak panas segera Dimas mengambil tisu untuk mengelapnya.


"Bee... Maafkan aku bee, aku ga bermaksud buat kamu terkejut. Maafkan aku bee..."


Bintang tidak menjawab dan langsung berpaling menarik tangannya dari tangan Dimas.


Bintang meletakkan tangannya yang panas di bawah guyuran air kran sambil berusaha menahan sakitnya dengan menyebut asma Allah.


"Bee... Kita ke dokter aja bee, tangan kamu memerah aku ga mau kamu kenapa-kenapa nantinya bee"


Dimas mengambil hp dari saku celananya dan langsung menelfon dokter.


"Bee kita ke dokter sekarang ya, aku mau ambil dompet dulu di kamar kamu tunggu aku bentar ya" ucap Dimas meletakkan hp nya di atas meja makan lalu segera pergi ke kamarnya.


Seketika dadanya kembali terasa sesak, air matanya seketika langsung memenuhi kelopak matanya. Tangannya bergetar dan mulutnya ingin sekali berteriak.


Ingin rasanya Bintang menjawab telpon itu dan memakinya, namun ia sadar bahwa perselingkuhan ini terjadi karena suaminya yang memberikan jalan bagi orang ketiga.


Bintang hanya diam dan mengelap tangannya dengan tisu.


"Ayo bee, kita ke dokter sekarang" ajak Dimas dengan merangkul bahu Bintang


"Ga usah, aku bisa pergi sendiri" sahut Bintang

__ADS_1


"Tapi kenapa bee, aku ada di sini"


"Kamu terlalu sibuk, aku ga mau mengganggu waktu mu hanya karena masalah kecil ku"


Bintang langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintu agar Dimas tidak bisa mengejarnya.


"Bee... Buka pintunya bee. Ayo kita ke dokter sekarang, aku khawatir luka mu akan menjadi infeksi nantinya bee..."


Dimas menggedor-gedor pintu kamar sembari terus membujuk Bintang, namun tetap tak ada jawaban.


"Bee... Oke aku tau kamu masih sangat marah sama aku tapi plis bee jangan begini. Ayo lah bee kita ke dokter" rayu Dimas


Hp Dimas kembali bergetar karena telfon masuk saat dirinya sibuk membujuk Bintang, awalnya Dimas menolak panggilan itu namun karena hp nya terus berdering ia pun menjawabnya.


"Apa sih, ada apa kamu terus terusan telfonin aku, ha!!?" ucap Dimas begitu ia menjawab telfon itu


"Aku ga bisa sekarang, aku lagi sibuk" sahutnya lagi


"Hal penting apa sih, besok kan bisa"


Entah apa yang sedang Dimas bicarakan di telfonnya, seperti ada hal yang mendesak yang membuatnya tidak bisa untuk tidak pergi.


Meski sempat ragu Dimas akhirnya keluar menemui seseorang yang menelponnya barusan.


Terlihat mobil suaminya itu keluar dari pagar dan melaju dengan cepat, dan Bintang hanya bisa diam melihatnya.

__ADS_1


Sakit karena luka bakar di tangannya tak seberapa dari pada sakit hati melihat karena di selingkuhi oleh suaminya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2